
“ biarkan saja dia begitu.” Balas Xhi Wen.
“ tetapi dia gantengkan Jendral.” Pelayan lain yang mendengarkan temannya yang tidak sopan pun menyenggol badannya.
“ ma-afkan saya jendral.” Ucap pelayan tersebut yang langsung sadar akan ketidak sopanannya.
“ siapa namamu?” Tanya Xhi Wen.
“ ling ling jendral.”
“ berapa usiamu?.”
“ 17 tahun Jendral.”
“ maka kau akan menjadi kakakku disini.”
Ucapan Xhi Wen membuat semua pelayan sekaligus prajurit terkejut. Mereka semua tidak menyangka bahwa Xhi Wen akan mengangkat seorang pelayan biasa dan bukan memarahinya karena ketidaksopanaannya.
Sungguh diluar nalar.
“ t-tapi jendral.”
“ tidak ada bantahan, sekarang masuklah lanjutkan pekerjaan kalian.” Ucap Xhi Wen lalu masuk dan merebahkan dirinya ke kasur.
__ADS_1
“ hari yang cukup melelahkan .” Ucap Xhi Wen.
Semua pelayan dan prajurit yang bekerja terus menatap Xhi Wen sambil bekerja.
Mereka semua masih belum bisa percaya akan ucapan Xhi Wen. Apalagi ling ling dia bukannya senang malah sangat takut dan gugup.
Dia takut ucapan Xhi Wen itu nyata atau hanya sebuah ancaman bagi dirinya.
**
Pekerjaan mereka pun selesai'
“ kami telah menyelesaikan pekerjaan Jendral, dan kami mohon pamit untuk mengerjakan pekerjaan lainya.” Ucap pelayan selain ling ling .
Ucapan Xhi Wen semakin membuat ling ling takut kini dia sudah berkeringat dingin.
Semua pelayan dan prajurit pun keluar kecuali ling ling yang masih takut bahkan sudah gemetar seperti kelinci yang ingin di terkam oleh harimau.
“ mendekatlah ling ling.”
Dengan ragu ragu ling ling mendekat, ingin sekali rasanya ia lari dan kabur, sayangnya dia tidak bisa.
“ ada perlu apa jendral.” Ucap ling ling memberanikan diri.
__ADS_1
“ jangan takut aku sungguh mengangkatmu menjadi kakakku disini.” Ucap Xhi Wen.
Berbeda dari sebelumnya suara Xhi Wen yang kini sangat lembut.
“ tapi kenapa jendral aku hanyalah seorang pelayan biasa, sangat tidak pantas menjadi kakak jendral. Bukannya hamba menolak jendral, tetapi hamba harus sadar diri dan posisi.”
Balasan lingling tentu membuat Xhi Wen kesal.
“ apakah menjadi seorang kakak harus melihat posisi atau jabatan, aku mengangkatmu menjadi kakakku karna aku melihat banyak sekali kebaikan pada dirimu, aku sama sekali tidak menerima bantahan.” Ucap Xhi Wen yang sedikit menaikan nada bicaranya.
Dan itu tentu membuat lingling takut.
“ B-baik jendral sepertu perintahmu.” Ucap lingling.
“ kak lingling, mengertilah aku ingin kau menjadi kakakku, tidak bisakah kau menjadi kakakku, aku tidak sedang memerintahmu tapi aku meminta apadamu.” Ucap Xhi Wen lembut.
Ling ling yang mendengarpun terharu, dengan senyuman serta mata yang sedikit berkaca dia pun mengangguk.
“ baiklah jendral aku akan menjadi kakakmu.” Balas lingling. Dan itu belum sukses membuat Xhi Wen senang.
“ kak ling ling aku tidak suka mendengar kau memanggilku dengan embel Jendral aku ingin kau memanggilku Wen'er.” Ucap Xhi Wen dan membuat Ling Ling terkekeh pelan akibat tingkah Xhi Wen yang seperti anak kecil.
Kini Dia pun sudah menganggap Xhi Wen sebagai adiknya yang sangat ia cintai, entah mengapa hatinya langsung jatuh begitu saja sehingga menyayangi Xhi Wen yang baru saja meminta ia menjadi kakaknya.
__ADS_1
“ baiklah jendral aku akan memanggilmu wen’er tetapi tidak untuk di depan orang banyak, itu akan meninbulkan ketidaksopanan aku sebagai pelayan di kekaisaran ini.” Balas Ling Ling dan di setujui oleh Xhi Wen.