Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Tragedi desa lujian II(revisi)


__ADS_3

Mendapat tatapan seperti itu membuat Xioubou kasihan, dia merasa berat memberikan jasad Jian Chu yang berada di dunia alam sadarnya.


Ya Xioubou mempunyai dunia alam sadarnya, namun tidak ada yang tahu karena dia sengaja menutupi kekuatannya selama dewi kematian pergi sebelum di gantikan oleh Xhi Wen sendiri.


“ maafkan aku yang mulia kasiar, aku tidak bisa menjelaskan hal ini padamu, ini adalah jasad anak sulungmu, aku harus pergi sekarang karena putri sedang dalam bahaya.” Ucap cepat dan langsung pergi setelah meninggalkan jasad Jian Chu.


Melihat kepala dan badan anaknya terpisah membuat hati sekeluarga perih bagai di tusuk beribu jarum yang tak terhenti, pedih, perih, kecewa, marah, dan sedih bercampur aduk.


anak yang di banggakan dan harapan besar oleh kaisar Jian serta ibundanya hancur begitu saja.


Semua orang menangis pilu, melihat itu Chang An ikut merasakan kepedihan orang tersebut dan juga ikut menangis.

__ADS_1


Dia juga baru di tinggalkan oleh ayahnya, dia tau rasanya kehilangan orang terdekat di kehidupannya.


“ paman kaisar jangan sedih, tunggu kak Xhi Wen pulang, aku akan membantu paman, paman.” Ucap Chang An sambil memegang pundak Kaisar Jian.


“ kau siapa, berani tidak sopan terhadap kaisar.” Ucap prajutit dan ingin mengusir Chang An.


Melihat itu Jian Ming cepat mengambil tindakan.


“ maafkan aku putri mahkota.” Ucap prajurit tersebut.


“ ayahanda, ibunda, kenalkan lah dulu dia Chang An. Adik angkat Xhi Wen yang baru. Aku belum bisa menjelaskan lebih detailnya. Aku rasa apa yang di katakan oleh Chang An benar adanya. Kita perlu menunggu Wen'er.” Ucap Jian Ming dan di anggukan oleh kaisar Jian.

__ADS_1


Kaisar Jian sendiri yang mengangkat tubuh tampa kepala itu masuk kedalam ruangan putra mahkota untuk di bersihkan lalu di letakkan di kasur milik Jian Chu.


Kaisar Jian , permaisyuri dan Jian Ming serta semua orang masih menangis. Berduka akan kehilangan harapan dan masa depan kekaisaran Jian.


“ bisa kau jelaskan nak apa yang terjadi?” Ucap Kaisar Jian kepada Jian Ming. Tentu saja mereka belum di jelaskan tentang apa yang telah terjadi.


“ ayahanda, saat kami pulang dari kekaisaran Xio kami melewati desa luye, dan pemandangan yang sangat tidak layak, desa itu hancur tak tersisa. Kami menemukan Chang An di salah satu rumah yang hancur setengah. Xhi Wen membawanya untuk menjadi adik angkatnya. Dan saat kami melewati desa cianlie, keadaannya sama ayahanda. Hancur tak tersisa, tidak ada yang selamat sedikitpun. Dan pada saat kami melewati desa lujian desa itu sudah berantakan, tetapi para prajurit penjaga masih berperang melawan orang itu.” Ucapnya yang sedikit menarik nafas mengingat bagaiaman gegenya di bunuh tepat di depan matanya dia mengeluarkan air mata saat mengingat kejadian itu.


“ saat itu Xhi Wen meneriaki mereka untuk berhenti, dan orang itu malah menggoda dan merendahkan Wen’er, gege tidak terima dan tampa aba-aba gege... merekaa melakukan itu kepada gege.. hiks hiks.” Ucapnya yang tak sanggup lagi menahan sesak di dadanya. Kejadian hari ini benar-benar sudah di luar nalarnya, kehilangan sosok kakak yang selalu menjaga dan menemaninya. Sangat hancur.


“ pantas saja sudah seminggu ini prajurit jarang sekali memberikan kabar situasi setiap desa. Nakk.. siapa orang itu, ayah tidak akan bisa menerimanya lagi.” Ucap kaisar Jian yang kini berdiri hendak pergi namun di tahan oleh Chang An.

__ADS_1


__ADS_2