Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Tatapan Lembut


__ADS_3

Alya sudah selesai bersiap-siap, karena sebentar lagi adalah saatnya untuk syuting adegan, yang akan ia jalani.


Sepuluh menit sebelum adegan itu dimulai, Alya menunggu di pinggir lapangan, sembari membaca naskah yang akan ia perankan sebentar lagi.


Hanya butuh beberapa saat, untuk Alya bisa menghafalkan semua yang akan ia lakukan nantinya.


Seseorang melempar sebuah kaleng minuman bekas, ke arah kepala Alya. Kepalanya terkena lemparan kaleng tersebut, membuat Alya merasa sangat marah dengan orang yang melemparnya.


Dengan amarah yang meledak, Alya segera meletakkan naskahnya di pahanya, “Siapa yang ngelempar gue pake kaleng?!” pekik Alya, matanya mencari keberadaan seseorang di hadapannya.


Di hadapannya kini, terlihat seseorang yang sangat ia ketahui. Ia adalah Rachel, sosok senior yang berambisi untuk membuat semua orang suka padanya, termasuk juga Rian.


Rachel mulai membuat gesekan pada Alya, agar Alya mengerti tentang maksud dan tujuannya itu.


Matanya menyipit tajam ke arah Rachel, dengan tangan yang terus menerus mengepal.

__ADS_1


‘Sialan Rachel! Jangan sampai gue ngeluarin semua emosi gue di sini! Gue gak mau kena masalah, di akhir season film ini!’ batin Alya, yang masih tetap berusaha untuk menahan amarahnya, bahkan ketika mengetahui musuhnya yang sedang melakukan gesekan padanya.


Rachel menyunggingkan senyumannya di hadapan Alya, dengan Alya yang hanya bisa memandangnya dengan sinis. Ia pun pergi dari sana, sembari membawa dua kaleng minuman di tangannya.


“Alya!” pekik sutradara, memberikan kode agar Alya segera masuk ke dalam lapangan.


“Ya!” sahut Alya, sembari melambaikan tangannya.


Alya pun segera bersiap, untuk masuk ke dalam lapangan. Namun, ternyata rasa kesalnya terhadap Rachel tadi, sudah membuatnya lupa dengan apa yang menjadi dialognya.


‘Sial Rachel, gue lupa dialog!’ batin Alya kesal, karena rasa kesalnya terhadap Rachel, Alya sampai melupakan dialog yang sudah ia hapalkan tadi.


Sementara itu, Rachel melihat Alya sudah masuk ke dalam lapangan. Ia merasa sudah aman, dan hendak mendekati Rian kembali.


Saat ini, Rian sedang berada di pelataran ruangan Alya. Ia sedang mengurus benda-benda yang dipakainya untuk merias Alya, dan memisahkannya di tempat yang seharusnya.

__ADS_1


Rachel memandang Rian dengan tatapan yang lembut, sangat berbeda jauh dengan tatapan yang ia lontarkan pada Alya tadi.


Rachel menempelkan kaleng dingin tersebut pada pipi Rian, membuat Rian merasa terkejut dan langsung memandang ke arahnya.


“Rachel? Kaget gue,” gumam Rian, sembari mengelus dadanya, saking kagetnya karena sensasi dingin yang terasa pada pipinya.


Seperti biasa, Rachel selalu memandang wajah Rian dengan tatapan yang sangat lembut. Ia berusaha agar Rian merasa sangat mengaguminya, dan membuat kesan baik dirinya di pikiran Rian.


“Halo, Rian. Apa kabar?” sapa Rachel, sembari memberikan sekaleng minuman tersebut pada Rian.


Rian tersenyum sembari menerima kaleng minuman tersebut, “Makasih. Gue baik, kok!” ujarnya, Rachel duduk di sebelah Rian.


Mereka duduk bersama, sembari menikmati minuman yang ada di tangan mereka.


Rachel memandang ke arah Rian, yang lagi-lagi sedang memandang ke arah Alya yang sedang beradu akting di sana.

__ADS_1


Hatinya sedikit bergejolak, karena pandangan lembut Rian yang terus-menerus dilontarkan ke arah Alya.


‘Kenapa dia selalu natap Alya, dengan tatapan yang lembut seperti itu?’ batin Rachel yang merasa sangat penasaran dengan yang Rian lakukan.


__ADS_2