Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
artis komedi


__ADS_3

' aneh sejak kapan aku bisa mendengar ucapan batin seseorang ' batin xhi Wen tercengang saat mendengar suara batin tabib Abal-abal itu.


' ji nan apakah kau bisa mendengar panggilan ku' ucapnya dalam mencoba bertelepati dengan ji nan di dalam ruang dimensi.


' yaa putri hamba mendengarnya, ada yang bisa saya bantu putri?' ucap Ji nan.


' aneh aku bisa mendengar suara batin tabib di depan ku ini, apakah kau tau kenapa bisa seperti itu ?' tanya nya .


' hamba akan mencari tau putri, tapi putri sepertinya hamba merasakan suatu keganjalan di dalam ruang dimensi ini, bisakah putri datang kemari dan melihatnya sendiri?' tanya ji nan dalam telepati nya.


xhi Wen kini dapat melihat bahwa tabib itu mendekati kaisar.


' baiklah jika disini sudah lebih tenang nanti aku akan kesana segera' balasnya dan mengakhiri telepati mereka.

__ADS_1


" yang mulia mohon ampuni hamba yang mulia, hamba tidak dapat mengurangi penderitaan yang mulia permaisuri." ucap nya yang terlihat sedikit sedih dan di seduhkan dengan drama.


melihat itu kaisar dengan cepat menoleh ke Xhi Wen dan Xhi Wen hanya terkekeh dan mengangkat alisnya memberi kode dalam berdrama.


" tidak apa apa tabib, kau tak perlu meminta maaf.” Ucap Kaisar yang ikut ambil dalam drama sang tabib.


“sepertinya virus ini mematikan sehingga sampai Sekarang belum juga dapat hamba pecahkan yang mulia, maaf kan hamba. sepertinya permaisuri tidak akan lama lagi." ucap nya dengan mimik wajah sedih.


melihat tabib itu didalam hatinya tertawa bahak dengan ucapan tabib yang begitu dramatis dan berbagai macam hinaan yang dilontarkan oleh Xhi Wen di dalam hatinya.


begitu pun dengan kaisar Jian yang sudah memerah bukan menahan tangis atau emosi tetapi menahan tawa karena dia sempat melihat sekilas ekspresi Xhi Wen yang juga sama dengannya saat ini, Jian Po pun menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan bermaksud melegakan rasa tawa nya bukan menghela nafas untuk kesedihannya.


" baiklah tabib kau boleh pergi, terima kasih sudah membantu mengobati istriku." drama sang kaisar.

__ADS_1


' hahah wahh kaisar kau akan mendapatkan piala award karena drama mu ini ' batin xhi Wen yang tersenyum tipis namun dapat dilihat oleh sang kaisar.


" baiklah yang mulia, tetapi saya ingin mengatakan sesuatu. seperti nya sang permaisuri seharusnya masih dalam ke adaan seperti sebelumnya, dia seperti di racuni sehingga saat ini kondisi nya lebih buruk" ucapnya lagi. ia bermaksud ingin memfitnah gadis kecil yang ada di belakangnya.


" maksud mu tabib?".


" ya yang mulia seharusnya permaisuri masih bisa di sembuhkan tetapi hamba rasa ada yang meracuninya. yang mulia bolehkah saya bertanya apakah gadis kecil ini pernah mencoba mengobati sang permaisuri?" tanya nya yang mengambil langkah untuk memojokkan xhi Wen.


' gadis kecil aku ingin melihat seberapa berani nya kau, sehingga kau berani mencoba untuk mengobati permaisuri , kau hanya bocah tengik tapi sudah berani untuk mengobati nya, hmm sepertinya dia malah memperburuk keadaan permaisuri , aku sebenarnya beruntung tapi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menjatuhkan mu hahaha ' batin tabib.


' what apa yang dia bilang? gue ga salah dengar ?, hellooo siapa Lo beraninya ingin menjatuhkan gue , punya apa Lo ?, sekuat apa Lo? dengan jentikan jari gue lu pasti bakal KO hahaha ' ucap xhi Wen dan seketika ia mulai merasa ada yang janggal .


' ji nan nanti jam 12 malam aku akan ke ruang dimensi untuk melihat apa yang kau katakan , aku merasa janggal karena aku terus mendengar ucapan batin kakek tua ini '

__ADS_1


akhirnya xhi Wen pun menghubungi ji nan dengan ber telepati .


' baiklah putri hamba akan menunggumu ' balas ji nan kemudian telepati mereka hanya sampai disitu.


__ADS_2