Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Perang (revisi)


__ADS_3

Paginya semua kembali berkumpul bersiap untuk berperang.


“ ini panah beracun kalian jangan sampai tertusuk karena menyebabkan kematian, karena itu kalian harus berhati-hati.” Xhi Wen memperingati seluruh pasukan dan iapun membagikan masing masing 5 panah, sedangkan prajurit disana sebanyak 500 pasukan.


Bandit itu juga sudah menerima surat tantangan dari Xhi Wen. Busur juga sudah di diletakan sesuai tencana.


“ baiklah mari kita berjuang.” Xhi Wen berteriak dan memberikan semangat kepada semuanya.


“ aku tidak mengharapkan kalian tiada jadi jika ada satu prajurit yanh terluka segera mundur yang lain juga lalu langsung serang mereka menggunakan panah tersebut dan tetap bersembunyi, setelah itu serahkan padaku, aku akan jamin kita semua akan berhasil tampa ada yang mengorbankan nyawa.” Pekik Xhi Wen lagi dan mereka pun mematuhinya.


Sedangkan Jin Huo masih meragukan rencana Xhi Wen meskipun pasukan selamat dia tak yakin sisa yang di maksud akan di tanggung oleh Xhi Wen sendirian jadi dia sudah memutuskan bahwa dia akan menemani Xhi Wen.


Tak lama merekapun sampai dan rupanya para bandit juga baru sampai.


“ menyerahlah Panglima Jin Huo kau takkan bisa mengalahkan kami, hanya 500 pasukan tidak akan mampu menjatuhkan kami.”pekik tetua shen yi dengan lantang hingga dapat di dengar oleh Semua pasukan Xhi Wen.

__ADS_1


“ mengapa kau begitu percaya diri pria tua, apakah kau tak menyadari bahwa kau sudah bau tanah, seharusnya kau pulang dan menikmati masa tuamu yang sebentar lagi akan di renggut.” Pekik Xhi Wen yang membuat tetua Shen Yi sangat marah.


“ kau hanya seorang gadis kecil, tau apa kau dengan kami. Sebaiknya kau daja yang pulang dan bermanja dengan keluargamu agar kau bisa dinikahi oleh putra mahkota atau kaisar.” Ucap pendekar jiang haouyue.


“ aku tidak ingin mendengar kau menangis memohon untuk di ampuni nantinya.” Lanjut pendekar Lin Yi.


“ heh kita lihat saja nanti, siapa yang akan memohon meminta pengampunan.” Pekik Xhi Wen.


Mendengar itu tetua Shen Yi memandang rendah Xhi Wen seperti mereka telah menang dan tak sabar melihat Xhi Wen memohon.


Dan perang pun di mulai.


semua prajurit dan bandit mulai mengeluarkan pedang dan saling menyerang satu sama lain.


Tangli, Xhi Wen, Jin Huo dan para kasim langsung menyerang para Tetua dan dua pendekar lainnya.

__ADS_1


Perang berjalan dengan cukup lama hingga menghabiskan waktu 3 jam, para bandit sudah banyak yang kehilangan nyawa. Sedangkan para prajurit masih utuh mereka semua juga kuat karena sebelumnya sudah di berikan pill yang sama seperti para prajurit di kekaisaran Jian.


Para terua, pendekar dan pasukan Xhi Wen sangat fokus satu sama lain, peperangan mereka sengit dan terlihat seimbang. Para tetua dan pendekar tidak menyadari bahwa pasukan mereka telah habis dibantai oleh para prajurit.


Xhi Wen tentu menyadari hal itu.


Karena melihat prajurit menganggur dan mereka telah berhasil dengan tugas mereka, Xhi Wen memberi tanda bahwa mereka harus menjalankan rencana B. Maka dari itu Xhi Wen langsung teriak sesudah para prajurit bersembunyi.


“ MUNDURRRRRR...”


Tangli, Jin Huo dan kasim pun langsung mundur, mereka langsung tau bahwa ini saatnya untuk melakukan rencana B mereka juga menyadari bahwa tetua dan pendekar ini sangat kuat, takutnya mereka kehabisan tenaga jadi mereka harus menjalankan rencana B.


“ apakah kalian akhirnya menyerah dan mengaku kalah?” Ucap tetua Shen Yi dengan sombongnya.


“ kami tidak akan pernah mau mengaku kalah, bahkan kami lebih baik mati dibandingkan harus mengaku kalah dari kalian. Kalian hanya fokus untuk membunuh kami tampa sadar pasukan kalian habis dibantai.” Ucap Xhi Wen dengan sedikit senyum sinis.

__ADS_1


Mendengar itu mereka semua termasuk Tangli dan yang lain melihat sekeliling dan benar saja bahwa semua bandit telah tergelatak berhamburan. Hanya satu yang aneh tidak ada satupun para prajurit yang tergeletak disana.


__ADS_2