
Mereka kini berada di sebuah hutan yang mesterius, ada banyak sekali binatang spritual yang berada disana.
Kini mereka tengah di hadang oleh hewan spritual yang berbentuk kalejengking tetapi kepalanya berbentuk anjing.
Binatang yang sangat beracun. Bisa dari ekornya mampu melumpuhkan mangsa dalam sedetik, dan dalam 5 menit maka mangsa akan mati.
Giginya yang sama berbisanya dengan bisa ekornya tetapi yang membedakan adalah yang menjadi mangsa tidak akan merasa sakit tapi dalam 10 menit akan langsung mati tampa ada gejala.
Xioubou yang kini menjadi manusia pun bersiaga untuk berubah menjadi hewan penguasa.
Xhi Wen yang melihat itu pun tersenyum.
“Xioubou binatang spirit best tingkat berapa ini?” Batin Xhi Wen yang bertelepati dengan Xioubou.
“ tingkat 8 puncak putri.” Ucap Xioubou.
Sedangkan tingkatan yang sudah termasuk binatang spirit best memiliki 10 tingkatan, awal menengah dan puncak.
Sedangkan kini Xioubou memiliki tingkat kultivasi, elemen dan spirit best tingkat 9 menengah.
“Bagus biarkan Yinfai yang mengambil alih masalah ini agar dia terlatih dengan binatang spirit best ini.” Ucapnya dan di iyakan oleh Xioubou.
“ Fai'er bisakah kau mengatasinya?” Tanya Xhi Wen.
__ADS_1
“ bisa kak.” Balas Yinfai senang, dia sangat excited karena dari awal latihan dia belum pernah turun tangan langsung karena dia dikelilingi oleh orang-orang yang kuat.
Yinfai langsung menerjang kalajengking tersebut tampa babibu.
Sang kalajengking yang merasa bahaya mendekat langsung memasang sikap waspada tinggi.
Melihat siapa yang menyerangnya dia pun tertawa.
“ hahahahaha hai bocah ingusan, apa kau sedang menantang maut?” Tanya kalajengking tersebut yang meremehkan Yinfai yang masih berusia 20 tahun sedangkan dia sendiri sudah hidup ribuan tahun.
“ hei kau jangan meremehkanku. Lawan saja dan lihat siapa yang akan berjumpa dengan maut.” Ketus Yinfai yang kesal karena profokasi dari sang kalajengking.
“ hahaha baiklah aku akan membuatmu memohon ampun.” Balas kalajengking.
“ cih jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil akan terjadi.”
Xhi wen yang melihat itu hanya menggelengkan kepala.
“ jika dia seperti itu, maka mudah bagi musuh mengalahkannya.” Gumam Xhi wen yang sedikit khawatir.
Xioubou yang mendengar itupun membuka suara.
“ apakah aku harus turun tangan putri?”
__ADS_1
“ tidak perlu kita lihat saja.” Ucap Xhi Wen.
Saat Xhi Wen kembali melihat Yinfai dia langsung terbelalak pasalnya yinfai hampir terkena bisa ekor sang kalajengking. Untungnya Yinfai sedikit gesit sehingga hal tersebut tidak terjadi.
Karena khawatir Xhi Wen pun berteleapti dengan Yinfai.
“Fai'er jangan gegabah, jangan meremehkan musuh, musuhmu ini kuat, berwaspadalah pada bisa ekor dan gigitanya.”
Yinfai yang mendengarpun mulai berwaspada dan sedikit mundur untuk mengatur strategi.
Kalejengking yang melihat itupun tersenyum sinis.
“ heh apa kau mulai ketakutan sekarang bocah?” Tanyanya. Yinfai tidak menjawab dan kini dia tersenyum.
Dia pun kembali menyerang dengan mengeluarkan pedang yang dia minta kepada pendekar di kota Luanshi saat berada disana.
Dengan yakin dan menekan auranya ke pedang dan mengarahkannya ke ekor kalajengking bermaksud ingin menebas ekor kalajengking dengan senyemuan yang mengambang.
Tapi saat telah melayangkan pedangnya, senyuman yang awalnya lebar kini terdiam. Dengan cepat Yinfai kembali ke posisi semula.
‘apa-apaan ini, mengapa kulitnya sangat tebal bahkan pedang yang aku tekan energinya tidak mempan sama sekali.’ Batin Yinfai.
Kalajengking yang mengetahui pikiran Yinfai pun tertawa.
__ADS_1
“ hahahahahhaa singkirkan pikiran bodohmu itu, apa kau fikir kau bisa menebas ekorku yang seperti baja ini? Hahahaha jangan bermimpi nak.” Ucap kalajengking yang tertawa dengan keras.
“ sial.” Umpat Yinfai.