
Semua rakyat dan prajurit pun melakukan kerjanya masing masing ada yang menggali tanah ada yang menepatkan tanah tak jauh dari sana ada yang mengumpulkan batu batu. Bahkan Ji Nan dan Xioubou ikut dalam pekerjaan ini yang membuat pekerjaan lebih terasa ringan karena bertambah nya anggota dan canda tawa mereka sembari mengobrol saat bekerja.
Mereka pun terus bekerja tak henti. Jikapun berenti mereka hanya berhenti sejenak untuk makan,rehat sejenak dan mandi.
Sedangkan xhi wen hanya memperhatikan seperti seorang mandor yang kadang kala mengatur jalannya pembuatan sungai, sesekali dia membantu para rakyat wanita untuk menyediakan makanan.
Tak terasa 2 hari 2 malam pun pekerjaan itu telah selesai dengan cepat di luar dugaan dikarenakan semua rakyat dan peajurit bersemangat dalam bekerja.
“Wah lihatlah betapa indahnya sungai ini. Mereka terus mengalir bahkan jarak dari atas sini ke air sangat lah jauh jika terjadi nya hujan maka kita tidak akan banjir lagi.” Ucap seorang rakyat wanita paruh baya.
“ kau benar ibu zhou ini sangat indah bahkan aku bisa melihat ikan ikan yang kesana kemari juga ikut senang.” Ucap wanita lainnya.
Semua warga dan prajurit sangat senang.
Kini mereka semua telah duduk melingkar sembari menghangat kan diri. Karena hari sudah gelap jadi para prajurit menghidupkan api unggun. Sedangkan wanita sedang menyiapkan makanan, kue kering dan minum.
“ nona Xhi wen apa yang selanjutnya kita lakukan nona?” Tanya kasim.
“ kasim apakah kau sudah membawa apa yang aku inginkan?”
“Sudah nona Xhi wen saya sudah meletakkan di tenda disana nona.”
“ baiklah untuk sementara kalian istirahatlah sehari. Lalu kalian semua bawa barang yang tak berguna seperti kaleng ini yang bisa menampung tanah dan tanaman serta ada lubang di bawah untuk mengeluarkan air dari dalam.”
__ADS_1
“ siap nona.” Balas semuanya.
“ kalau begitu mari makan semua.” Pekik Xhi wen.
Dan mereka pun makan.
Saat semua selesai mereka pun kembali ke tenda masing masing untuk beristirahat.
Sedangkan kasim dan paman Zhiang di panggil oleh Xhi wen.
“ ada apa nona?”
“ iyaa apakah terjadi sesuatu gadis kecil?”
“ apa itu?” Balas mereka serempak.
“Begini aku minta para prajurit besok untuk menggali halaman rumah para rakyat, tak perlu besar dan dalam cukup segini dan kedalaman hanya 2 dm saja. Buatlah mereka mengalir dan sambungkan ke sungai terdekat.”
“ baik gadis/ nona.” Balas mereka kompak.
“ tapi gadis kecil bolehkah aku bertanya itu untuk apa?”
“ saluran itu di sebut got paman fungsinya jika terjadi hujan maka halaman di depan rumah rakyat tidak akan tergenang oleh air.”
__ADS_1
“ wahhh anda benar gadis kecil. Baiklah kami akan melakukannya.”
“ terima kasih paman, kasim. Kalau begitu saya pamit duluan ke tenda.”
“ tentu.” Ucap keduanya.
Saat mereka tinggal berdua bukannya balik ketenda masing masing malah saling duduk.
“ kasim nona Xhi wen berasal dari kekaisaran mana dan siapa prang tuanya. Aku pastikan jika orang tua dia tau maka mereka akan sangat bangga.”
“ kau benar tuan Zhiang. Dia juga begitu cantik, baik dan ramah sekali.”
“ ya kau juga benar kasim. Aku hanya tak habis fikir, usia anak itu masih 10 tahun, hayolah 10 tahun terlalu kecil untuk melakukan hal seluar biasa ini.”
“ jangankan kau ketua aku saja sudah sangat pusing untuk memikirkannya.”
Sedangkan dari kejauhan.
“ bagaiman hasilnya ying?”
“Apakah kau sudah mendapatkan yang aku perintahakan?”
“ tentu yang mulia. Tetapi ada satu hal yang janggal yang mulia.”
__ADS_1