
“ yinfai kini kau bisa memanggilku kakak sayang. Tidak akan ada lagi orang yang akan bisa” Ucap Xhi Wen lembut sambil mengusap pucuk kepala yinfai.
Tentu perlakuan tersebut membuat yinfai sangat bahagia, dia kembali merasakan kehangatan yang dulu pernah ia rasakan.
Ia bersyukur di pertemukan oleh gadis yang baik hati.
kruuuk....
“ hehe..” elak yinfai saat perutnya berbunyi.
“ kenapa kamu tidak bilang jika sedang lapar, kemari.. kakak akan buatkan kamu makanan yang enak.” Ucap Xhi Wen sambil mengajak yinfai ke meja makan.
Sedangkan Ji Nan dan Xioubou langsung menuju meja makan saat melihat Xhi Wen dan yinfai di meja makan.
“ putri apakah putri akan memasak lagi, jika begitu aku sangat tidak sabar.” Ucap Xioubou yang sangat antusias.
Ji Nan yang melihat tingkah Xioubou pun hanya tekekeh dan menggeleng-geleng.
__ADS_1
“ ya aku akan memasak tetapi bukan untuk mu Xiou.”
“ putri mengapa kini kau sangat jahat kepadaku, aku merindukan masakan mu putri, bisakah aku mencicipinya sedikit saja.” Balas Xioubou sambil merengut.
“ kau serius sekali, tak perlu bertanya kau bisa langsung makan. Jangan seperti tamu saja kau juga tuan rumah disini.” Balas Xhi Wen sambil terkekeh pelan.
tak lama Xhi Wen pun selesai masak dan mereka ber-empat memakan dengan lahap.
“ kakak makanan ini sangat lezat, ini makanan apa, aku sama sekali belum pernah memakannya.” Ucap yinfai sangat gembira, dia benar benar sangat menyukai masakan Xhi Wen yang terasa asing dilidagnya namun sangat enak dan membuat ketagihan.
“ tentu saja enak adikku, namanya adalah samba lokan.” Balas Xhi Wen sambil mengusap nasi yang ada di hidung yinfai.
“ samba itu sambal, sedangkan lokan itu adalah kerabatnya kerang yang hidup di muara.”
“ akuu masih tidak mengerti kak.”
“ sudah lah tak perlu kamu fikirkan lagi, kini saatnya kamu mandi, setelah mandi kakak akan mengantarkan mu ke kamar mu. Ikutlah bersama paman Xioubou, dia akan membantu mu mandi.” Ucap Xhi Wen sambil mengkode Xioubou dengan tatapan mata.
__ADS_1
“ hayoo adik kecil, ikut paman yuk.”
Xioubou membawa yinfai ke kamar mandi umum yang berada di rumah modern Xhi Wen.
**
Di dalam kamar mandi..
“ paman kakak baruku sangat baik dan sangat cantik yaa.” Ucap Yinfai sambil tersenyum ceria.
“ kau benar nak, oleh karena itu kau harus menbalasnya dengan kesetiaan mu dan menjaganya. Kau harus kuat agar bisa menjaganya dari dunia ini.” Balas Xioubou.
“ paman aku sangat lemah, aku tak pandai bela diri, aku belum mampu menjaga kakak Xhi Xhi.. hiks.. hiks..” ucap Yinfai yang kini menangis.
“ Xioubou apa yang kau lakukan padanya, berhentilah mengganggunya, mandikan dia dengan serius atau kau akan mendapatkan hukuman, apa kau mengertiiii..” pekik Xhi Wen yang mendengar suara tangisan Yinfai.
“ shuttt nak kau jangan menangis dan bersuara keras, nanti kakakmu akan menghabisiku.” Ucap Xioubou yang sudah panik.
__ADS_1
“ baik paman, jadi paman apa yang harus aku lakukan agar menjadi kuat?” Tanya Yinfai, dia benar-benar bertekat untuk menjaga Xhi Wen dari bahaya apapun, bahkan dia sudah berjanji akan mengorbankan segalanya untuk Xhi Wen bahkan nyawa pun akan dia beri.
“ kau sangat cerdas nak, begini paman akan melatih mu untuk bela diri, tetapi sebelum itu, sebaiknya kau meminta izin terlebih dahulu kepada kakakmu.” Balas Xioubou.