Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Kebenaran (revisi)


__ADS_3

Pria tersebut langsung berdiri dan ingin pergi ke ruangannya. Baru saja pria itu melangkah sejarak 2 meter Xhi Wen langsung berlari ke arah pavilium mawar.


Pria yang melihatnya hanya merasa bodo amat dan langsung masuk kedalam paviliumnya.


“ sial aku sedang ingin menikmati keindahan malam malah ada saja yang mengganggu.” Dia masih berlari dan pergi ke arah kamar selir Xio Ling ( bagi kalian yang lupa bisa baca kembali di chapter yang berjudul tamparan )


dengan lihai Xhi Wen langsung menendang pinggang seorang penyusup yang ingin masuk kedalam kamar selir Xio Ling.


Penyusp itu berteriak karena tak tahan dengan tendangan Xhi Wen yang mengakibatkan tulang pinggangnya patah.


Mendengar suara teriakan semua penghuni mawar dan seluruh orang yang ada di kekaisaran Xio langsung berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.


Selir Xio Ling yang lebih datang melihat apa yang terjadi di luar merasa syok.


“ apa yang terjadi Jendral Xhi Wen? Siapa pria ini mengapa kalian berada disini.” Ucap nya

__ADS_1


Kaisar Xio pun juga datang melihat Jendral Xhi Wen sedang menahan seorang pria diapun juga ikut disana, semua yang ada di sana juga bertanya-tanya apa yang terjadi.


“ Jendral Xhi Wen apa yang terjadi disini, siapa pria ini?” Ucap kaisar Xio


Tampa menjawab Xhi Wen langsung membuka cadar pria tersebut. Tentunya semua sangat terkejut itu adalah kaisar An Fang di kekaisaran selatan.


“ kaisar An Fang apa yang terjadi?” Tanya kaisar Xio.


“ dia ingin menyelinap masuk ke kamar selir Xio Ling.” Sebelum kaisar An Fang menjawab Xhi Wen sudah mengatakan kebenarannya lebih dulu agar An fang tidak mengelak.


“ tidak, itu bohong aku hanya lewat saja untuk mencari udara segar dan berkeliling melihat-lihat sebelum beristirahat.” Benar saja An Fang mengelak.


Sedangkan pria yang tadi diusik oleh Xhi Wen saat melihat keindahan danau hanya tersenyum tipis.


“ menarik.”

__ADS_1


...


Saat berada di pavilium ruangan Xhi Wen, Xhi Wen sudah meminta Tangli untung menaruh pill berkata jujur di makan malamnya An Fang dan sudah pastinya Tangli telah berhasil memastikan An Fang memakan pill tersebut kedalam minuman An fang. Pill tersebut berbentuk bubuk jadi hanya memberikan sedikit kedalam minuman tidak akan merubah warna minuman tersebut.


...


Paginya tiba, semua anggota kekaisaran dan tamu undangan juga telah datang disana untuk menyaksikan siapa yang benar di sini.


“ salam hamba yang mulia, hamba ingin mengatakan bahwa kaisar An Fang semalam berencana untuk melecehkan Selir Xio Ling. Untungnya saya cepat mengetahui dan memergokinya sedang menyikap kain jendela kamar Selir Xio Ling.”ucap Xhi Wen langsung pada intinya.


Tentu semua yang ada di sana terkejut, dan tak mempercayainya, bagaimana bisa? Selama ini An Fang terkenal dengan keramahan dan kesopanannya, melakukan hal tak senonoh seperti itu, apalagi dia seorang kaisar yang memiliki permaisyuri serta banyak selir di haremnya.


“ apakah kau mempercayai perkataannya Kaisar, maaf hamba ikut campur tetapi hamba tidak terima dengan tuduhan yang diberikan oleh Jendral Xhi Wen. Hal yang tak senonoh seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh suami hamba, hamba bisa menjamin hal itu.” Ucap permaisyuri Mei San tak terima jika sumainya di tuduh seperti itu, dia mengetahui bahwa suaminya memang memiliki banyak selir tapi itulah alasannya mempercayai suaminya karena banyak selir dan dia sendiri sebagai permaisyuri jadi tidak mungkin untuk suaminya melecehkan selir kekaisaran lain, itu hal yang sangat memalukan.


Sedangkan Kaisar An Fang sudah berkeringat dingin, dia tak berani mengatakan apapun, karena yang di katakan oleh Xhi Wen adalah kebenaran.

__ADS_1


Walaupun demikian dia akan tetap menjaga kehormatannya dan mulai menenangkan diri dan mulai berbicara dengan santai agar tidak terlihat gugup.


“ maaf yang mulia kasiar Xio yang di katakan oleh jendral Xhi Wen semuanya benar.” Ucap dari An Fang membuat semuanya menjadi terbelalak, termasuk permaisyurinya dan putra mahkotanya yang bernama An Feng. Terlebih An Fang, jangan di tanya lagi dia lebih syok mendengar ucapanya sendiri dan kini sedang menutup mulutnya rapat sambil melotot.


__ADS_2