
“Nah ... gak usah ngumpet-ngumpet lagi lo sekarang! Semua orang bisa dengan jelas ngeliat tubuh lo, yang gak ada apa-apanya itu! Apa-apaan, sok cantik! ***** tepos begitu, sok mau ngerebut pacar orang!” bentak Alya, yang mulutnya sudah tidak bisa ditahan lagi.
Kata-kata kasar yang keluar dari mulut Alya, seakan memberikan kepuasan tersendiri untuk Alya. Baginya, jika ada orang yang berani melakukan sesuatu yang tidak ia sukai, orang itu harus menerima balasan atas apa yang sudah orang itu lakukan terhadapnya.
Dengan cepat Dion mengambilkan handuk tersebut dari tangan Alya, kemudian menutupi tubuh kurus wanita malang itu. Ia merasa perlakuan Alya terhadap wanitanya itu, terlalu berlebihan.
Dion menatap sinis ke arah Alya, “Lo apa-apaan, sih?! Kenapa lo sampe bikin dia malu? Ini kesannya jadi kayak lo yang freak!” bentaknya, Alya tidak bisa menerima apa yang Dion katakan itu.
Matanya mendelik sinis ke arah Dion, “Gue? Freak kata lo?” tanya Alya sinis, “lo yang freak!” bentaknya sinis.
Rian tersadar dari khayalan anehnya itu. Ia merasa aneh, karena pertama kalinya melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat. Pikirannya terus berkeliling, saking anehnya ia melihat bentuk keseluruhan dari wanita yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
Wanita itu memandang sinis ke arah Alya, “Lo yang freak! Gak berpendidikan, seenaknya aja narik handuk orang, bikin malu orang aja!” bentaknya, Alya tersenyum pahit karena merasa ditantang oleh wanita bertubuh kurus ini.
“Apa lo? Mau ribut sama gue? Sini, gue terima! Ribut sini sama gue, gue bikin mulut lo gak bisa nelen makanan selama sebulan!” ujar Alya dengan kasar, sembari melangkah dan menarik rambut wanita itu kembali dengan sangat keras, sampai beberapa helai rambutnya menjadi rontok karena terlalu keras Alya menjambaknya.
“Ah!!” teriak wanita itu, yang terlihat jelas kalau dirinya sangat kesakitan karena jambakan yang dilakukan Alya padanya.
Kerusuhan ini tidak dapat dihindarkan, karena Alya yang memang tidak bisa menerima apa yang wanita itu lakukan terhadapnya.
Dion merasa sangat kaget, karena Alya yang melakukan hal di luar pemikirannya.
“Stop Alya!” pekik Dion, yang langsung melerai mereka dengan tangannya.
__ADS_1
Langkahnya tertahan, karena Rian yang tiba-tiba saja menahan tangan Dion yang hendak melerai pertikaian antara kedua wanita itu.
Dion menoleh ke arah Rian, dan memandangnya dengan sinis, “Ngapain lo megang-megang tangan gue? Lepasin sekarang!”
Pandangannya menajam ke arah Dion, “Jangan ikut campur dengan masalah di antara wanita!” ujarnya, berusaha untuk membiarkan Alya melakukan apa pun yang membuatnya puas.
Merasa kesal karena mendengar ucapan Rian, Dion pun mendelik dan berusaha melepaskan tangannya dari tangan Rian yang menahannya itu.
Hanya dengan sekali hentakan, tangan Dion berhasil terlepas dari cengkeraman tangan Rian, sehingga membuatnya menyunggingkan senyumnya di hadapan Rian.
“Gue kira tenaga lo kuat, ternyata ....” Dion menyunggingkan senyumannya, lalu segera melangkah ke arah para wanita yang sedang bertengkar itu.
__ADS_1
Rian tidak bisa menahan tenaga super yang dimiliki Dion, karena secara perawakan ia memang sedikit kalah berat badan dari Dion. Ditambah lagi Rian yang tidak bisa melakukan bela diri, sehingga membuatnya agak takut jika harus berhadapan dengan Dion tadi.