
Masih flashback yaa..
Melihat ganasnya Xioubou saat menghabisi para bandit membuat kasim terjatuh lemas tak berdaya dan sangat ketakutan.
“ kasim saya dan saudara saya akan pulang ke istana duluan, kau kembali lah ketenda dan katakan kepada panglima agar bersembunyi di hutan bagian selatan dekat istana karena disana adalah tempat yang bagus untuk penyerangan istana, sepertinya separuh dari mereka akan menyerang dari sana, saat mereka nanti sampai, musnahkan mereka.” Ucap Xhi Wen.
“ ba.. ba.. baik nona, kalau begitu saya pamit.” Balas kasim lalu pergi.
“ dasar makhluk lemah.” Ucap Xhi Wen berseringai saat mengingat betapa sombongnya bandit itu sebelum di hancurkan.
“ putri apakah kita akan pergi sekarang?” Tanya Ji Nan.
“ ya.. ayo kita pergi sekarang.” Balas Xhi Wen.
Sementara di suatu markas.
“ mengapa para bandit itu belum juga datang?!” Tanya seorang pria paruh baya yang masih gagah.
“ ma.. ma.. maaf tuan kami juga tidak tau, saya sudah mengutus beberapa pasukan untuk menjeput mereka.” Balas pemuda yang ada di depannya yang sudah ketakutan akan amukan tuannya.
__ADS_1
“ dasar tidak berguna!” Ucap pria paruh baya itu, sedangkan pemuda yang ada di depannya tertunduk ketakutan.
Flash back off..
“ jadi saat ini nona Xhi wen telah pergi?” Tanya Shi Rui.
“ perkiraan ku dia telah sampai disana, dan kita harus segera ke hutan bagian selatan istana sesuai perkataan nona Xhi Wen .” Balas kasim.
Mendengar ucapan kasim membuat wajah panglima yang menyembunyikan rasa bahagianya telah berhasil memenangkan pertarungan dari para bandit, kini harus bertarung lagi dan bahkan ini adalah peperangan yang lebih besar lagi.
Shi Rui dengan wajah serius dan sudah berdiri tegak di depan barisan para prajurit.
“ saat ini istana sedang dalam bahaya, kita harus segera kesana untuk membantu para prajurit disana. Dan seperti yang dikatakan oleh nona Xhi Wen kita akan menghadang para pemberontak itu melalui hutan bagian selatan.” Tegas Shi Rui dengan semangat. Dan di soraki oleh para prajurit.
**
Sedangkan di istana.
“ salam hamba yang mulia.” Ucap gadis kecil yang tidak lain adalah Xhi Wen.
__ADS_1
Saat Xhi Wen sampai di istana, masih malam dan ia pun langsung pergi ke ruangannya dan menemui jian Po pagi hari .
“ ehh nona Xhi Wen, kapan engkau kembali?” Tanya jian Po.
“ semalam yang mulia. Yang mulia ada sesuatu yang penting untuk di bicarakan yang mulia.”
“ kalau begitu katakan lah.” Balas Jian, kebetulan saat Xhi Wen mencari Jian , ia sedang berada di ruang kerja.
“ begini yang mulia, sepertinya tuan To nhi sudah mulai bertindak dan ingin menyerang istana.”
“Apaa!!!!!”
“ benar yang mulia, yang saya dengar ia akan menyerang pada malam hari, dan tepat pada malam hari inilah mereka akan mulai menyerang.”
“Ini tidak bisa dibiarkan nona, kita harus cepat bertindak.”
“ tenang yang mulia saya punya strategi untuk itu.”
“ apa itu nona?”
__ADS_1
“ saya sudah meminta para prajurit bersama kasim dan panglima untuk menghadang separuh pemberontak di bagian hutan selatan. Dan untuk di bagian barat anda bisa mempercayakan prajurit terkuat anda yang mulia, dan untuk wilayah selebihnya yang mulia tak perlu khawatir itu adalah bagian urusanku. Dan yang mulia berikan pill ini kepada semua prajurit, pill itu akan membantu mereka nantinya.”
“ kalau begitu kita langsung bergerak saja nona.” Ucap Jian Po dan ia langsung pergi memanggil kasim yang lain dan prajurit terkuat yang ada.