Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Tragedi desa lujian (revisi)


__ADS_3

“ wahh rupanya ada yang menantang maut kesini, hai cantik bisakah kau menemaniku untuk malam ini, tidak masalah jika kau masih muda, kebetulan aku memang menyukai yang segar-segar.jika kau mau Maka kau akan aku ampuni, yaa sebagai gantinya kau menemaniku setiap malam hahaha” Ucap salah satu orang yang mulai mendekat, melihat paras Xhi Wen bak dewi meskipun tertutup cadar kecantikan itu sangat terlihat dan sebagai seorang pria dia tentu tidak akan tahan untuk menerkam Xhi Wen.


“ kaparat kau, siapa kau berani merendahkan adikku.” Ucap Jiang Chu sambil mengacungkan pedang ke orang tersebut.


Crasss...


Dengan satu tebasan kepala Jian Chu bergelinding ketanah, membuat Xhi Wen dan Jian Ming menutup mulut dan tangan kanan Xhi Wen menutup mata Chang An.


“ bedebah! Anjing! Kaparat! Setan! Kau beraninya kauuuuuu.” Xhi Wen pun turun dari kuda dan Jian Ming mengambil alih memeluk Chang An sekaligus menutup matanya.


“ gege......” pekik Jian Ming yang ingin turun tapi dihadang oleh prajurit yang di tugaskan untuk melindungi Jian Ming . Sedangkan prajurit yang lain hendak menyerang sudah terlebih dahulu di tebas kepalanya.


Melihat itu prajurit membawa Jian Ming dan Chang An untuk bersembunyi.


Sedangkan yang di atas langit ingin segera turun tangan namun tidak jadi karena ada seseorang yang tiba tiba saja datang.

__ADS_1


5 detik sebelum itu.


“ Ji Nan, Xioubou, dan Tangli keluarlah.” Pekik Xhi Wen sambil memegang kalung.


Langsung saja Mereka bertiga keluar, Xioubou sudah berubah menjadi naga api.


“ Xioubou aku memerintahkan mu untuk membawa putri mahkota Jian Ming, Chang An dan prajurit yang selamat bawa kembali kekekaisaran Jian segera setalah itu kau boleh ikut berperang, dan satu lagi bawa hiks bawa jasad gege Jian Chu pulang juga tampa ada yang tertinggal.” pekik Xhi Wen langsung di turuti oleh Xioubou.


“ dan jangan lupa bawa prajurit juga agar di kremasi dengan layak.” Dan sekali lagi di angguki oleh Xioubou.


“ Ji Nan, Tangli, kerahkan semua kemampuan kalian, aku mengandalkan kalian.” Ucap Xhi Wen dan di angguki oleh kedua orang tersebut.


Jumlah mereka ada 500 pasukan, Tangli sengaja di berikan pasukan lebih sedikit, karena Tangli belum terlalu kuat untuk melawan 200 pasukan sekaligus.


Semua racun, dan elemen serta jurus yang telah di pelajari Xhi Wen dia keluarkan, karena musuh di depannya benarlah sangat kuat. Pill Xili Qi pun tidak berpengaruh kepada mereka.

__ADS_1


“ apa-apaan, bagaimana bisa” pikirinya yang masih menghadang serangan musuh.


Musuh 200 pasukan yang ia tangani juga bukan orang biasa, separuh dari jurus yang di gunakan Xhi Wen mereka dapat menangkalny, bahkan ada separuh pill yang berguna, selebihnya juga tidak berpengaruh.


“ jika tau musuh sangat kuat begini seharusnya aku lebih giat berlatih.” Pikirnya lagi.


..


Xioubou telah sampai di kekaisaran Jian.


Semua prajurit merasa terancam karena kedatangan naga api yang berlegenda, mereka hampir saja memanah Xioubou tetapi panglima melarang karena dia melihat ada putri mahkota Jian Ming.


“ ayahhhhh… bundaaa,,,, hiks bundaaaa.... ayahhh.… gege bundaa..” mendengar pekikan putrinya kedua orang tua tersebut berlari keluar melihat ke atas.


“ ada apa ini apa yang terjadi?” Ucap Kaisar Jian.

__ADS_1


Xioubou pun mendarat, Jian Ming berhambur kepelukan sang ibunda.


“ ibundaa gege ibunda.. hiks hikss.. dia telahh.. bundaaaa...” tangis Jian Ming pecah begitu saja di pelukan ibundanya membuat ibunda serta ayahandanya panik dan memandang Xioubou meminta penjelasan apa yg terjadi, dimana putra mahkota


__ADS_2