Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Kembali kekaisaran Jian(revisi)


__ADS_3

Saat mereka datang, sudah tidak ada siapapun, yang ada hanya Xhi Wen seorang, dengan luka yang sebentar lagi tertutup dengan sendirinya.


“ Jendral apakah mereka telah melarikan diri?” Tanya panglima kepada Xhi Wen.


“ ah panglima, mereka sudah ku habisi tampa sisa, mereka telah membuat putra mahkota kehilangan nyawanya. Ahh ya bagaiman jasad gege, apakah sudah di kremasi?” Tanya Xhi Wen yang langsung berdiri mengingat jasad Jian Chu.


“ apakah jendral melawan mereka sendiri?, ah itu belum jendral, Chang An mengatakan bahwa kami harus menunggu jendral pulang.” Yang tercengang dengan perkataan Xhi Wen.


Bukankah tadi putri mahkota mengatakan bahwa musuh mereka tadi sangat kuat, bahkan mereka tidak segan membunuh putra mahkota kekaisaran terbesar di benua ini.


“ apa, mengapa demikian. Baiklah ayo kita kembali.” Ucap Xhi Wen dan mereka pun kembali.


...


Sesampainya di kekaisaran Jian, Xhi Wen langsung pergi keruangan dimana jasad Jian Chu berada.


Kedatangan Xhi Wen langsung di sambut oleh semua anggota, mereka berduka tetapi juga bersyukur Xhi Wen kembali pulang dengan selamat.

__ADS_1


Jian Ming langsung memeluk Xhi Wen saat itu juga.


” Wen'er syukurlah kau tak apa-apa aku yakin kau bisa melawan mereka semua.” Ucap Jian Ming dalam pelukan Xhi Wen dengan air mata yang mengalir.


Xhi Wen pun melepaskan pelukan itu dengan lembut, dan mengusap pipi Jian Ming yang sudah basah dan mengelus pucuk kepala Jian Ming, membuat Jian Ming merasa tenang.


“ Ming'er tenanglah, tidak apa-apa jangan menangis, mungkin sudah takdirnya kita kehilangan gege. Jangan menangis lagi, lihatlah matamu sudah sangat bengkak, apakah kau tidak malu di lihat oleh mereka semua.” Ucap Xhi Wen yang sedikit bercanda untuk menghibur sang sahabat dia selama disini.


“ Wen'er berhenti menggodaku.” Balas Ming'er yang sudah tenang.


Xhi Wen langsung menunduk.


” Maafkan hamba yang mulia, hamba pantas dihukum karena tidak bisa menjaga putra mahkota.” Ucapnya yang masih menunduk, Xhi Wen benar benar merasa bersalah, Bagaimanapun Jian Chu begitu karena membelanya.


“ Zhen tidak marah padamu Jendral, kau sudah berhasil membunuh para bandit itu sudah sangat bagus, hanya menyayangkan harapan kekaisaran ini, tapi jangan merasa bersalah, kita masih punya Ming'er disini.” Balas kaisar Jian.


“ ayah aku tidak mau, aku tidak bisa ayah, hanya gege lah yang bisa menjadi masa depan kekaisaran ini, aku benar-benar tidak cocok ayah.” Elak Jian Ming, dia benar-benar tidak bisa, bukan karena tidak mau mengemban beban berat, tetapi dia berfikir jika dia yang menjadi kaisar selanjutnya, maka pertahanan di kekaisaran melemah. Sehingga memudahkan kekaisaran lain merebutnya.

__ADS_1


“ kakak Xhi Wen, bisakah aku meminta sesuatu.” Ucap Chang An yang mendekati Xhi Wen.


“ ya An'er. Ada apa?” Tanya Xhi Wen.


Chang An memberi tanda melalu lambaian tangan, meminta Xhi Wen menunduk, karena Chang An ingin mengatakan sesuatu yang privasi.


“ bisakah kakak meminta mereka semua untuk keluar sebentar kak.” Pinta Chang An.


“ apakah tidak sebaiknya kita saja yang keluar An'er?” Tanya Xhi Wen.


“ tidak kakak, gege ada disini jadi kita disini saja.”


“ An'er mengapa kita harus di sini.”


“ lakukan saja kak, aku akan berusaha untuk mengembalikan nyawa gege.”


Mendengar itu Xhi Wen tercengang, apakah anak ini bisa mengembalikan manusia yang telah mati?

__ADS_1


__ADS_2