
Mereka pun berdiri, hingga pemimpin pendekar itupun buka suara
“maafkan kelancangan kami yang mulia jendral, tidak seharusnya kami bersikap lancang seperti tadi.” Ucap sang pemimpin.
“ tak apa jika benar apa yang kalian katakan jika ada banyak orang-orang yang memakai namaku untuk menipu kalian, hal tadi sudahlah sangat wajar dan bahkan aku senang jika kalian tidak mudah percaya itu hal yang bagus.” Balas Xhi Wen.
“ terima kasih pujiannya yang mulia jendral. Dan yang mulia silahkan masuk.” Ucap sang pemimpin dan Xhi Wen pun masuk.
Pemandangan yang begitu mengerikan untuk dilihat, Xhi Wen sangat mudah merasa nyeri jika melihat anak kecil dan lansia terluka dengan ketidak berdayaan mereka, faktor umur yang membuat mereka rentan akan kematian begitu dekat.
Dia pun meminta semua yang sakit dan sekarat di baringkan, sedangkan yang tidak kenapa-kenapa di suruh keluar dari tenda. Merekapun mengikuti perinta Xhi Wen dengan cepat tampa membantah ataupun bertanya.
Saat mereka semua telah keluar Xhi Wen memejamkan matanya dan mulai mengeluarkan kekuatan tapi saat ingin mengeluarkan kekuatan Ji Nan bertelepati untuk mengeluarkan nya dari ruang dimensi untuk mempermudah dan mempercepat penyembuhan para rakyat.
Xhi Wen pun meng-iyakan dan mengeluarkan Ji Nan dari ruang dimensi. Tapi yang terjadi semua yang ada di ruang dimensi ingin keluar untuk membantu dan hal asil mereka semua keluar.
Mereka pun mulai dengan kesibukan masing masing untuk menyembuhkan para rakyat yang terluka.
Saat semua telah sembuh Xhi Wen di buat agak bingung dengan salah satu mayat yang berpakaian serba putih badannya yang besar dengan otot yang besar pula.
__ADS_1
Hingga Xhi Wen meminta Ji Nan untuk memeriksa orang tersebut.
“ putri dia adalah seorang pendekar terkuat di di desa ini, aku rasa dia tiada karena membuat dirinya sebagai umpan untuk menarik para manusia setan itu sendirian.” Jelas Ji Nan.
“ apakah dia pendekar hebat, boleh aku tau apa saja kekuatannya Ji Nan.” Ucap Xhi Wen.
“ baik putri aku akan melihatnya.” Balas Ji Nan.
“ dari yang aku analisis dia seorang kultivator tingkat dewa 2 sudah sangat kuat putri, dan elemen yang ada pada dirinya ada 3 . Elemen kegelapan ehm ini agak sedikit melenceng putri aku rasa dia mati juga di karenakan elemen kegelapan yang sedikit demi sedikit menelan jiwanya. Terus ada elemen api, ini cukup kuat putri sudah berada di tingkat merah, elemen satu lagi ini adalah elemen tanah putri.” Jelas Ji Nan.
“ baik kerja bagus Ji Nan, hem baiklah, apakah elemen kegelepanya sudah lenyap?” Tanya Xhi Wen.
“ belum putri.”
“ kita harus menghidupan 5 orang ini untuk kepentingan desa, apa kau sudah siap, kakak rasa kekuatanmu juga sudah oke, kita bisa meminta bantuan kepada mereka jika kekuatan kita tidak cukup, bagaimana?” Tanya Xhi Wen.
“ tidak masalah kakak.”
“ baiklah semuanya kita akan menghidupkan 5 orang ini yang di mulai dari yang terkuat di antara kelima pendekar kuat ini.”
__ADS_1
“ baik putri/ kak .” Jawab mereka kompak.
Mereka pun mulai dengan ritual dan mentranfer kekuaatan kepada Chang An.
Hingga sekitar 1 jam yang dihabiskan untuk menghidupkan satu orang.
Orang yang hidup itupun merasa heran setengah mati, bukankah dia telah di pertemukan dengan malaikat maut. Lalu mengapa bisa kembali ke dunia.
Dan yang anehnya, dia merasa lebih sehat dan lebih bertenaga dari sebelumnya, merasa lebih kuat, elemennya sangat hidup dan kuat, begitu juga di kultivasinya meningkat pesat hinga 5 tingkatan.
“ apakah kalian lelah?” Tanya Xhi Wen.
Meskipun mereka orang yang terkuat, tetapi menghidupkan mereka yang sudah tiada untuk hidup kembali itu tidaklah mudah. Banyak sekali kekuatan yang terkuras habis.
“ kami masih kuat putri jika putri masih kuat kita bisa melanjutkan orang kedua.” Ucap Xioubou yang berbohong padahal dari wajah wajah mereka sudah terlihat bahwa mereka sudah pucat, tidak berenergi.
“ hahaha baiklah jika begitu kita lanjutkan.” Ucap Xhi Wen yang sengaja melanjutkan untuk melihat tekat Xioubou.
“ baik.” Ucap mereka semua.
__ADS_1
Hal itu dibuat senang oleh Xhi Wen.
“ ya kita lanjutkan dengan mengisi perut terlebih dahulu.” Ucap Xhi Wen yang menbuat mereka sedikit lega, mereka tentu sangat lemah dan lapar.