
Peperangan pun dimulai, saat ini mereka sama-sama bertarung menggunakan ilmu bela diri biasa, serangan demi serangan yang di lakukan oleh li hongyi berhasil di tangkis oleh Xhi Wen.
“ bagaimana bisa kau mengatakan bahwa kau tak bisa menyakiti wanita, sedangkan dirimu saja dari tadi menyerangku dengan sangat semangat.” Ucap Xhi Wen di sela- sela tangkisannya.
Sedangkan Li Hongyi tidak merespon melainkan fokus dengan serangnya. Berbeda dengan Xhi Wen dia hanya menangkis dan tidak menyerang. Tentu itu membuat Lo Hongyi emosi.
“ mengapa aku yang terus menyerang, mengapa kau tak menyerangku?” Tanya Li hongyi di sela serangannya.
__ADS_1
“ baiklah Jika begitu, maka giliranmu menangkis seranganku.” Tepat pada saat itu Li Hongyi sedang meninju Xhi Wen dan di tangkis oleh Xhi Wen, tangan kanannya memegang kepalan tangan Li Hongyi, tangan kirinya memegang leher li Hongyi, kaki Xhi Wen berada di belakang kaki Li Hongyi tampa aba-aba dan kecepatan tinggi Xhi Wen langsung menjatuhkan lawanya dalam sekali hempasan, dia menggunakan silat harimau langkah tiga, yang di pelajari dari pamannya dan tentu saja itu adalah silat dari turun temurun sehingga sangat di kuasai oleh Xhi Wen.
“ ba-bagaimana bisa. Kau belajar dari mana ilmu bela diri itu, ampun master ajarkan aku ilmu tersebut, dengan senang hati aku ingin menjadi bawahanmu.” Ucap Li Hongyi dengan antusias. Semua orang tentu sangat membelalakkan mata melihat jurus yang di keluarkan oleh Xhi Wen, yang lebih terkejut lagi adalah Li Hongyi yang seorang pendekar meminta menjadi murid dari musuhnya yang seorang gadis.
“ Pendekar Li Hongyi, apa maksudmu kau langsung mengaku kalah dan membiarkan kamu mati?” Tanya tetua shen yi marah.
“ pilihan yang bagus.” Tak lama sinar yang menyilaukan mata keluar dari tubuh Xhi Wen yang kini berubah menjadi seorang dewi. Sangat cantik dan tak bisa dibandingkan dengan dewi manapun.
__ADS_1
“ a-apaa, ternyata kau seorang dewi, a-ampun dewi kami melakukan kesalahan tolong ampuni kami, beri kami satu kesempatan dan kami akan menepati janji kami.” Ucap semua aliansi yang di ketuai oleh shen yi.
“ hahahaha, sudah ku katakan siapa yang akan memohon ampun pada akhirnya, kau sudah menghinaku dan apa meminta kesempatan, kalian tak layak, aku sang dewi kematian meminta mereka mati dengan mengenaskan.” Setelah itu patir langsung turun menyambar semua tetua dan kedua pendekar itu dan tentu mereka belum mati hanya meleleh saja.
Melihat itu mereka terkejut dan sangat tidak percaya dengan apa yang ada di depan mereka, berbeda dengan yang menjadi tersangka mereka merasakan sakit yang teramat lebih mengenaskan adalah tubuh mereka sudah mulai meleleh dan sudah ada yang menampakkan tulang tetapi mereka masih hidup.
“ ampun dewi ampunnnn.” Ucap mereka semua yang menjadi tersangka.
__ADS_1