
Perang pun selesai dan dimenangi oleh kekaisaran Jian.
Ya walaupun pasukan istana tidak melakukan apa-apa dan hanya menonton saja.
***
Ke esokan paginya seperti biasa semua anggota kekaisaran jian sudah berada di ruang persidangan.
Saat persidangan di mulai yang pertama, adalah kedatangan sekelompok pasukan yang dipimpin oleh panglima Shi Rui bersama kasim Luei yang baru saja sampai dan ingin melaporkan hasil tugas mereka.
“ hormat kami yang mulia, sesuai dengan perintah anda, hamba sudah menyelesaikan tugas di desa yujing, dan nona Xhi Wen juga membantu kami untuk memperindah desa itu.” Ucap kasim luei dengan tersenyum gembira dan menatap Xhi Wen yang duduk di pinggir dimana tempatnya memang disediakan disana.
“ Zhen sangat bangga kepadamu dan pasukanmu kasim luei.” Ucap Jian Po.
“ ini semua berkat nona Xhi Wen yang mulia.” Balasnya.
__ADS_1
“Benar yang mulia kami juga telah berhasil mengalahkan dan memusnahkan para bandit di desa lujian yang mulia itu juga berkat dari strategi nona Xhi Wen.” Ucap Shi Rui yang dengan bangganya mengarahkan tangannya ke Xhi Wen sebagai tanda bahwa dia sangat bersyukur Xhi Wen membantunya.
“ wah nona Xhi Wen, zhen tidak tau harus berkata apa lagi, semua masalah di kekaisaran jian semua dibantu olehmu nona, bahkan saat kekaisaran ini diserang kau juga membantu. Dengan begitu zhen memutuskan bahwa akan mengabulkan 10 permintaan apapun itu nona Xhi Wen.” Ucap Jian kepada Xhi Wen.
Semua yang berada di ruang persidangan menjadi sangat bersemangat dan penasaran akan apa yang akan diminta oleh gadis kecil itu.
“ maaf yang mulia, bukan maksud hati ingin mengecewakan yang mulia atau menolak pemberian yang mulia, tetapi saya melakukan nya tulus dan murni hanya untuk membantu sesama manusia, bukan untuk meminta imbalan yang mulia.” Balas Xhi Wen.
Mendengar balasan Xhi Wen membuat semua yang ada di persidangan menjadi adem dan sangat mengagumi kebaikan hati yang tulus dari Xhi Wen.
Author lupa ngasih tau ya berapa umur pangeran mahkota dan putri Jian Ming.
Jian Chu berumur 13 tahun dan Jian Ming berumur 10 tahun sama dengan umur Xhi Wen tetapi masih tua an Xhi Wen.
Lanjut kecerita.
__ADS_1
Melihat tatapan kakaknya Jian Ming langsung menggoda kakaknya.
“ ehmm lumayan juga ya pilihan gege.” Goda Jian Ming.
“ Ming’er kau ini tidak bisa diam apa.” Elak Jian Chu yang merasa malu.
“ hahahahaha gegeku memang manis.” Goda Jian Ming lagi. Dia sangat lucu melihat tingkah kakaknya yang tak pernah ia lihat.
“ jika itu pilihan dari nona Xhi Wen, zhen tidak akan memaksa, tetapi jika nona Xhi Wen tidak bisa menolak titah zhen kan.” Balas kaisar Jian lalu ia berdiri dan seluruh orang yang ada di istana juga ikut berdiri.
“ sebagai ganti dari hadiah yang Zhen berikan kepada nona Xhi Wen, sebagai kaisar di kekaisaran ini, zhen mengakat nona Xhi Wen menjadi jendral wanita pertama di dunia ini.”
Semua orang dipersidangan pun berdiri, mereka tidak kecewa maupun menolak tetapi mereka malah sangat senang, karena menurut mereka Xhi Wen memang pantas untuk menjadi jendral, mereka tidak masalah berapapun usia mereka jika sudah layak maka tidak akan ada yang menentang, apalagi ini adalah titah dari kaisar langsung.
Xhi Wen juga tidak menolak, dia berfikir menjadi jendral tidak lah buruk. Toh dia pernah menjadi bos sekaligus memimpin pasukannya sendiri sebagai pembunuh yang sangat terkenal serta sangat kejam.
__ADS_1