Terpaksa Menikahi Waria Tampan

Terpaksa Menikahi Waria Tampan
Gak Mau Balik


__ADS_3

Alya merasa bingung, karena ia tidak mungkin mengatakan pada Rian, kalau Dion adalah kekasihnya saat ini. Entah, ia hanya merasa sangat tidak ingin mengatakannya pada Rian.


‘Gue gak mau bilang, dan gak akan mungkin bilang sama Rian,’ batin Alya, yang merasa bingung dengan hal yang sangat penting ini.


Perasaan Alya masih sangat rancu, karena ia juga harus mengatakannya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan juga Rian, mengenai masalah pekerjaan. Alya tidak mungkin memberikan pekerjaan Dion pada Rian, jika Rian tidak mengetahui siapa Dion sebenarnya.


‘Gak! Harus bilang sama Rian tentang Dion. Harus bilang sama Rian,’ batin Alya yang mulai merasa harus mengatakannya pada Rian.


Alya bersiap untuk menjelaskan dan menghela napasnya dengan panjang, “Yang tadi ngirim chat ke gue, itu Dion. Dion itu ... pacar gue,” ucapnya menjelaskan, membuat Rian terdiam mendengarnya.


Karena terjebak dalam sebuah hubungan yang aneh ini bersama Alya, Rian jadi tidak bisa mengendalikan perasaannya, ketika Alya mengatakan hal itu padanya.

__ADS_1


‘Kenapa jadi aneh gini, sih? Gue dengernya aneh banget,’ batin Rian yang merasa sangat aneh ketika mendengar Alya memiliki seorang pacar.


Rian memandang Alya dengan pandangan yang datar, berusaha untuk bersikap biasa saja di hadapan Alya.


“Oh, pacar lo? Kenapa dia? Apa dia minta lo balik ke kota?” tanya Rian, Alya mengangkat kedua bahunya karena tidak tahu dengan tujuan Dion yang mengirimkan banyak pesan singkat padanya.


“Gue gak tau. Gue belum baca sama sekali pesan dia. Mungkin karena gak ada signal, jadi chat-nya baru masuk sekarang ke handphone gue,” ucap Alya menjelaskan, membuat Rian menghela napasnya.


“Gue gak pengen jadi beban. Kalau gue baca, nanti beban. Kalau gue gak baca juga, nanti malah kepikiran,” ucap Alya, yang merasa bimbang dan ragu mengenai hal ini.


Rian menyeringai, “Kalau gak mau jadi beban, lo gak usah pikirin. Nanti gue bantu cari cara biar lo lupain beban itu,” ucapnya, membuat Alya berpikir harus membaca pesan singkat dari Dion itu.

__ADS_1


“Ya udah deh, gue baca dulu,” ucap Alya, yang lalu mengambil kembali handphone-nya di dalam sakunya.


Alya mempersiapkan diri untuk membaca pesan singkat dari Dion, karena merasa sangat penasaran dengan isi pesan singkat itu. Setelah ia membuka pesan masuknya, banyak sekali pesan yang belum terbaca yang tak lain dari Dion.


“Lo gak mau balik? Cuti lo dipercepat hanya tiga hari!”


“Lo cuma punya waktu sampai besok buat balik lagi ke sini. Kalau enggak, lo harus bayar denda pinalti sendiri dan gue gak mau tanggung jawab atas itu!”


“Mau gak mau, suka gak suka, lo harus dateng ke sini hari ini juga! Gue tunggu lo di sini!”


Pesan singkat tersebut membuat Alya merasa kesal, karena Dion yang sudah mulai memaksa dan mengancamnya dengan kata-kata kasar seperti itu. Ia merasa tidak dihargai, dan merasa tidak ingin kembali ke sana selamanya.

__ADS_1


“Gue gak mau balik lagi ke kota! Gue gak mau!” teriak Alya, yang merasa sangat kesal karena membaca pesan singkat dari Dion itu.


__ADS_2