Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Pengkhianat!! ( revisi )


__ADS_3

Sedangkan dari kegelapan terdengar tawaan dari seorang wanita.


" hahahahha, anggun anolea seorang queen mafia. Aku sangat senang sekali dan merasa terhormat atas kedatang ketua aliansi naga putih. Ahh aku sangat tersanjung hahahhahaha." Ucap seorang wanita di kegelapan.


" heh berani sekali kau bermain denganku. Keluarlah jangan seperti pengecut yang bersembunyi. Cepat katakan apa yang kau inginkan Dan juga tidak usah terlalu banyak basa basi, aku tidak punya waktu untuk meladenimu" Ucap Anggun yang masih setia melirik sekeliling.


" wo wo wo, tenang dulu dong anggun, aku sudah susah payah membuat trik seperti ini, kau tau sudah lama aku ingin bertemu denganmu, tapii kau terlalu sombong. Padahal skill ku sangat bagus untuk masuk ke aliansi bodoh mu itu. Tapi tak apa setidaknya kini ketua aliansi itu sendiri yang datang mencariku hahaha." Jawab wanita tersebut.


“ heh skill bagus tidak menjamin attitude bagus juga, percuma saja skill mu seperti dewa pun jika attitude mu tidak ada maka hal itu tidak akan berarti. Jadi kau sama sekali tidak pantas berada di aliansi kami.” Jawab Anggun.


“ hahaha untuk apa attitude di dunia ini, diluar sana pejabat saja masih memikirkan dirinya sendiri.”


“ hahaha dan jika kita juga memikirkan diri sendiri maka siapa yang akan memikirkan negara hah! Jika pemikiran mu seperti itu, maka dirimu sendiri yang akan membunuhmu.” Ucap Anggun.


“ keluar lah kau jangan seperti pengecut, yang hanya tau bersembunyi.” Ucapnya lagi.


Wanita itu keluar dengan tangan yang melipat di depan dada dengan angkuhnya.


“ haiii...” ucap wanita tersebut.


“ cepat katakan apa mau mu, dimana Amelia.” Ucap anggun.


“ wanita itu, kenapa kau sangat melindungi wanita lemah seperti dia sehingga berani datang kepadaku seorang diri.” Ucap surti.


Yaa nama wanita itu adalah Surti Purti Pramuja berasal dari keluarga Pramuja, perusahaanya yang melejit beberapa tahun lalu berhasil di hancurkan oleh anggun dalam semalam.


Karena di balik bisnis keluarganya yang tampak sangat baik ternyata ada bisnis besar yang bersifat ilegal.


Sebelum perusahan keluarganya di hancurkan Surti sudah mendaftar menjadi anggota aliansi naga putih yang di ketuai oleh anggun sendiri.


Tapi ia di tolak langsung oleh Anggun sebelum dia di interview. Kenapa? Karena di tidak bisa menjaga sikap, no attitude, egosi, emosian dan sangat tidak sopan.


Sikapnya yang sombong dan se enak-enaknya tentu anggota aliansi Naga Putih tidak akan menerima orang seperti itu.


Dia sudah sakit hati semenjak di tolak oleh Anggun dan mendengar perusahaan papanya di hancurkan oleh aliansi yang ingin dia masuki, membuatnya menjadi sangat marah hingga beberapat tahun kemudian dia menyandra sahabat ketua aliansi yang sangat dia benci itu.


Karena prinsip dari anggota itu sendiri adalah melindungi teman dan tidak mengkhianati teman serta saling kerja sama membuat surti mempunyai rencana ini.


Balik kecerita.

__ADS_1


“ aku sendiri saja sudah bisa menghancurkan kalian.”ucap Anggun sambil tersenyum sinis.


“ hahaha benarkah? Yayaya aku tau kau sangat kuat di bandingkan anggota lain karena kau ketuanya. Tapi meskipun begitu aku tidak yakin kau bisa menghancurkan kami.” Balas Surti


“ tunjukan dimana Amelia.” Pekik Anggun dengan lantang.


Surti pun memberi kode kepada anggotanya. Dan tak lama Ameliapun terlihat tetapi dalam kondisi di ikat dari mata kaki sampai ke leher dan juga ada sedikit tanda biru bercampur merah, lebam akibat di tampar.


Lebam-lebam di sekujur tubuh Amelia membuat hati Anggun ngilu dan perih. Bagamana bisa sahabatnya bisa separah itu.


Dengan cepat Anggun berlari secepat kilat, hingga tampa aba-aba para penjaga dan anggota dari Surti berjatuhan tampa persiapan.


Surti yang menyadari hal itu segera mengacungkan pisau ke leher Amelia dengan badan yang bergetar dan berkeringat.


Karena hanya tersisa surti di dalam ruangan tersebut pasti target Anggun tinggal dia seorang. 50 orang yang sudah terbilang kuat tumbang dalam beberapa menit.


“ ka-kau, jika kau ingin membunuhku, aku akan membunuh sahabatmu.” Ketika mendengar itu Anggun berhenti dan tersenyum.


“ apa kau baru ketakutan sekarang. Apa kau fikir aku sebagai ketua Aliansi Naga putih bisa menjadi ketua dengan begitu saja? Kau fikir aliansi itu dibuat oleh negara? Tidak! Tapi negara yang ingin bekerja sama dengan kami karna mereka mengakui kekuatan dan prefesional kami dalam menjalankan misi serta tugas.” Ucap Anggun yang masih setia dengan senyuman sarkasnya.


