
mendengar itu pengawal kembali memberi rongsokan yang seperti apa yang di katakan oleh xhi Wen.
" ini dapat berguna bisa menampung tanah dan ada lobang-lobang kecil yang bisa mengeluarkan air sehingga saat menyiram tanaman di dalamnya tidak akan tergenang air."
" yang mulia kita dapat mengumpulkan rongsokan yang seperti ini atau barang barang bekas yang tidak dipakai untuk menanam bibit pohon nantinya."
" dan juga minta setiap warga untuk menanam banyak pohon di samping rumahnya, dan tanam bibit pohon itu di sekitar tempat terjadinya longsor, tetapi jangan di dekatnya berjarak kurang lebih 10 meter " lanjutnya.
mereka semua nampak kebingungan dengan penjelasan xhi Wen.
jangankan mereka autor aja kebingungan xixixi.
"baiklah aku akan mengatur masalah ini langsung " ucapnya lagi.
" baiklah nona, semuanya mulai dari 3 hari besok kalian bisa pergi bersama nona Xhi Wen ke tempat desa yujing". ucap kaisar senang.
" baik yang mulia " ucap mereka semua.
" dan panglima Shi Rui, pergi ke wilayah bagian barat bersama Kasim Chan . Zhen mendengar Disana sudah ada bandit yang mulai meraja Lela . selesaikan itu Zhen ingin mendengar berita baik saja." perintah sang kaisar Jian.
__ADS_1
" sesuai perintah anda yang mulia" balas panglima shi Rui dan langsung pergi bergegas di hari itu juga.
.
.
.
*di ruangan permaisuri Jian oh.
" istri ku kenpa kau belum bangun juga?" lirih Jian Po.
" zhen hanya sedih melihat kondisinya"
" salam yang mulia tabib istana ingin masuk mengecek kondisi yang mulia permaisuri Jian oh" ucap satu pengawal yang menjaga paviliun.
" bagaimana nona ?" tanya Jian Po.
" tak apa dia hanya pura-pura menjadi tabib dia tidak tau bagaimana kondisi permaisuri Jian oh, dengan melihat keadaan permaisuri dia hanya bisa berpikir bahwa permaisuri kondisinya lebih parah dari sebelumnya, karena sebelumnya permaisuri masih bisa sadar meskipun lemas." balas xhi Wen, mendengar itu kaisar mengangguk.
__ADS_1
" baiklah persilahkan dia masuk" titah kaisar kepada pengawal tadi.
" salam hormat hamba yang mulia kaisar Jian Po" ucap tabib itu kepada Jian Po.
" hemmm", balas Jian Po.
" maksud kedatangan hamba kemari untuk memeriksa kondisi yang mulia permaisuri " ucapnya lagi.
" lakukan lah "
' hahahha dia pingsan, sepertinya usahaku tidak sia sia ' ucap batinnya dan tersenyum sinis sangat tipis sampai tidak ada yang bisa melihatnya selain Xhi Wen pastinya sesuatu hal yang tipis saja sangat jelas terlihat dimatanya.
' siapa gadis ini dia bahkan menyadari aku tersenyum , dan membalaskan senyuman sinis ku dengan senyuman tajamnya yang sangat tipis. tunggu apakah dia yang di kabarkan seorang gadis kecil yang mengatakan dirinya alchemist ?' batinnya lagi.
yah memang kabar berita xhi Wen yang menawarkan dirinya untuk mengobati permaisuri Jian oh sudah tersebar dari sebelum dia sampai di istana, bagaimana tidak dari dia mengatakan dirinya adalah seorang alchemist di suatu jalan yang banyak penghuni membuat yang mendengar menjadikan dirinya bahan gibah.
gibah emang sudah mendarah daging kepada semua manusia. dan itulah yang membuat dia terkenal di kekaisaran Jian.
' kenapa si tua ini mempercayai seorang bocah seperti ini, apakah dia kehilangan akal sampai mempercayai bocah ini? hahahahha bagus', batinnya lagi.
__ADS_1
' aneh sejak kapan aku bisa mendengar ucapan batin seseorang ' batin xhi Wen tercengang saat mendengar suara batin tabib Abal-abal itu.