Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Keputusan Alya


__ADS_3

Alya menatapnya dengan tajam, “Cepet pake baju!” bentaknya, membuat Dion dan wanita itu segera memakai bajunya.


Beberapa saat mereka memakai bajunya, Alya kembali memandangnya dengan dalam, karena masih ingin memberitahukan sesuatu pada mereka.


Alya berkacak pinggang di hadapan mereka, “Setelah ini, jangan pernah muncul lagi di hadapan gue! Gue juga gak butuh lo lagi, buat jadi manajer gue. Gue udah nyewa Rian, yang lebih baik dan lebih ngertiin gue daripada lo!” ucapnya, sontak membuat Dion mendelik mendengarnya.


“Apa-apaan? Lo gak bisa gitu dong, Al! Gue ini ‘kan pacar lo, sekaligus manajer lo! Kenapa lo malah mutusin sepihak begini!” bantah Dion tak terima mendengar ucapan Alya yang seperti itu padanya.


Alya mendelik kesal, “Lo gak terima, hah? Gue lebih gak terima karena lo udah perlakuin gue kayak sampah!” bentaknya, membuat Dion tak mengerti mendengarnya.

__ADS_1


Dahinya mengerut, “Perlakuin lo kayak sampah gimana sih, Al?” tanyanya lagi, yang semakin tidak mengerti dengan ucapan Alya dan setiap tuduhannya yang ditujukan untuknya.


Matanya mendelik tajam ke arah Dion, “Lo gak tau apa kesalahan lo? Apa perlu gue kasih tau semua keburukan lo?” tanyanya yang terdiam sejenak melihat reaksi Dion. “Lo yang udah ngebiarin orang ngelecehin gue, lo juga yang gak pernah nuntun gue pas hujan, dan hampir bikin gue kepeleset waktu keluar dari gedung lokasi syuting. Lo gak pernah perhatian sama gue, lo juga cuma anggep gue alat doang, buat ngehasilin uang yang banyak!” bentak Alya, menjelaskan apa yang Dion lakukan kepadanya.


Dion sama sekali tidak merasa, dan malah membantahnya dengan keras. “Gue gak pernah begitu!”


Alya menajamkan matanya ke arahnya, “Lo pikir gue gak tau, tentang lo yang diem-diem beli barang-barang mewah? Lo menyiasati semua itu, dengan cara ngebeliin gue juga barang-barang mewah yang gak gue perlu! Udah gue bilang gue gak perlu, tapi lo tetap beliin gue! Bajingan tau, gak!” bentak Alya, membuat Dion tak percaya kalau ia mengetahuinya.


Dion memandang Alya dengan sinis, “Gue gak gitu! Gue gak mau berhenti jadi manajer lo. Nanti lo gak ada yang ngurusin jadwal setelah acara ini selesai,” ucapnya mengelak, dan beralasan agar Alya tidak jadi memecatnya sebagai manajer.

__ADS_1


Percuma saja Dion mengelak, Alya benar-benar sudah tidak peduli dengannya saat ini.


“Gak, pokoknya gue gak mau tau apa-apa lagi. Lo harus pergi dari sini, gue udah gak butuh lo sebagai manajer ataupun sebagai pacar lagi! Gue udah muak!” bentak Alya, sembari mendorong tubuh Dion untuk keluar dari apartemennya.


Dion berusaha mengelak dan memaksa masuk ke dalam ruangannya lagi, “Gak bisa gitu dong, Al! Gue ini manajer lo, dan satu-satunya orang yang lo cinta!” teriaknya, tetapi Alya tidak mau mendengarnya.


Alya melangkah masuk ke dalam kamar mereka, dengan cepat memasukkan barang-barang Dion ke dalam sebuah koper.


Setelah selesai memasukkannya ke dalam koper, Alya pun segera keluar dari ruangan tersebut, lalu segera melempar koper tersebut dengan kasar di hadapan Dion.

__ADS_1


Dion mendelik, tak terima dengan apa yang Alya lakukan. “Maksud lo apa, hah?” tanyanya sinis.


Alya mendelik ke arah mereka dengan tegas, “Mulai sekarang, gue peringati sekali lagi, jangan pernah lo masuk ke dalam kehidupan gue lagi! Jangan pernah ganggu gue lagi!!” bentaknya, membuat Dion mendelik tak percaya mendengarnya.


__ADS_2