
“ aku juga putri, jika begitu aku akan bersemedi untuk mencapai tingkat ilahi 3 hingga sampai disana aku akan menunggu putri menerobos ke ranah reinkarnasi.” Ucap Ji Nan.
“ aku juga putri.” Ucap Xioubou.
“ ya aku juga putri.” Ucap Tangli.
“ aku juga kakk.” Ucap Yinfai.
Melihat semangat mereka membuat Xhi Wen tersenyum dan berkaca-kaca.
“ ah iya fai'er kau sudah menerobos ke gold 1 sayang dan kekuatan mu luar biasa, sudah bisa membunuh 3 orang sekaligus di tingkat gold 3. Tapi elemen kegelapanmu musti harus di kuatkan lagi, belum mencapai sempurna sayang.” Ucap Xhi Wen.
“ hem baik kaka, aku akan menguatkan lagi dan menerobos lagi.” Balas yinfai.
“ fai'er kau bisa keluar untuk mencoba keahlian mu, materi saja tidak akan menguatkan tenaga dalammu, latihan fisik lebih utama dalam pertarungan sayang, sedangkan keahlian bertarungmu masih sangat lemah. Setelah an'er bangun kita turun kedunia bawah ya, kakak akan kenalkan kamu kepada seluruh anggota.” Ucap Xhi Wen.
“ baik kakak, aku senang sekali dapat ikut bersama kakak.” Balas Yinfai.
__ADS_1
“ uhuk.. uhuk.. uhukkkk... kak Xhi Wen.” Ucap Chang An dengan suara lemahnya.
“ kakak disini sayang, apakah kau sudah baikkan..” tanya Xhi Wen yang langsung mendekat ke kasur Chang An.
“ sudah baikkan kak, kak apakah Gege itu berhasil kita selamatkan?” Tanya nya langsung.
“ untuk soal itu kakak belum bisa memastikan An'er, saat sadar kakak langsung membawa mu kesini.” Balas Xhi Wen.
Mendengar ucapan Xhi Wen membuat Chang An baru menyadari bahwa kini dia di tempat yang berbeda.
“ kak apakah kita berada di kekaisaran lain?” Tanya Chang An.
Xhi Wen juga mengajarkan Chang An tentang kekuatan kultivasi dan kekuatan bertarung.
Xhi Wen yang kasihan dengan Chang An karena belum sama sekali di ajarkan tentang hal ini oleh keluarganya. Tetapi Xhi Wen berfikir bahwa anak ini tidak di ajarkan karena keluarganya begitu menyayanginya hingga tidak tega atau memang keluarganya menutupi hal ini.
Mengingat harta yang berada di cincin ruang serta kitab-kitab jurus andalan klan mereka membuat Xhi Wen mengira bahwa mereka memang berasal dari kekaisaran awan, sengaja turun untuk mencari kedamaian.
__ADS_1
Xhi Wen pun keluar tetapi tidak dengan Chang An, tetapi dengan Yinfai.
Mereka keluar langsung di sambut oleh sang kaisar di depan pintu ruangan Xhi Wen.
“ salam hamba yang mulia, perkenalkan ini adik kecil hamba namanya Yinfai.” Ucap Xhi Wen memperkenalkan Yinfai.
“ salam hormat saya yang mulia kaisar.” Sapa Yinfai.
Melihat sosok yang di kenalkan oleh Xhi Wen membuat kaisar mengernyit.
Kenapa tidak? Karena tubuh yang dikatakan adik oleh Xhi Wen lebih besar darinya dan umurnya juga lebih tua dari Xhi Wen yang masih berusia 15 tahun. Tapi kaisar Jian tidak mempermasalahkan dan tidak berfikir jauh lagi.
“ halo Yinfai, tetapi dimana Chang An Jendral?” Tanya kaisar.
“ dia sedang beristirahat di dalam yang mulia, ada apa yang mulia mencarinya.” Tanya Xhi Wen.
“ zhen hanya tak melihat dia, bukankah dia juga pingsan bersamamu jendral.”
__ADS_1
“ ya benar yang mulia. Ah ya apakah jasad putra mahkota sudah di kremasi? Maafkan hamba tidak dapat ikut karena hamba sangat lemah dan lelah akan pertarungan pada waktu itu.” Bohong Xhi Wen dia sengaja menutupi dan juga tidak ingin kelihatan bahwa mereka berusaha menghidupkan kembali Jian Chu.
“ hemm bagaimana Zhen menjelaskannya, entah bagaimana bisa itu terjadi yang jelas kini Jian Chu kembali hidup bahkan lebih kuat dan sehat dari sebelumnya.” Balas kaisar dengan menggaruk tengkuknya yang gatal. Dia sangat bingung bagaimana menjelaskannya kepada Xhi Wen sedangkan dia sendiri tidak tau bagaimana itu bisa terjadi.