Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Bermain api (revisi)


__ADS_3

Tak lama kemudian anak perempuan itu dengan perlahan mulai membaik panas nya mulai turun, darahnya mulai mengalir dengan baik sehingga wajahnya tidak pucat lagi, detak jantung yang mulai stabil dan sedikit demi sedikit mulai membuka mata.


Melihat reaksi dari obat itu membuat sang nenek tidak tahan melihat sang cucu pun menangis terharu.


“ terima kasih yang mulai hamba sangat berterima kasih berkat yang mulia dan kebaikan hati yang mulia cucu hamba akhirnya pulih kembali tolong terima ini yang mulia hanya ini yang hamba punya, gelang ini sudah hamba simpan seumur hidup saya sampai saat ini, hmba mohon jangan ditolak yang mulia karena hamba sangat berterima kasih kepada yang mulia.” Ucap sang nenek sembari memasangkan langsung gelang giok itu .


Melihat gelang yang diberikan sang nenek mampu membuat Xhi Wen dengan segala kekayaan yang ia punya di ruang dimensi merasa tertarik dengan gelang itu.


“ terima kasih nenek ini sangat berharga apakah tak apa jika nenek memberikan gelang ini?” Tanya Xhi Wen senang namun juga sedikit tak enak.


“ gelang ini tidak ada apa apanya dibandingnya dengan kesehatan cucu hanba yang mulia. Malah hamba sangat tidak enak memberikan barang yang tidak layak kepada yang mulia.” Balas nenek itu.


“ ah nenek ini sangat berharga terima kasih nenek. Atau jika tidak begini saja, saya akan membeli gelang berharga ini agar nenek dan sang cucu bisa merasa tenang. Dan sebaiknya nenek tidak menolak permintaan saya.” ucap Xhi Wen sembari memberikan sekantung koin berlian yang berisi seratus berlian. Tidak ada yang mengetahui hal itu, melihat pakaian Xhi Wen kenakan mereka hanya mengetahui sekantung koin itu hanya beberapa koin perunggu, jika mereka mengetahui kebenarannya pasti nenek itu akan menjadi target untuk di rampas. Xhi Wen pun memeluk sang nenek dengan hangatnya.

__ADS_1


Melihat interaksi Xhi Wen dengan wanita paruh baya itu membuat semua yang ada disana tidak terlepas dari keterkejutan, bahkan nenek yang tengah dipeluk itu sendiri juga terkejut.


“ nenek saya kembali dulu yaa , adik kecil tumbuh lah menjadi gadis baik jangan menyusahkan nenekmu ya dan jangan seperti wanita itu” ucap Xhi Wen kepada sang nenek dan cucu nya dengan tersenyum ramah dan nada yang lembut.


Setelah Xhi Wen kembali ke posisi semula persidangan pun kembali serius.


“ ampun yang mulia hamba tidak melihat wanita ini mencuri dan meracuni domba milik Tuan To Nhi, yang saya lihat..” ucapan nenek itu di potong oleh tuan To Nhi yang meminta keadilan tadi.


“ yang mulia dia berbohong pasti gadis kecil tadi yang telah menyuap nenek itu sehingga nenek itu mau menikam hamba .” Ucap To Nhi.


“ hai tuan To Nhi apakah anda mengenal saya?” Tanya Xhi Wen yang mengambil suara.


“ kau hanya gadis kecil yang mengaku sebagai alchemist dan beraninya memperburuk keadaan yang mulia permaisuri kami !l” balas To Nhi. Ya memang isu tentang Xhi Wen sudah tersebar karena tabib dengan sengaja menyebarkan isu tersebut.

__ADS_1


“ baiklah tuan To Nhi sepertinya anda mengenal saya dengan baik .” Ucap Xhi Wen dengan tersenyum sinis.


Melihat respon Xhi Wen membuat To Nhi semakin geram.


“ yang mulia hamba meminta keadilan lagi, gadis kecil ini sudah beraninya menghasut nenek ini.” Ucap To Nhi.


“ wah Tuan To Nhi bagaimana bisa kau menuduh gadis yang lugu ini untuk kesalahanmu sendiri.” Ucap Xhi Wen .


Semua yang ada di ruang rapat terdiam menyimak mereka juga tidak menyangka akan keberanian Xhi Wen


Lugu apanya yang mereka lihat Xhi Wen sangat berani untuk menentang Tuan To Nhi yang mereka segani di daratan Jian ini.


“ kau....” ucap To Nhi terpotong.

__ADS_1


“Nenek lanjutkan penjelasanmu” ucap kaisar memotong perkataan To Nhi membuat To Nhimenatap tajam Xhi Wen dan di balas senyum sinis oleh Xhi Wen .


“Ingin bermain api dengan ku maka kau akan rasakan akibatnya.” Gumam Xhi Wen membuat dua orang yang tak tau menau merasakan aura pembunuh dan mendengar ucapan junjungannya.


__ADS_2