
“ benarkah?.” Tanya Chang an sambil menyunggingkan senyumnya.
“ hahaha begini saja aku akan membiarkanmu untuk menyerang aku sendiri saja sebanyak 10 kali, jika kau bisa membuatku bergerak 5 langkah maka aku akan mengaku kalah darimu, hahahhaha..” tantang salah satu pengawal tersebut.
“ hahahha..” Yinfai tertawa mendengar tantangan dari sang pengawal, pengawal yang mendengar merasa kesal, entah kenapa gelak tawa dari Yinfai membuatnya naik darah.
“ kenapa kau tertawa, apakah kau sama gilanya dengan adik mu itu.” Ucap pengawal satunya yang ikut kesal.
“ hahaha aku masih normal, yang gila itu kalian. Sudah berada di depan pencabut nyawa masih berlagak membiarkannya menyerang duluan, jadi siapa yang gila? Hahaha.” Jawab Yinfai.
'kenapa kak Yinfai percaya diri seperti itu, apakah Chang an sehebat itu, tapi bukankah kekuatan dia dan pengawal sangat berbeda jauh, satu tingkat saja sudah seperti langit dan bumi.' Shu he yang memperhatikan pun merasa bingung sambil menggarukan kepalanya yang padahal sama sekali tidak gatal.
“ hahaha.. dia?, pencabut nyawa?, apa kau benar sudah kehilangan akal. Siapa yang akan mempercayai bualan bodohmu itu.” Ucap pengawal ketiga.
“ kau benar aku memang bukan pencabut nyawa untuk orang-orang.” Ucapannya terpotong, dan membuat raut wajah ketiganya kembali meremeh.
__ADS_1
“ tapi aku akan menjadi pencabut nyawa kalian bertiga.” Lanjutnya yang langsung membuat ketiganya terdiam sedetik dan langsung tertawa.
“ lucu sekali kau ini, cepat seranglah sudah cukup menunda kematianmu.” Balas pengawal yang menantang tadi.
“ baiklah akan aku kabulkan permintaan kalian yang ingin aku menyerang duluan, 10 serangan?,heh bahkan satu seranganku saja sudah tidak tau kau akan mundur sejauh apa.” Lanjut Chang an lagi sambil menyeringai bak iblis yang sudah melihat mangsa.
Seketika ketiganya sedikit dibuat gemetar tapi mereka masih percaya diri dengan perbedaan tingkat yang cukup jauh.
Mereka pun keluar dari gubuk karena di depan gubuk cukup luas maka mereka akan mulai disana.
Chang an masih santai, tetapi berbeda dengan pengawal yang menantang sudah berdiri tegap dengan lengannya di lipat lebelakang.
Saat terjatuh, terlihat bahwa wajah dari pengawal itu sidab biru dengan benjolan yang besar serta darah yang keluar dari hidung dan mulutnya.
“ apa yang terjadi, ba-bagaimana bisa? Bahkan aku tidak melihat dengan jelas dan tak merasakan aura kultivasi.” Ucap Shu he terbelalak tak percaya.
__ADS_1
“ kau akan sepertinya juga tidak lama lagi, dia memang menyerang tampa menggunakan ilmu ataupun elemen, murni fisik saja.” Balas Yinfai.
“ wahh keren, apa benar aku akan menjadi kuat seperti Chang an?” Tanyanya dengan antusias.
“ bisa dan bahkan lebih kuat asalkan.” Ucapannya terpotong dan menunjuk dada Shu he.
“ asalkn tekatmu besar dan kuat.” Lanjut Yinfai dan dia kembali melihat pertarungan.
' apa itu benar, baiklah aku akan bertekat menjadi kuat agar tidak menyusahkan kalian dan aku juga bisa membantu kalian nantinya, seperti kalian yang membantu hidupku saa ini, terima kasih.' Batin Shu he dan ia pun juga kembali melihat pertarungan.
Semua warga yang awalnya tidak tau, karena mendengar suara gaduh merekapun berkumpul.
“ eh eh eh kenapa ini, kenapa pengawal itu bisa menjadi bonyok seperti itu, siapa yang begitu hebat memprovokasinya, mereka terlalu berani. Ucap salah satu warga.
“ benar, apa kau dengar bahwa pendatang baru sudah memprovokasi Gu qinfeng putra tunggal kepala desa, aku rasa pengawal itu ingin menangkapnya.” Ucap warga satunya lagi.
__ADS_1
“ tapi perbedaan mereka sangat jauh, aku rasa dia melakukan kesalah saat menyerang karena terlalu meremehkan, ada baiknya dia seperti itu, itu membalaskan perbuatan dia selama ini, aku sudah sangat geram dengan sikap mereka yang kasar.” Balas warga lainnya.
“ kau benar, semoga saja mereka kena karmannya.” Dan yang lain pun mengangguk, diam diam mendukun Chang an yang masih berdiri santai seperti tidak melakukan apapun.