
Hallo readers terima kasih untuk semua dukungan kalian buat author.
Sebagai ucapann terima kasih, pada hari rabu besok author bakal crazy up seperti permintaan yoni hartati.
Selamat membaca.....
***
Dengan pandangan yang lembut serta memanjakan Chang Li meng-iyakan keinginan putrinya.
Jauh dari dalam lubuk hatinya dia sangat kecewa, karena putrinya mengejar orang lain, dan malah meminta bantuanya, untuk melenyapkan seseorang.
“ heh aku sangat bosan melihat drama yang seperti ini. sebelas, dua belas sama dengan film azab.” Ucap Xhi Wen pelan, dia bergumam seperti itu karena matanya sakit melihat drama yang ada di depannya.
“ putriku bolehkahh....” ucap Chang Li dengan tatapan nafsu yang tak tertahankan.
Dengan senyuman menggoda Chang Jin malah lebih dulu mencium ayahnya.
“ cih maen nyosor aja dah ni bocah, eh ini apa sebaiknya gue vidiokan saja hahaha”
Xhi Wen pun meminta Ji Nan mengambilkan kameranya yang ada di dalam lemari di ruangan samping kamarnya.
Setelah dia mendapatkannya dia pun langsung merekam aksi itu.
“Bitch!” Ucapnya pelan.
__ADS_1
Tak lama adegan itu pun selesai dan mereka memakai pakaian mereka kembali lalu keluar dari ruangan itu.
Xhi Wen dengan sangat hati-hati mengikuti pergerakan mereka.
“ nak kau sangat enak.” Ucap Chang Li.
“ ahh ayah kau bisa saja.” Balas Chang Jin.
“ ayah mintalah para penjagamu untuk mencari apa yang aku cari dengan segera mungkin. Desaklah mereka dan jangan suruh mereka berhenti meski untuk istirahat atau makan pun.” Lanjutnya.
“ tenang lah sayang, ayah akan mendesak mereka untuk mencarikannya.” Balas Chang Li.
“ dasar orang-orang tak beradap .” Ucap Xhi Wen masih mengendap-edap.
Xhi Wen sangat penasaran sebenarnya apa yang tengah di cari oleh wanita itu. Dan mengapa begitu mendesak.
“ salam kami putri.” Ucap keduanya.
“ aku hanya ingin istirahat.”
“ silahkan putri.”
Xhi wen pun langsung merebahkan dirinya ke atas kasur empuk modern nya itu saat sudah sampai dikamarnya.
“ hari yang cukup melelahkan.” Tak lama ia oun tertidur.
__ADS_1
Saat Xhi Wen tertidur ada sekilat cahaya yang sangat cepat berasal dari lemari kecil di samping kasurnya. Namun Xhi Wen tidak menyadari itu.
Xhi Wen ketika sudah tidur akan seperti kerbau yang tak kan tau dunia luar setelah terlelap.
***
“ selamat permaisyuri anda melahirkan seorang bayi yang sangat cantik.” Ucap tabib wanita istana.
“ benarkah tabib boleh kah aku menggendongnya?” Tanya sang permaisyuri.
“ tentu permaisyuri.” Tabib wanita itupun langsung memberikan bayi kepada ibundanya.
“ suamiku lihat lah anak kita sangat cantik .” Ucap permaisyuri yang antusias saat melihat kecantikan sang bayi.
“ kau benar istriku, dia sangat cantik persis sepertimu.” Balas sang kaisar.
“ gege kau akan beri dia nama apa.” Ucap adik sang kaisar.
“ aku memberikannya nama Xhi Wen.”
“ haaaaaah........ rupanya itu mimpi, tapi kenapa begitu nyata, atau jangan jangan itu adalah bayangan pada saat aku lahir. Seharusnya aku tidak bangun dan mengetahuinya lebih dalam.” Ucap Xhi Wen Saat terbangun dari tidurnya.
Ya memang benar itu adalah bayang dia pada saat baru lahir. Namun yang berada dalam mimpi Xhi Wen belum jelas dan masih banyak misteri di dalamnya.
***
__ADS_1
Xhi Wen pun mandi, seetelah mandi dia memilih turun untuk melihat kembali perrgerakan 2 oranng itu.
“ sebaiknya aku meminum pill penghilang raga agar mempermudah untuk ku berlalu lalang tampa ada hambatan dan ketahuan.” Ucapnya lalu mengambil pill penghilang raga.