
Mereka pun memakamkan ayah Chang An tepat di belakang rumah tersebut.
sedangkan Chang An masih terluka, anak sekecil dia pasti merasa kehilangan sekali. terlebih Chang An bercerita bahwa ibu nya hilang sudah lama sekali, dan tinggal hanya berdua dengan ayahnya.
Kini mereka kembali melanjutkan perjalanan kekaisaran Jian, dan membawa Chang An. Awalnya Chang An menolak, dia masih ingin bersama ayahnya, meskipun seorang diri dia tetap akan menemani ayahnya.
Bujukan demi bujukan sempat di tolak oleh Chang An, tapi setelah Xhi Wen mengatakan bahwa ayahnya lah yang meminta dia untuk mengabdi pada dirinya, Chang An tentu tidak percaya begitu saja, meskipun dia masih kecil tetapi pemikirannya yang sudah cerdik tidak mau di tipu begitu saja.
Hingga akhirnya Xhi Wen terpaksa memberikan surat terakhir Chang Ong yang sempat di bacanya sebelum menyelamatkan Chang An.
Chang An akhirnya luluh, dia kini mempunyai tujuan hidup, yaitu permintaan ayahnya, dia akan mengabdi pada Xhi Wen sesuai permintaan terakhir ayahnya. Dia pun berjanji pada dirinya sendiri, meskipun Xhi Wen orang yang jahat dia akan tetap mengabdi pada orang yg di tunjuk oleh ayahnya. Dan dia pun percaya ayahnya tidak akan meminta dia mengabdi kepada sembarang orang.
Hingga mereka sampai di kota cianlie, dimana mereka hanya tinggal melewati 3 desa lagi. Tetapi pemandangan yang mereka lihat kini tidak jauh berbeda dengan pemandanga di desa luye.
__ADS_1
Luluh lantah, mayat dan darah dimana mana, bangunan runtuh tak tersisa.
“ apa lagi ini, apakah ini disebabkan oleh mereka juga, apa yang sebenarnya terjadi.” Hanya pertanyaan yang dapat di lontarkan oleh mereka.
Tidak ada yang bisa menjawab, karena disana tidak ada seorang pun yabg tersisa. Sungguh tragis cara manusia itu membunuh satu desa dengan cara begini, tidak mandang bulu, bayi remaja sampai lansia pun di bunuh juga, tidak bisa dikatakan manusia lagi melainkan iblis.
“ ini tidak bisa di biarkan gege, sepertinya kita harus cepat pulang, dan jangan jangan mereka tengah membantai desa lainya.” Ucap Xhi Wen dengan menggelengkan kepala melihat sekeliling.
Sudah dua desa habis di bantai, ini bukanlah hal yang biasa lagi, ini sudah betul betul masalah besar, apa tujuan mereka?. Tidak ada yang tau.
...
Sedangkan di balik awan di atas juga merasa sakit hati, dengan apa yang terjadi di dunia bawah.
__ADS_1
“ berani sekali mereka melakukan hal ini, bulan merah, mereka takkan kubiarkan begitu saja.” Ucap seseorang tersebut.
“ apa yang akan di lakukan oleh wanita itu, sepertinya dia juga tidak akan membiarkan hal ini begitu saja. Baiklah aku akan terus menemaninya, setelah kutemukan siapa saja orang yang berasal dari aliansi darah merah itu, akan ku habisi tampa sisa.” Sambungnya lagi.
Dia pun melihat kebawah, dia baru menyadari aura anak laki-laki yang tengah bersama Xhi Wen di kuda.
“ anak itu, sepertinya tidak asing, siapa dia?”
…
Hingga sampai lah mereka di desa lujian, keadaan disana hampir seperti desa-desa yang telah di lewati Xhi Wen, luluh lantah tapi ada satu yang berbeda ini masih sangat baru, para prajurit masih berperang dengan orang yang memakai jubah hitam, di belakang jubah tergambar bulan berwarna merah pekat.
“ woi siapa kalian? Mau apa kalian kesini hah.” Pekik Xhi Wen membuat semua pasukan aliansi bulan merah itu meliriknya.
__ADS_1