
Mereka menuju ke sebuah salon, untuk menata rambut Rian menjadi lebih rapi dari sebelumnya. Alya sangat tidak suka dengan poni Rian yang sampai menutupi matanya, karena itu membuat aura Rian tidak terpancar dengan jelas.
Sepanjang langkah mereka pada mall tersebut, banyak sekali orang yang memperhatikan mereka. Walaupun Alya sudah mengenakan masker dan juga topi hitam andalannya, ia masih tetap dikenali oleh para fans yang berkeliaran di sekitar mereka.
Alya menyadari hal itu, dan memberikan Rian sebuah masker untuk ia kenakan. “Nih, pakai maskernya. Biar semua orang gak terlalu kepo sama kita!” suruhnya.
Rian menerimanya, kemudian memakainya demi kenyamanan mereka di sana.
Seorang paparazzi berhasil mengambil gambar Alya beserta Rian, yang berjalan di sebelahnya. Walaupun tak mengenakan topi, setidaknya Rian memakai masker untuk menutupi identitasnya. Mereka sama sekali tidak menyadari hal itu, dan langsung masuk ke dalam salon tersebut.
Seorang pelayan laki-laki bertubuh kerempeng, berwajah full makeup seperti wanita, dengan gaya yang gemulai datang di hadapan Alya dan juga Rian. SOP yang dimiliki salon ini, mereka harus terus tersenyum dan santun melayani para tamu yang datang ke salon mereka.
“Permisi, ada yang bisa saya banting?” tanyanya, yang berusaha untuk bersikap biasa saja di hadapan Alya, untuk membuat suasana agar tidak terasa kaku.
__ADS_1
Alya memandangnya dengan datar, “Sini lo gue banting!” ujarnya, membuat si pelayan tertawa mendengarnya.
“Ah, si Neng bisa aja!” ujar sang pelayan, membuat Alya memandangnya dengan risih karena gesture tubuhnya itu, yang mirip seperti wanita.
“Ih, apaan sih? Nama gue itu--” Matanya mendelik, karena tiba-tiba saja ia teringat dengan dirinya yang adalah seorang artis. Ia tidak bisa mengucapkan namanya di depan publik, apalagi si pelayan itu sudah tau watak asli Alya seperti apa.
Rian memandang Alya dengan heran, sembari menggelengkan kepalanya.
“Oh ya gak apa-apa, maafin istri saya. Dia memang agak sensi ... darting darting, darah tinggi!” ucap Rian sembari berbisik, yang masih terdengar jelas oleh Alya.
Alya memukul lengan tangan Rian, membuat Rian memandangnya dengan tak enak.
“Oh, kalian sudah menikah? Wah ... pas banget, ada promo khusus untuk pasangan yang sudah menikah, dikarenakan salon ini ingin memberikan pelayanan menyambut hari valentine,” ucapnya, tak membuat Alya tergiur mendengarnya.
__ADS_1
‘Kita bukan pasangan beneran!’ batin Alya, yang sama sekali tidak tertarik dengan promosi itu.
Rian memandangnya dengan sangat bersemangat, “Wah ... ada promosi apa, Mas?” tanyanya, sontak membuat pegawai itu mendelik kesal ke arahnya.
“Mas Mas, panggil Beiby!” ujarnya ketus, membuat Rian menyeringai tak enak hati padanya.
Alya memandangnya dengan tampang yang ketus, ‘Beiby Beiby, muke lo kayak panci bolong gitu, mau dipanggil Beiby?’ rundung Alya membatin dalam hatinya.
“Oh ya, Beiby--”
“Hookk!!” Rian merasa dadanya sangat menohok, karena Alya yang langsung memukulnya dengan cukup keras, karena Rian yang menyebut pelayan itu dengan kata sapaan yang tidak Alya sukai.
“Kenapa sih?” tanya Rian yang bingung dengan Alya yang tiba-tiba saja memukul dadanya dengan cukup keras.
__ADS_1