
“Aku akan memberika sumber daya kepada kalian untuk meningkatkan kultivasi, dan juga akan tinggal disini membantu kalian. Aku akan memberikan waktu seminggu untuk kalian meningkatkan kekuatan. Setelah itu baru kita akan menyerang kekaisaran Tan untuk membalaskan ketidak-adilan kalian.” Ucap Xhi wen.
Dengan antusias Li mei dan Tan lang mengangguk.
“ apakah suami mu itu masih hidup?” Tanya Xhi wen.
“ ya dia masih menjadi kaisar di kekaisaran Tan saat ini.” Balas Li mei yang membuat Xhi Wen mengernyit.
“ lalu ayah yang di maksud Tan Jin?” Tanya Xhi wen.
“ dia adalah kakakku, anak-anakku memang memanggilnya dengan sebutan ayah. Dia hanya ingin menggantikan sosok ayah yang sejak lahir tidak mendapatkannya kepada Tan jin. Tapi sayang kakakku itu telah tiada.” Balas Li mei lagi dan Xhi wen mengangguk-angguk.
“ seperti apa sosok kakakmu itu?” Sekarang Xing mulai angkat bicara, dia juga sedikit merasa bersalah karena telah memakan manusia yang baik.
Dia juga merasa mungkin saja orang yang di maksud lolos dari terkamannya karna ada banyak juga yang berhasil lolos darinya, dan tentu saja orang-orang tersebut masih jelas dalam ingatan Xing. Tapi jika manusia yang sudah dia makan, tidak akan teringat lagi olehnya.
“ dia tinggi, rambut panjang berwarna merah, badannya kekar dan tampan. Selalu memakai jubah berwarna hijau tua dengan les hitam, Dia juga memiliki kekuatan di tingkat kultivasi dewa 3 puncak.” Balas Li mei.
__ADS_1
“ heh sudah kuduga jika dia masih hidup.” Ucap Xing dengan lancarnya tampa memikirkan apa yang difikirkan lawan bicaranya.
“ apa maksudmu, apa kau tau kakakku?” Tanya Li mei yang mulai merasa ada harapan.
“ ya aku tau dia, masih jelas di ingatanku bagaimana liciknya manusia itu.” Balas Xing dengan mata berapi-api, sepertinya ada dendam terselubung dari tatapannya itu.
“ hah benarkah? Dimana kakakku itu. Apa kau bertemu dengannya di kota bersebrangan dengan hutan itu?” Tanya Li mei lagi membuat Xing tersadar jika dia kini ingin membuka identitasnya.
“Hadeh dasar siluman bodoh.” Umpat Yinfai.
“ hei kau bocah, siapa yang kau maksud dengan siluman bodoh.” Bentak Xing tak terima, padahal apa yang di katakan oleh Xing itu sebuah kebenaran.
“ apakah paman siluman?” Tanya Tan jin polos.
“ hmm.. itu.. aku.. akuu..” jawabnya gelagapan.
“ hahahha sudah kukatakan kau itu siluman bodoh.” Ejek Yinfai yang sudah tertawa membuat Xing mendecis, dia masih tidak benar-benar kehilangan akal mau menjadi budak Yinfai.
__ADS_1
“ hemm jadi paman beneran siluman?” Tanya Tan jin yang kini mulai merasa takut dan mundur perlahan ke arah Li mei.
Li mei dan Tan jin pun mulai berwaspada.
“ tenanglah adik kecil, paman siluman ini tidak akan bisa menyakiti kalian tampa seizin ku.” Ucap Yinfai akhirnya.
“ ya aku tidak akan menyakitimu.” Timpal Xing sambil memutar matanyanya malas.
“ benarkah?” Tanya Tan jin pada Yinfai.
“ benar, dia sudah menjadi siluman baik sekarang.” Balas Yinfai dengan senyum lembutnya.
“ pantas saja paman ini sangat jelek ternyata dia siluman.” Ucap Tan jin polos membuat Xing semakin memutar bolanya malas.
“ pufttt hahahhhahahhaa.” Tawa Yinfai menggelegar.
“ jadi benar dia siluman, apakah siluman yang ada di hutan itu adalah dia? Karna dia mengetahui keadaan pamanku.” Kini yang berbicara adalah Tan lang setelah mencerna percakapan mereka.
__ADS_1
“ ya benar siluman itu dia.” Balas Yinfai singkat.
Sedangkan mereka bertiga sudah mulai berkeringat dingin.