Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Mengantar Xhi Wen(revisi)


__ADS_3

Dengan lembut Jian Chu mengusap pucuk kepala Xhi Wen yang ternyata menahan tangis namun akibat belaian Jian Chu menghancur semuanya.


“ siapa yang menyuruhmu mengusap kepala ku gege?” Pekik Xhi Wen seperti anak kecil yang merengek kepada sang kakak.


“ haha maafkan aku yang telah menghancurkan ketahanan matamu.” Ucap Jian Chu yang mengerjai Xhi Wen.


“ putra mahkota apa yang kau lakukan pada putriku.” Ucap permaisyuri.


“ ah ibunda dia juga Wen’erku.” Elak Jian Chu.


Sedangkan yang lain tertawa melihat ibu dan anak tersebut.


“ sudah sudah sudah, kalian menghabiskan waktu jendral kesayangan Zhen. Kalian tau waktu sedetik saja sangat berharga baginya sehingga tidak ingin berlama-lama lagi.” Ucap kaisar Jian yang mengerjai Xhi Wen.


“ ya kau benar suamiku. Putri pertamaku telah pergi ke suaminya dan sekarang putri bungsuku sudah tidak tahan lagi berlama-lama di kediaman kita” Ucap permaisyuri.


“ aku setuju kepada ayahanda dan ibunda. Adiku satu ini memang tidak bisa diam dan duduk manis saja. Diam sedetik saja sudah membakar rambutnya.” Sambung Jian Chu.


“ tidak bukan begitu aah” Xhi Wen sampai tidak bisa berkata-kata lagi membuat semua orang tertawa. Xhi Wen yang melihat itu merasa kesal.


“ kalian mengerjaiku.”

__ADS_1


Dan lagi-lagi membuat semua orang tertawa.


Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki kecil berlari menghadap Xhi Wen.


“ kakak kakak kakak.” Tapi di hentikan oleh penjaga.


“ biarkan saja.” Ucap Xhi Wen, dan anak tersebut kembali berlari menghadap Xhi Wen.


“ ada apa adik kecil? Apa yang membuatmu berlari kesini.” Tanya Xhi Wen lembut.


“Nah.” Ucap anak kecil tersebut sembari memberikan sebuah kotak besar misterius dan sebuah kotak kecil yang juga misterius.


“ jendral disarankan untuk tidak menerima hadiah yang tidak tau berasal dari mana.” Ucap panglima.


“ dik.. apakah kakak boleh bertanya?”


“ ya kak?”


“ apakah hadiah ini darimu?”


“ tidak kak, itu dari paman yang di sudut sana” ucap anak kecil tersebut sembari menunjuk kesalah satu pohon besar di area sebelah kiri. Semua orang pun mengikuti arah telunjuk mungil tersebut.

__ADS_1


“ dia berpesan kepada kakak untuk tidak membukanya disini, karena kata paman tersebut ini sesuatu yang spesial. Dia berharap kakak dapat mengerti.” Sambung anak kecil tersebut.


“ jendral ini bisa jadi jebakan. Bisa jadi di dalam kotak tersebut terdapat alat peledak?” Ucap kaisar Jian Po.


“ tidak tidak paman itu tidak jahat, dia sangat baik, dia tidak akan mungkin mencelakai kakak cantik.”


“ hmm baiklah hadiah nya akan aku terima, sekarang kamu aku berikan hadiah juga karena sudah mau membantu memberikan hadiah kepadaku.” Ucap Xhi Wen sambil mengeluarkan satu kitab pengendali siluman hewan.


“ kakak berharap kau mempelajari dengan baik, tumbuh sebagai kesatria yang baik. Memikirkan kepentingan bersama dibanding memikirkan diri sendiri. Dan juga tunjukan padaku bahwa kau pantas menerima kitab ini.” Bukannya apa Xhi Wen tidak sembarangan memberikan kitab itu, dia melihat bahwa anak ini memiliki sesuatu yang di segel dalam dirinya.


Melihat buku yang tengah di sodorkan oleh Xhi Wen membuatnya berbinar, dia memang mempunyai mimpi menjadi seorang pahlwan ataupun kesatria yang bertujuan untuk melindungi keluarga dan para rakyat yang lemah seperti keluarganya.


“ baiklah kak aku akan berusaha, terima kasih sudah mempercayai buku ini padaku. Aku akan menyimpannya dengan baik.”


“ teteskan darahmu di giok ini.” Ucap Xhi Wen sembari menunjukkan ukiran giok di tengah kunci buku.


“ namamu?” Tanya Xhi Wen.


“ Kim So Yang kak.” Mendengar nama tersebut membuat semuanya tercengang.


“ dimana orang tua mu?”

__ADS_1


“ sudah tiada kak, aku tinggal bersama gege angkatku.” Ucapnya


Bagaimana tidak tercengang, marga Kim adalah marga yang paling umum berasal dari negara korea.


__ADS_2