
“ putri kesampingkan ego putri dahulu, ini bukan masalah tentang kekaisaran Xio saja, tetapi ini juga masalah rakyat, putri sendiri tau jika para bandit suka mencuri harta dan mengacaukan rumah rakyat, bahkan banyak sekali rumah rakyat yang hancur dan ada juga rakyat yang tiada akibat kebangisan mereka. Apakah putri tidak kasihan kepada mereka?” Tanya Ji Nan.
“ kau benar Ji Nan. Aku tidak boleh egois seperti ini, rakyat itu membutuhkan ku.” Ucap Xhi Wen.
“ tenang putri kami selalu menemaninu, jika ada yang meembuatmu tak tenang, kami akan menyelesaikannya.” Ucap Tangli.
“ baiklah aku akan kesana, dan kenapa aku harus khawatir akan sesuatu yang tidak penting” Balas Xhi Wen
***
Malam hari pun tiba, Xhi Wen pun pergi keruangan kaisar Jian dan benar sekali bahwa kaisar Xio sudah berada di dalamnya.
“ ada apa memangil hamba yang mulia.” Ucap Xhi Wen sambil menunduk.
“ duduklah Jendral, bergabunglah bersama kami. Pelayann tolong bawakan teh hijau kesini.” Ucap Jian Po.
__ADS_1
Xhi Wen pun duduk dengan tenang, ya walaupun dia sudah mengetahui bahwa dirinya akan dimintai tolong, akan tetapi diaa harus berpura-pura tidak tau.
“ apakah ini Jendral legendaris wanita yangg terkenal di seluruh kekaisaran?..”tanya kaisar Xio.
“ anda terlalu melebih-lebih kan kaisar, hormat hamba kaisar Xio.” Bbalas Xhi Wen memberi hormat.
“ senang bisa bertemu anda Jendral. Maksud saya datang kesini adalah ingin meminta tolong kepada jendral untuk membantu saya menangkap bandit yang berada di kekaisaran saya. Jadi bisakah Jendral datang untuk membantu saya?” Ucap kaisar Xio.
“ saya juga begitu kaisar Xio, kehormatan bagi saya dapat membantu kekaisaran Xio.” Balas Xhi Wen.
“ terima kasih Jendral Xhi Wen.” Balas Xio Wan.
**
Selama pelajaran hanya ada dua masalah yang menghambat perjalanan, namun tidak menjadi hal yang besar bagi Xhi Wen, sepatah kata saja yang keluar maka lalat pengganggu akan langsung hancur. Dan kini mereka sudah memasuki perbatasan kekaisaran Xio.
__ADS_1
Disepanjang perdesaan Xhi Wen melihat banyak sekali rumah tetapi sangat berantakan, sayuran yang sudah rusak dimana-mana, separuh rumah warga banyak yang hancur, bahkan penduduk satu pun tak terlihat hanya beberapa yang terlihat sedang menutup pintu dan jendela mereka rapat.
“ lihat lah Jendral, bahkan mereka tak berani untuk menyambut kedatanganku. Mereka sangat takut untuk keluar rumah.” Ucap Kaisar Xio.
Xhi Wen yang melihat dan mendengarpun meraasa simpati.
**
Akhirnya mereka pun telah sampai dan saat malam tiba Xhi Wen pergi menemui kaisar Xio di ruang kerjanya.
“ hormat saya yang mulia, jendral dari kekaisaran Jian ingin menemui anda yang mulia.” Ucap penjaga kepada kaisar Xio.
“Persilahkan dia masuk.”
“ salam hamba yang mulia.” Ucap Xhi Wen sembari menunduk.
__ADS_1
“ ada apa Jendral Xhi Wen ingin menemui saya, apakah Jendral Xhi Wen membutuhkan sesuatu, atau telah terjadi sesuatu?” Ucap kaisar Xio yang langsung bertanya kepada Xhi Wen dia takut kedatangan pertamanya malah menbuat Xhi Wen tidak nyaman.
“Bisakah aku dipindahkan ke pavilium yang sunyi saja kaisar?, sejujurnya aku tidak terlalu suka dengan keramaian serta keributan para wanita yang ada di pavilium anggrek.” Ucap Xhi Wen.