
Tiba tiba aura yang hanya dapat di rasakan oleh semua orang semakin pekat hingga semua yang ada disana kecuali kaisar Jian, kaisar Chang dan Chang Jin serta tangli saja yang tidak pingsan. Itu karena Xhi Wen sengaja untuk menekan auranya agar kereka yang tersisa mampu melihat apa yang akan ia lakukan kepada orang yang telah merendahkannya.
“kau wanita yang menyinggung orang yang salah, apa kau tau siapa yang telah kau singgung hah!” Ucap Ji Nan yang datang dia juga sudah sangat marah karena junjungannya direndahkan.
“ biar aku perkenalkan.. yang telah kau rendahkan adalah calon dewi kematian selanjutnya!, belum sah saja jika dia menginginkan kau mati maka kau akan mati, dan dia ini adalah junjungan ku, aku si Xioubou naga api legend tingkat 2 terkuat disini.” Setelah mengatakan hal tersebut dia merubah dirinya menjadi wujud naga yang sangat besar, di sayap, tanduk serta punggung nya yang merah pekat. Membuat Chang Jin jatuh ke lantai karna kakinya sudah tak sanggup menopang tubuhnya.
“ a.. a.. apaa in.. in.. inii..” ucapnya terbata-bata melihat kebawah dengan wajah yang ketakutan.
Tak lama diapun melihat keatas dengan air mata ketakutan dan tangan yang sudah mengatup rapat.
__ADS_1
“Jendral Xhi Wen, ma.. ma.. maksudku yang mulia dewi kematian, maafkan atas kesalahanku yang mulia, ampuni lah hamba dewi.” Ucapnya yang kini sudah bersujud di kaki Xhi Wen.
“ aku menginginkannya mati!” Pekik Xhi Wen.
seketika terdengar bunyi gemuruh yang berasal dari langit dengan sangat ribut, seperti ingin cepat cepat menghantamkan petir ke darat.
Petir pun turun terus melewati pintu dan menghantam Chang Jin secara berulang.
Jderrrrr...
__ADS_1
Jderrrr...
suara hantaman petir yang menghantam Chang Jin bukan hanya sekali tapi 3x hantaman yang di terima olehnya. Dan kini tubuh Chang Jin hanya tersisa butiran debu yang di hembuskan oleh angin sehingga disana hanya tersisa bekas hitam di tempat Chang Jin berasal.
Chang Li, Jian Po, dan Tangli yang melihat kejadian tersebut sangat shok, mereka kini sudah seperti patung, tak sedikitpun bergerak.
“ maafkan aku kaisar Chang anak mu sudah sangat keterlaluan, tak bisa ku ampuni. Maka dari itu ini adalah hukuman yang harus dia terima.” Ucap Xhi Wen yang masih sopan terhadap kaisar Chang.
“ tak apa Jendral dia memang layak mendapatkannya. Maafkan lah diriku jendral Xhi Wen, kaiasar Jian, aku melakukan hal yang salah, dia adalah satu-satunya wanita yang aku cintai, tetapi aku terlalu mencintainya hingga terbawa nafsu, hingga pada akhirnya aku tersesat. Aku malu kepada rakyatku, mereka memilihku karena menurut mereka aku emang layak menjadi kaisar, tetapi aku malah mengecewakan mereka. Terima kasih atas kesempatan yang Kaisar Jian dan Jendral Xhi Wen berikan terhadapku, ini akan menjadi pelajaran keras yang harus aku perbaiki.” Ucap Jendral Chang yang benar-benar menyadari kesalahannya.
__ADS_1
“ tentu saja kaisar Chang, dari setiap masalah akan mengajarkan kita suatu hal, jadikan ini sebagai pelajaranmu agar takkan terulang. Carilah permaisuri baru, untuk memulai hidup baru.” Ucap kaisar Jian. Dan Xhi Wen yang mendengar pun tersenyum manis dia telah menarik aura pembunuhnya.
Semua orang yang pingsan tadi pun tersadar kembali. Saat mereka mulai sadar, mata mereka langsung mencari keberadaan wanita ular tersebut namun sayang mereka tak menemukannya. Dan pada akhirnya mereka terkejut akan bekas hitam serta ada sehelai kecil sobekan dari hanfu Chang Jin. Semua yang ada disana kecuali yang sadar pun terkejut.namun saat mereka melihat kedua kaisar sedang bersalaman serta Xhi Wen yang tersenyum merasa heran, dalam fikiran mereka semua adalah apa yang terjadi?.