
Mereka telah sampai di perpustakaan lantai 2.
Hanya perlu beberapa menit Xhi Wen telah menemukan buku yabg ia cari dan langsung ke ruang penyulingan untuk membuat pill yang di butuhkan.
Setelah selesai menbuat pill, Xhi Wen keluar dari ruang dimensi dan memilih beristirahat di dunia bawah saja.
...
Keesokan harinya, Xhi Wen sudah pergi mencari seseorang yang ia temui beberapa hari sebelumnya.
namun, orang yang dicarinya tak kunjung menampakkan diri.
“ kemana sih perginya pemuda itu, jangan sampai saja, dia kembali kekediamannya.” Ucap Xhi Wen sambil pergi ke taman. Disana, dia bertemu dengan seorang pengawal yang tampak sedang mengobrol.
“ hai pengawal.” Ucap Xhi Wen yang mengejutkan mereka.
“ ah Jendral, ada yang bisa kami bantu?” Ucap mereka ramah, dan sekaligus merasa ngeri saat merasakan aura Xhi Wen yabg seperti menindas mereka.
“ hemm apakah kau melihat pemuda yang tinggi kira-kira seperti ini,” ucapnya sambil mengukur tinggi pemuda yang diceritakannya menggunakan tangannya.
“ terus dia juga hemm tampan, dia berwajah datar, dia juga tidak bisa bicara dan mendengar.” Lanjut Xhi Wen.
__ADS_1
“ hemm sepertinya tidak ada putri, kami belum pernah melihat pemuda yang seperti itu putri.” Ucap salah satu pengawal tersebut.
“ hemm apakah semua pangeran dan kaisaran sudah kembali?” Tanya Xhi Wen.
“ anggota kekaisaran bawah belum ada yang pulang putri, tetapi kekaisaran awan sudah pulang tadi pagi putri.” Jawab pengawal itu.
“ benarkah?, baiklah terima kasih.” Ucap Xhi Wen dan langsung beranjak menuju pavilium dimana para pangeran di tempatkan.
Dia terus menelusuri tempat tersebut, beberapa dari pangeran terpesona oleh kecantikan Xhi Wen, bahkan ada yang secara terang terangan mencari muka dengan Xhi Wen hingga pada saat Jian Chu menghampiri Xhi Wen, semua pemuda berbalik, karena mereka tau bagaimana dekatnya Jian Chu dan Xhi Wen, bahkan sempat tersebar isu bahwa Xhi Wen dan Jian Chu adalah pasangan kekasih.
“ Xhi Wen, ada apa kau datang kemari?” Tanya Jian Chu.
“ ah itu gege, aku mencari pemuda yang menjadi pasanganku di acara berburu.” Ucap Xhi Wen yang matanya masih kemana-mana mencari sosok pemuda yang di carinya.
“ hah, aku sudah susah payah membuatkan pill untuknya tetapi dia malah pulang, sia-sia saja.” Kesalnya.
“ pill apa yang kau buat untuknya?” Tanya Jian Chu.
“ ah itu gege pill anggrek, kemarin dia sempat terkena duri beracun, jadi aku membuatkan nya pill.” Ucap Xhi Wen berbohong, dia berbohong karena merasa kekurangan seseorang tak perlu dia bicarakan dengan orang lain meskipun keluarganya.
“ ah sayang sekali, tidak apa-apa, aku rasa dia bisa mengobati dirinya sendiri.” Jawab Jian Chu lembut sambil tersenyum lembut juga.
__ADS_1
Tentu saja hal tersebut di perhatikan oleh para putra dan putri kekasiaran yang berada di dekat mereka, mereka tentu akan iri dan dengki melihat kehangatan dua orang yang sangat dingin ini.
“ hemm baiklah gege, aku akan pergi ke aula utama untuk menemui kaisar Xio, aku akan pulang besok jadi aku harus memberitahunya.” Ucap Xhi Wen.
“ baiklah, pergilah”
Xhi Wen pun pergi ke aula utama.
“ salam hamba yang mulia kaisar.” Ucap Xhi Wen sambil menunduk hormat.
“ ada apa jendral Xhi Wen?” Tanya kaisar.
“ kaisar, besok hamba akan kembali ke kekaisaran Jian. Tugas yang sebelumnya sudah saya selsaikan, dan acara juga telah usai, jadi bolehkah saya kembali ke kekaisaran jian kaisar?” Tahya Xhi Wen.
“ tentu saja Jendral, sebelumnya Zhen sebagai wakil dari kekaisaran Xio berterima kasih karena jendral mau membantu masalah kami.” Balas kaisar Xio dengan senyuman ramah nya.
“ itu sudah menjadi tugas hamba kaisar.” Balas Xhi Wen dan di anggukan oleh kaisar Xio.
“ jendral Xhi Wen, Zhen benar-benar meminta tolong untuk menjaga giok ungu kalajengking itu. Hamba sudah tak sanggup melindunginya, terlebih jika giok itu jatuh ke tangan orang yang salah, zhen tidak dapat membayangkan kehancuran yang akan terjadi setelahnya.” Pinta kaisar Xio.
“ hamba berjanji melindungi giok ini dengan nyawa hamba yang mulia.”
__ADS_1
“ jika begitu saya undur diri yang mulia.”
Xhi Wen pun pergi meninggalkan aula utama menuju pavilium nya.