
Mereka pun keluar dari tenda, semua rakyat langsung berdiri, tapi mereka dikejutkan dengan banyak hal.
“ ini-ini terlalu sulit untuk dipercaya, ba-bagaimana bisa mereka sembuh secepat ini, hanya dalam waktu beberapa jam saja, dd-an Luo An astaga benarkah kamu Luo An?. Bu-bukankah kau sudah mati. Hah ini membuatku gila, dan siapa mereka yang ada di belakang Jendral, bukankah tadi di dalam jendral sendiri, kenapa jadi mereka jadi berenam.” ucap salah satu rakyat yang membuka suara tampa sadar sudah mewakili semua pertanyaan para rakyat.
Saat nama Luo An di sebut, ada seorang nenek yang tersadar bahwa anaknya hidup kembali, padahal mereka di dalam ruangan yang sama bedanya dia saat tadi sedang sekarat sehingga tak memyadari kehadiran putra semata wayangnya yang sudah dipastikam mati kemarin.
“ anakku.. anakku benarkah ini kau An'er, kau masih hidup nak? Ya tuhan makasih atas kemurahan hatimu.” Ucap nenek tersebut.
__ADS_1
Ketua pemimpin pun menimpali, dia sebenarnya agak sedikit tidak enak takut perkataan nenek tersebut menyinggung perasaan Xhi Wen yang dia tau Xhi Wen lah yang menghidupkan putra nenek itu. yang padahal Xhi Wen sama sekali tidak sepemikiran pada pemimpin pendekar itu, dia malah tersenyum hangat melihat, kasih sayang sang ibu yang melihat anaknya hidup lagi yang membuat sang ibu kembali memiliki harapan untuk hidup kembali.
“ maaf bu Yuan Ling, kau juga harus berterima kasih kepada yang mulia Jendral Xhi Wen yang telah menghidupkan kembali anakmu itu.” Ucap sang pemimpin.
“ ah tidak masalah aku hanya membantu sedikit, tuhan lah yang memberikan berkat ini melalui aku sebagai perantara.” Ucap Xhi Wen yang sebenarnya dia berbohong karena dia hanya membantu mentrasfer kekuatan dan yang sebenarnya benar-benar menolong adalah Chang An. Tapi kekuatan itu tidak boleh di ketahui bahwa Chang An yang memilikinya maka itu sangat sangat berbahaya.
“ terima kasih nak sudah mau menolong putraku, aku tak tau harus membalas apa sebagai gantinya, bahkan nyawaku saja belum bisa mencapai setengah untuk membayarnya.” Ucap nenek yang benar-benar bingung harus membalas apa.
__ADS_1
Memang betul apa yang di katakan oleh Xhi Wen, sifat serakah dan sombong dari Luo An sudah sangat kelewatan, dia memang yang terkuat di desa ini, tapi tetap saja attitudenya sangat buruk.
Tetapi saat kata kata Xhi Wen yang memperingatinya, Luo An pun tersadar akan kesalahannya di masa lampau, dia baru sadar bahwa dia telah sangat mengecewakan terutama pada ibunya yang sebenarnya juga sangat ia sayangi.
“ maafkan aku yang mulia jendral, kata katamu akan selalu aku ingat dan akan menjadi sumpah ku, yang di saksikan oleh desa dan semua orang yang ada disini. Maaf kan aku bu sudah sangat mengecawakan ibu, maafkan aku sudah menjadi putra yang gagal.” Ucap Tulus Luo An yang sudah berkaca-kaca menahan tangis yang harus dia tahan sebagai lelaki.
Melihat ketulusan anaknya, nenek itupun langsung memeluk putranya dengan air mata, kehangatan dari pelukan sang ibu juga memecahkan air mata yang sudah di tahannya sekuat tenaga, tidak hanya itu para rakyat juga terharu melihat ibu dan anak yang di pertemukan kembali bahkan dari maut.
__ADS_1
Author lanjutkan lagi nanti tengah malam oceee…:)
Jangan lupa vote dan likenya guys, author rindu kalian dan semoga kalian rindu author jugaaa