
“Tentu saja bisa jendral Xhi Wen, kenapa tidak.”
“ panglima fang jin huo, bantulah jendral Xhi Wen pergi ke pavilium anggrek dan buat dekorasi seperti yang di inginkah olehnya.”
“ baik yang mulia.” Ucap jin huo.
“ mari ikut saya jendral Xhi Wen.” Lanjutnya dan Xhi Wen pun menurutinya.
Saat mereka tengah berjalan menuju pavilium anggrek tidak ada pembicaraan, yang ada hanya kecanggungan. Tapi yang canggung bukanlah Xhi Wen ataupun jin huo tetapi para pelayan dan prajurit yang membawa perlengkapan Xhi Wen lah yang canggung. Yang di sebabkan oleh kedinginan antara dua manusia di depan mereka.
Sampai hingga Xhi Wen yang mulai membuka obrolan. Bukan karna dia menghilangkan rasa canggung tetapi dia hanya mencari informasi.
“ apakah bandit itu sangat kuat, sehingga kau tak bisa membasminya.” Tanya Xhi Wen.
Jin huo yang mendengar pun tersindir.
“ maaf bukan aku tak bisa membasmi mereka, tetapi aku juga baru pulang dari area barat.” Balas jin huo dengan muka dinginnya menjawab tetapi tidak melihat ke arah lawan bicaranya.
Xhi Wen pun sedikit kesal dengan tanggapan jin huo yang sangat dingin. Menurutnya itu tidaklah sopan.
__ADS_1
“ ada apa di area barat.” Tanya nya lagi yang kini juga bertanya tampa melihat lawan bicara, tentu Xhi Wen tidak mau kalah.
“ perang.”
Jawaban singkat dari jin huo membuat Xhi Wen semakin kesal.
“ sangat tidak sopan.” Itulah yang ada di pikiran Xhi Wen sekarang.
“ apakah bandit itu kuat?” Tanya nya lagi
“ aku juga tidak tau.”
Karena kekesalannya menurunkan kewaspadaan hingga kakinya tersandung oleh hanfunya sendiri.
“Haaaaa...”
dengan cepat jin huo menangkap tubuh Xhi Wen.
dan dengan cepat pula Xhi Wen bangun, dia tidak menatap jin huo atauapun terpesona tetapi sebagai wanita yang berpangkat dan anggun dia sangat malu hingga tidak ada fikiran untuk terpesona.
__ADS_1
Ingat yaa Xhi Wen bukan lah pemeran sinetron yang mudah jatuh cinta hanya karna di tangkap dan saling menatap haha
“ terima kasih, ayo kita lanjutkan, aku ingin cepat cepat beristirahat.” Elakan Xhi Wen dari rasa malunya.
Tampa ada yang sadar Ji Huo yang terkenal sangat dingin ternyata sedikit terkekeh dengan sikap Xhi Wen yang menurutnya seperti anak kecil.
Dengan satu tarikan nafas ekspresi Jin Huo kini sudah kembali normal seperti biasanya.
“ tidak lama lagi kita akan sampai ke ruangannu.” Balasnya yang sedikit menahan tawa tapi di tahanya karena gengsinya.
Xhi Wen sangat malu hingga menggerutu di dalam hati sampai mereka sampai di pintu.
“ terima kasih sudah mau mengantaku sampai sini, mari kita bekerja sama untuk membasmi para bandit disana.” Ucap Xhi Wen dan mengulurkan tangan tanda kerja sama dengan berjabat tangan.
“ sama-sama, senang bisa bekerjasama denganmu jendral Xhi Wen.” Balas Jin Huo dan langsung berbalik tampa menyambut tangan Xhi Wen yang sudah menunggu.
Dan sekali lagi Xhi Wen malu dan dibuat kesal oleh Jin Huo. Tanganya yang menunggu tadi pun mengepal.
“ dasar biadap.”
__ADS_1
“ maaf Jendral, Panglima Jin Huo memang sangat dingin karena itu dia tak ada teman, bukan karena taka ada yang mau tetapi dia sangat dingin dan jarang sekali berbaur, setiap harinya dia hanya menjalankan tugas, tugas dan tugas. Maklumi saja ya Jendral.” Ucap seorang pelayan yang tidak enak kepada tamu kaisarnya akibat ulah Panglima.