“ apa kau tidak juga jera dengan perusahaan papamu yang dalam semalam ah tidak aku rasa hanya dalam 20 menit langsung hancur tampa sisa? Apa kau melupakannya, hingga ayahmu tiada akibat melawan kami?” Lanjutnya.


“ apakah papamu lebih tidak manusiawi? Membunuh orang yang tak bersalah dan membuat manusia miskin yang lemah dan tunawisma sebagai kelinci percobaan perusahaan kalian?” ucap Anggun dengan lantang membuat Surti diam seribu bahasa.


“ kelinci saja punya hak untuk hidup dan untuk dirinya sendiri meskipun mereka seekor binatang. namun masih ada yang tega untuk membuatnya sebagai media percobaan.” Lanjutnya lagi.


Ya keluarga Surti dalah perusahan make up terkenal di ibu kota, tapi dibalik bisnisnya tersebut mereka mengorbankan nyawa manusia dengan sangat tak masuk akal.


Surti yang mendengar tersebut masi terdiam, dia merenungkan hal itu, entah bagaimana perasaannya tiba tiba berubah, dia langsung menyadari bahwa papanya begitu kejam. Dia pun mundur dan terduduk di salah satu meja ruangan itu dengan memegang kepala sambil menangis sejadi-jadinya.


Dan kebetulan Amelia terjaga dan melihat ke arah Anggun dengan mata berkaca-kaca.


“ Anggun hiks tolong aku..” ucapnya dengan lemah sambil menangis.


Anggun langsung membuka ikatannya, saat terlepas Amelia langsung memeluk Anggun dengan begitu erat. Anggun pun menbelai rambut dan menepuk-nepuk pundak Amelia untuk menenangkan sahabatnya itu.


“ anggun aku sangat takut.. makasih kamu telah menyalamatkan nyawaku seorang diri. Aku sangat menyangimu Anggun. Sangat sangat.”


Jlebb.....

__ADS_1


Mata Anggun melotot, dia tidak sempat melepaskan pelukan tersebut saking syoknya. Hingga kedua kalinya benda tajam itu menusuk punggun tepat di jantungnya.


Darah keluar kian deras sampai Anggun pun terbatuk mengeluarkan darah di pelukan Amelia.


“ kau tau Anggun, aku memang menyayangimu, hingga pada saat seseorang yang aku cintai ternyata mencintaimu dan mengabaikanku, aku jadi membencimu, membenci dirimu, membenci semua yang ada pada dirimu. Kau begitu sempurna, kau mendapatkan apapun yang kau mau. Dan dalam kesempatan inilah aku dapat mengakhiri kesempurnaanmu, hingga Angga menjadi sedih dan aku selalu ada hingga kami mulai jatuh cinta.” Ucap Amelia.


Anggun masih dalam mode syok, dia tidak menyangka Amelia mengkhianatinya seperti ini. Yang dia tau Amelia sangat polos, tidak punya keberanian dalam hal ekstrim seperti ini, bahkan saat Anggun pulang dengan lebam-lebam di tubuh Amelia pasti langsung memeluknya, menceramahinya dan mengobati setiap lukanya. Seperti sosok ibu. Karena Amelia dia tau bagaimana seorang wanita menyangi dan mengkhawatirkannya.


Hingga pada saat Amelia mendengar jejak kaki yang datang bergerombolan yang sudah pasti pasukan Anggun pisau yang ada di tangnya langsung ia letakkan di dekat Surti tampa dibsadari oleh Surti yang masih memegang kepalanya dan menangis.


Saat mereka datang Amelia berpura pura menangis histeris. Sambil menggoyangkan tubuh Anggun seakan tak ingin Anggun meninggalkannya.


“ Anggun plisss jangan tinggalkan akuuuu... akuu mohonnnn... tidak tidakk ini tidak mungkin.. anggun sadarlahhh...” ucap Wanita nenek sihir itu.


Bosss...


Ketuaa...


Mata Anggun yang hampir terpejam namun sedetik dia mempertahankan kesadarannya.


“ Angga jangan percaya kepada siapapun, bejanji lah menjaga Aliansi kita, urusan Aliansi kita aku percayakan kepadamu. Jangan sampai kau memberikan kepada orang lain meskipun orang itu adalah orang terdekatku. Aku akan usahakan merangkak kembali hidup disini.” Itu kata kata terakhir Seorang Anggun Anolea, sisa sisa tenaganya dia katakan dengan lantang kepada Angga selaku wakil ketua Aliansi mereka.


Angga yang melihat Anggun tergeletak tidak bernyawa pun menangis. Tidak bukan hanya dia tetapi semua anggota ikut menangis.


Diam diam Amelia tersenyum sinis di balik tangisannya.


Tiba-tiba dia memeluk Angga. Angga menerimanya karena Angga mengira yang paling terpukul adalah Amelia selaku sahabat ketuanya itu.


“ Angga ini salah wanita itu, dia.. hiks.. diaa membunuh Anggunku... haaaaa...” ucapnya yang menunjuk surti yang masih dalam keadaan sebelumnya menangis dan memegang kepala.


Angga yang mendengar itu langsung mengambil pistol dan menembak tepat di kepala dan di jantung Surti.


Surti terkejut namun dia tersenyum.


“ drama yang bagus ular. Angga ingat kata-kata Anggun jangan pernah percaya...”


dorrr tembakan terakhir itu mengenai leher Surti dan langsung merenggut nyawanya yang tersisa.


Yang kali ini menembak bukanlah Angga melainkan Amelia.

__ADS_1


__ADS_2