Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
seorang bocah tengik


__ADS_3

"kaliann tunggu dan lihat saja , lain kali kalian tidak akan selamat" ucapnya sambil berlalu pergi.


" apa rencana putri selanjutnya?" tanya Xioubou langsung saat pasukan Xue Chai sudah tak lagi terlihat.


" entahlah aku hanya ingin bersenang senang saja" ucapnya.


" ayo kita pergi aku sudah bosan disini" ucap Xhi Wen dia meninggalkan 1 kantong koin yang berusi koin emas. Dan Xhi Wen pun beranjak pergi dan di ikuti oleh 2 pria tampan.


.


.


.


.


mereka bertiga teruuuss berjalan sampai di kekaisaran Jian.


" pengumuman pengumuman. kaisar Jian PO mencari seorang alchemist yang bisa mengobati permaisurinya. jika kalian berhasil maka akan di berikan hadiah istimewa...... " teriak satu pengawal yang menaiki kuda dan mengucapkan kata kata yang sama berulang kali.


" putri mau kemana?" ucap Ji Nan saat melihat putrinya mengarah ke salah satu pengawal yang tengah berteriak.


"pengumuman pengumuman. kaisar Jian PO menca"

__ADS_1


" halo tuan saya seorang alchemist. saya ingin mencoba mengobati permaisuri kaisar" ucap Xhi Wen yang langsung nyelonong.


" hahahha apa kau yakin kau hanya anak kecil yang berumur 10 tahun. sedangkan tabib istana yang sudah beribu tahun dan lebih berpengalaman tidak bisa mengobati apalagi kau hanya seorang bocah tengik." ucap salah satu pengawal yang lain meremehkan Xhi Wen.


mendengar itu Xioubou geram ia ingin menghajar pengawal itu bahkan sudah bergerak tapi tangannya di pegang oleh Xhi Wen dan di kedipkan olehnya yang berarti sudah tenang aku tak apa.


" maaf kakek bawa saja saya ke kaisar biar kaisar sendiri yang memutuskan apa saya layak atau tidak " ucap Xhi Wen sambil tersenyum ramah.


melihat kecantikan Xhi Wen membuat para pengawal merasa terhipnotis tetapi tidak dengan pengawal yang meremehkan nya tadi.


Xhi Wen yang melihat reaksi mereka pun menjadi ingat bahwa dia harus memakai cadar agar setiap pemuda yang ia temui tidak mengeluarkan air liur yang menjijikan sama dengan pikiran mereka.


‘ Ji Nan buatkan aku cadar berwarna hitam.’ Ucap Xh Wen yang bertelepati.


Xhi Wen langsung memakainnya.


" baiklah mari ikut dengan saya " akhirnya pengawal yang berteriak tadi ambil bicara dan langsung berjalan mengarah kerajaan.


***


" salam yang mulia ada seorang alchemist yang ingin mencoba mengobati permaisuri Jian Oh ," ucap pengawal itu yang sudah jongkok layaknya seorang prajurit memberi hormat dan meletakkan salah satu tangannya di dada.


" bawa kehadapan zhen" tegas kaisar.

__ADS_1


" salam yang mulia hormat saya Xhi Wen yang ingin mencoba mengobati permaisuri" ucap Xhi Wen yang menunduk setengah badan tetapi tidak seperti pengawal tadi.


" heh kau bocah tengik kau kira alchemist adalah permainan dan mengobati anggota kerajaan sebagai mainan? " tegas kaisar Jian PO murka karena merasa di permaikan oleh seorang anak kecil.


" ampun yang mulia saya tidak berani untuk bermain main dengan masalah ini, kaisar bisa menghukum saya jika permaisuri nanti tidak sembuh jika saya mengobati nya."


melihat Xhi Wen percaya diri kaisar pun coba mengiyakan Xhi Wen. Dia juga berfikir tidak ada salahnua mencoba.


“ yang mulia apakah ini tidak akan berbahaya, bisa jadi ini utusan para pemberontak yang memanfaatkan kepercayaan dari yang mulia melaluin bocah ini.” Ucap penasehat Jian Tong.


“ kalian bisa langsung menbunuhku jika dalam 20 menit tidak ada perubahan baik pada permaisyuri.”


“ sudah lah putri jika mereka tidak mengharapkan kebaikan putri mending kita pergi saja. Jika terus di ladeni maka hanya akan menghabiskan waktu Putri.” Ucap Xioubou.


Entah mengapa hati kaisar mempercayai perkataab Xhi Wen yang melihat dari raut wajah tulus Xhi Wen.


" baiklah ikuti saya , tapi pegang janji yang kau ucapkan barusan." tegas kaisar.


" Anda bisa memegang janji saya juga kaisar" ucap Xhi Wen sambil tersenyum manis.


“ tapi yang mulia.” Ucap penasehat Jian Tong yang langsung di hentikan oleh Jian Po dengan mengangkat tangannya.


melihat Xhi Wen tengah tersenyum seperti itu membuat kaisar Jian PO sedikit merona. Padahal wajah Xhi Wen telah ditutupi dengan menggunakan cadar tapi hanya sehelai kain tidak bisa menutup aura kecantikan bak dewi ini.

__ADS_1


' hah apa yang aku pikirkan kenapa aku terpesona melihat bocah ini ' batinnya menggeleng.


__ADS_2