Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Pedang kecil dan tumpul (revisi)


__ADS_3

Dan ternyata Xhi Wen bukan ingin menyerang terlebih dahulu, tetapi dia membuat sebuah garis yang sangat panjang sesuai dengan panjangnya pasukan pemberontak.


“ jika begitu paman coba lah kau melewati garis yang aku buat ini. Maka dengan senang hati aku yang akan melawan mu terlebih dahulu.”


“ gadis kecil aku sangat kagum melihat keberanian mu yang ingin melawan diriku. Dengan sangat senang hati aku akan menerimanya. Hanya melewati garis yang kau buat menggunakan jari kecil mu, sangat mudah untuk aku lalui.” Balas To nhi dengan pede nya dia maju dan dia pun sudah dekat dengan garis yang dibuat oleh Xhi Wen.


Dengan sombongnya dia mulai melangkah dan tentu saja dia berhasil dan sudah berada diluar garis itu.


“ gadis kecil ini sangat mudah, mengapa kau memberikan tantangan kepadaku sedangkan semut kecil pun dengan mudah melaluinya.” Ucapnya meremehkan.


“ baiklah paman sesuai dengan perkataan mu aku yang akan terlebih dahulu melawanmu.”


“ dengan senang hati gadis kecil...” balasnya dan mengeluarkan pedang andalan yang sangat keramat.

__ADS_1


Saat semua pasukan melihat pedang yang dimiliki oleh To nhi tentu merasa kagum dan meng kasiani gadis kecil yang menantang tuannya. Sedangkan Ji Nan dan Xioubou sudah berwaspada untuk melindungi junjungannya.


Sedangkan Xhi Wen mengeluarkan pedang kecil bahkan terlihat tumpul.


Saat Ji Nan melihat apa yang di keluarkan oleh Xhi Wen membuatnya terbelalak pasalnya yang di keluarkan oleh junjungannya bukan lah pedang biasa, pedang tersebut mampu membunuh hanya dengan mengarahkan pedang kearah lawan maka lawan akan menjadi debu.


Pedang ini juga bisa membunuh sendiri jika pemiliknya menyuruh pedang tersebut membunuh lawan secara perlahan namun sangat menyiksa.


Pedang Itu hanya di ketahui oleh keluarga Xhi Wen termasuk Ji Nan bahkan Xioubou pun tak tahu akan hal itu.


“ Ji Nan aku khawatir dengan putri, bagaimana bisa putri melawan tuan To nhi yang hanya menggunakan pedang tumpul sedangkan tuan To Nhi menggunakan pedang keramat.” Ucap Xioubou khawatir dengan Xhi Wen.


‘ bagaiman putri bisa tau akan pedang itu, apakah dia mengetahui cara menggunakan pedang tersebut?’ Batin Ji Nan.

__ADS_1


“ Ji Nannnn... kau tak mendengarkan ku hah, apa yang kau fikirkan? Putri sedang dalam bahaya mengapa kau malah termenung seperti ini. Aku tidak habis fikir dengan apa yang ada di dalam otak mu itu.” Kesal Xioubou yang tak mendapatkan respon dari Ji Nan.


“ kau tidak bisakah tidak teriak, kuping ku sakit sekali mendengar ocehan mu itu. Kita hanya perlu berwaspada saja dan percaya akan apa yang di lakukan oleh putri. Jangan bersikap gegabah, dan malah membuat putri marah.” Balas Ji Nan sambil mengusap kuping nya.


“ aku benar benar tak habis fikir dengan jalan fikir mu itu.” Balas Xioubou yang masih kesal dengan Ji Nan dia menjadi semakin marah karena melihat Ji Nan seperti tidak peduli kepada sang junjungan.


To nhi pun mengambil langkah terlebih dahulu menyerang Xhi Wen, sedangkan Xhi Wen hanya mempertahankan diri dan belum menyerang.


Semua pasukan hanya menonton peperangan antar keduanya.


‘ mengapa putri tidak menyerang sampai sekarang, apakah putri belum mengetahuinya, Ini bisa gawat.’ Bantin Ji Nan dan kini dia muli gelisah.


“ apakah kau sudah sadar hah?” Ucap Xioubou masih kesal.

__ADS_1


__ADS_2