Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
ji nan ( revisi )


__ADS_3

“aku tidak mau, ini sangat pahit.” ucapnya sambil menggeleng geleng dan menutup rapat mulutnya menggunakan dua tangan,


ya emg Xhi Wen tidak menyukai obat, berbeda dengan orang lain dia lebih suka di suntik kebanding meminum obat yang terasa pahit di Indra pengecapnya.


“kau bodoh sekali disini tidak ada suntik untuk menggantikan Pill ini wen'er kau harus terbiasa karna ini sangat bagus untukmu” ucap Jeffry yang sudah pusing atas penolakan keponakannya itu.


“gamauuuuu” ucapnya sambil berlari menghindari pamannya.


“kau ini” ucap Jeffry yang sudah habis kata dengan tingkah keponakannya itu.


“baiklah kemari aku akan menceritakan kisah keluarga kita kepadamu” ucap Jeffry dengan lembut.


mendengar itu Xhi Wen menurut dan kembali duduk dari posisi awalnya.


“Wen'er dunia yang sekarang adalah dunia kuno yang mana disini bersaing untuk mendapatkan tahta serta wilayah.” ucapnya sambil menatap dan membelai kepala keponakannya itu.


“ keluarga kita dan kau bukan lah orang yang sederhana kakek buyut dan nenek buyut adalah dewa dan Dewi kematian yang ada di kekaisaran awan tingkat gold.” ucapnya pelan pelan menjelaskan kepada keponakannya.


sedangkan keponakannya masih menyimak dengan serius apa yang di katakan oleh pamannya.


“Tetapi ada organisasi yang tidak tau asalnya berhasil memasuki wilayah kekaisaran awan tingkat gold membuat kehancuran yang membuat kakek dan nenek buyut kita tak bisa bertahan dan memilih untuk bersembunyi dengan semua keluarga serta rakyat yang tersisa ke tempat rahasia yang dimiliki oleh kakek buyut. Menurut berita yang kami cari organisasi itu berasal dari Bulan Merah.” ucapnya lagi yang kini mulai terlihat sedih.


mendengar itu ntah kenapa hati Xhi Wen menjadi sakit dan emosinya mendadak menjadi tinggi dan itu membuat dia merencanakan pembalasan yang sangat kejam nantinya.

__ADS_1


“berarti paman apakah semua keluarga kita masih hidup?” tanya xhi Wen di sela sela cerita Jeffry.


“iya sayang sekarang keluarga kita berada di istana matahari di pulau bagian timur. kakek buyut sudah membangun kerajaan Disana pada saat kehancuran kekaisaran gold” jawabnya .


“kau harus membalaskan dendam atas kehancuran kekaisaran kita Wen'er. kau tentu tau bukan jika tidak ada campur tangan orang dalam atau pengkhianatt pasti organisasi tersebut tidak akan berhasil” sambungnya lagi .


“lalu paman siapa pengkhianat itu?” tanya Xhi Wen kepada pamannya.


“dia xhi Shu paman ayah mu yaitu cucu dari anak ketiga kakek buyut dia ingin mengambil atau merebut kekaisaran gold dari tangan kakek buyut”jawabnya sambil menahan amarah.


“heh kaparat itu tidak bisa sama sekali di biarkan. baiklah paman aku akan membalaskan dendam itu dan merebut kembali kekaisaran gold di tangan kotor nya itu liat saja” ucap xhi Wen serius dan bersemangat.


“kalau begitu kau harus meminum Pill ini Pill ini akan membantu melancarkan otakmu untuk berkultivasi”. ucap pamannya sambil mengulurkan tangannya.


“kau ini Pill ini tidaklah pahit ini sama seperti vitamin di jaman modern sekalipun pahit Pill tidak pernah di padukan dengan air jika kau meminum air setelah menelan Pill ini maka efek dari Pill ini akan berkurang.” jawab Jeffry tidak menjelaskan.


“baiklah paman aku mengerti” ucapnya sambil meminum Pill tersebut.


tak lama setelahnya Xhi Wen bisa merasakan perubahan terhadap dirinya .


“paman apa lagi yang harus aku lakukan?” tanyanya bersemangat.


“aku akan mengenalkan mu kepada seseorang yang menjaga ruang dimensimu dia akan mengajarimu saat aku tidak ada dia tau semua atas pertanyaan mu itu.” jawab Jeffry .

__ADS_1


“ paman mau kemana? Apakah paman meninggalkaku sendiri disini?” Tanya Xhi Wen.


“ paman harus berkumpul di keluarga kita, paman akan selalu mendoakanmu serta menunggu mu di kekiasatan matahari.” Ucap Jeff dan Xhi Wen tidak mempermasalahkan hal itu.


saat mereka keluar dari istana yang ada di dimensi sudah ada yang menyambut mereka dan memberi hormat. terlihat pemuda yang sangat tampan tengah menunduk memberi hormat kepada mereka berdua.


“salam yang mulia selamat datang di ruang dimensi ini .” ucapnya di setelah memberi hormat.


“siapa namamu tuan?” tanya Xhi Wen sopan.


“ maaf yang mulia saya belum punya nama yang mulia.” jawab pemuda tersebut sambil menunduk.


“baiklah aku akan beri nama mu hemmm.” ucapnya sambil memikir.


“ji nan bagaimana” lanjutnya sambil tersenyum.


“apapun itu saya terima yang mulia” ucap Ji nan sambil menunduk setengah badan.


“baiklah ji nan apa langkah selanjutnya untuk memperdalam kultivasi ?” tanya nya lagi.


Note: hai guys..


Author memang membuat drama ini ngarah ke china, tetapi author tidak terlalu ke cinaan, nama dan cara author adalah murni dari fikiran author sendiri.:\)\)

__ADS_1


__ADS_2