
Pemuda tersebut masih menikmati pemandangan yang ada di danau kekaisaran Xio.
Sedangkan wanita di sebelahnya masih memikirkan bagaimana caranya dia bisa menyembuhkan orang buta dan tuli.
“ ah sudah lah, nanti saja bertemu dengan Ji Nan dan bertanya langsung dengan nya. Dan juga nanti malam aku bisa langsung membuatkan pillnya. Hemm aku tidak tau dia berasal dari mana dan kapan dia kembali, jadi sebaiknya besok saja mengobatinya.” Ucapnya dan melihat pemandangan lagi dengan fikiran yang tenang.
“ sepertinya curhat dengan seseorang yang seperti mu tidak masalahkan, lagipun kau tak bisa mendengar dan berbicara, jadii kau tidak akan tau apa yang akan aku bicarakan.” Ucap Xhi Wen, dia tentu sangat terpuruk sebetulnya, di ingat dia berasal dari dunia mana, tiba dengan dunia antah berantah ini.
Sedangkan pemuda tersebut masih dalam mode diam dan memandang lurus kedepan melihat pemandangan di depannya, sedangkn dalam fikirannya, dia sedikit penasaran, apakah orang seperti Xhi Wen ini.
__ADS_1
“ hey kau tau, aku benar-benar sangat sedih, aku tidak bisa menikmati masa mudaku dengan tenang, tampa adanya perkelahian dan bertaruh nyawa. Hayolah aku masih gadis, dan belum juga bisa menikmati dunia.”
“Apa kau tau di dunia yang modern tempat dimana aku tinggal dulu, disana wanita disibukkan dengan bermanja dengan orang orang di sayanginya, dia bisa juga memanjakan dirinya, menikmati hidup sebagaimana mestinya. Sedangkan aku.” Ucapannya terhenti dengan seringai yang menggambarkan bagaimana kesedihannya mengingat nasibnya.
“ aku di dunia modern itu saja, sudah menjadi ketua geng mafia, itu memang keren. Tapi hayolah aku juga ingin menjadi wanita normal disana. Mempercantik diri, berkencan. Sedangkan aku? Heh untuk memikirkan diri sendiri saja tak bisa, aku harus memikirkan keamanan negara dan memastikan bisnis ku lancar dengan tidak ada hambatan.” Ucapnya dengan masih seringai yang sama.
Ada rasa iba yang dia gambarkan dari ekspresi wanita di sampingnya itu. meskipun dia tidak percaya dengan perkataan Xhi Wen, bahwa ada dunia lain selain dunia yang mereka pijaki sekarang ini. Tetapi dari ekspresi dan air mata yang mengalir dari pelupuk Pipi Xhi Wen membuktikan bahwa dirinya sedang dalam situasi tidak baik.
Tentu saja Xhi Wen menangis saat menceritakan kisahnya yang sangat berat itu. Dia benar benar kurang mendapatkan kasih sayang, dia juga masih gadis normal, butuh perhatian, perlindungan, dan kasih sayang.
__ADS_1
Dia tidak membayangkan itu dulu karena masih ada pamannya yang selalu memanjakan dirinya. Tapi tidak saat ini, dia belum bertemu lagi dengan pamannya, entah kemana pemuda itu, apakah dia melupakan Xhi Wen? Sepertinya itu tidak mungkin.
Xhi Wen berfikir bahwa mungkin saja pamannya sedang berlatih agar bisa membakitkan kekuatan dan mengambil alih istana awan tingkat gold milik kakek dan nenek buyutnya itu.
Semakin lama semakin jauh fikiran Xhi Wen.
“ hagh sudahlah, aku tidak boleh mengeluh seperti ini, ini adalah jalan yang harus aku tempuh, aku harus memikirkan bagaimana melindungi keluargaku dan merebut kekaisaran kakek dan nenek buyut lagi. Merengek seperti ini tidak ada gunanya” ucap Xhi Wen tiba tiba yang sedikit mengejutkan pemuda di sampingnya. Dia menghapus air mata di pipinya paksa.
“ aku harus menjadi kuat sebelum paman jeff datang .” Ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan pemuda di sampingnya dengan tatapn bingung.
__ADS_1