
Besok paginya Xhi Wen kembali ke kekaisaran Jian.
Dan kini semua orang telah berkumpul di depan istana untuk mengantar Xhi Wen pergi dan juga anggota kekaisaran lainya.
“ kaisar Xio terima kasih atas kenyamananya saat hamba ada disini dan juga terima kasih atas hadiahnya.” Ucap Xhi Wen.
“ jendral, mau berapa kali jendral ingin berterima kasih pada Zhen. Seharusnya kami dari kekaisaran ini yang sangat berterima kasih atas bantuan jendral.” Ucap kaisar Xio dengan tawaan kecil.
“ baiklah kaisar hamba akan kembali sekarang, kapan ada waktu, hamba akan berkunjung.” Jawab Xhi Wen dan di angguki oleh kaisar Xio.
“ begitu pun kami kaisar Xio, terima kasih atas kenyamanannya dan juga acara kemarin sangat menghibur.” Ucap Jian Chu. Dan anggota kekaisaran lain yang juga mengucapkn terima kasih sekaligus pamit dan di tanggapi oleh kaisar Xio yang juga berterima kasih kepada mereka semua karena dapat hadir di acaranya.
Xhi Wen sendiri naik di atas kuda bersama rombongan kekaisaran Jian.
“ hmm gege, apa kau yakin soal pemuda yang menjadi pasangan kelompok ku kemarin itu adalah kaisar awan tingkat gold?” Tanya Xhi Wen, dia betul-betul sangat penasaran oleh pemuda itu.
__ADS_1
“ iyaaa, emang ada apa. Ahh jangan jangan kau menyukainya.”
“ gege apa apaan, aku hanya merasa bersalah karena aku dia mendapat luka tanaman beracun.” Elak Xhi Wen.
“ hahaha baiklah baiklah.”
3 hari pun berlalu begitu saja hingga mereka sampai di desa luye.
Tampak disana seperti sedang terjadi pembantaian yang menyisakan banyak mayat-mayat rakyat disana.
Tentu saja mereka syok, ada apa ini, apa yang sedang terjadi?. Itulah yang ada difikiran mereka yang baru saja sampai di desa yang kini berlumuran darah.
“ kau benar Wen'er, sepertinya kita terlambat untuk membantu mereka.” Jawab Jian Chu yang juga mengikuti langkah kuda Xhi Wen.
Xhi Wen merasakan hawa keberadaan manusia yang berasal dari suatu gubuk yang tampak hampir roboh itu.
__ADS_1
Pelan pelan Xhi Wen mendekat ke gubuk tersebut, semakin dekat semakin kuat hawa keberadaan nya, jian chu pun masih mengikuti Xhi wen dan merasa heran.
“ wen-,”
“ shuuttt.”
Seketika Jian Chu terdiam, dia sangat penasaran mengapa Xhi Wen mengendap edap masuk dan mengarah ke gubuk yang hampir roboh itu sedangkan tidak ada siapapun di desa itu.
Dengan perlahan Xhi Wen membuka gubuk tersebut. Dia terus berjalan dan ternyata gubuk itu cukup luas sehingga Xhi Wen mencari cari keberadaan seseorang tersebut.
Dan sampai lah dia di sebuah kamar yang cukup luas, dan tampak seperti ada satu lemari yang di kunci dengan begitu kuat yang membuat siapa saja tidak dapat membukanya, karena pintu itu di pasang formasi pelindung untuk menjaga isi dari lemari itu.
“ hemm.” Ucap Xhi Wen sambil melirik sekeliling.
Dan dia melihat ada satu mayat yang tergeletak di bawah kasur.
__ADS_1
“ apakah sebelum nyawanya melayang dia sengaja menyembunyikan tubuh nya di bawah kasur?” Tanya nya yang membuat Jian Chu semakin penasaran.
“ gege, wen’er kalian berdua, mengapa kalian meninggalkan aku bersama prajurit.” Pekik Jian Ming yang mengejutkam mereka berdua.