Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Pasangan yang sangat dingin(revisi)


__ADS_3

Persidangan pun selesai, tetapi banyak orang yang masih bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di ruang sidang. Namun mereka semua percaya apapun yang terjadi itu pasti hal yang baik.


Keesokanya..


semua yang ada di kekaisaran Jian sedang berada di gerbang istana, mereka semua mengantar kaisar Chang yang akan pulang.


“ kaisar Jian aku tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepadamu, sebagai ucapan terima kasih dan permohonan maaf ku, aku ingin mengundang anggota keluarga kekaisar Jian dan Jendral Xhi Wen untuk berjamu di istana kecil ku. Jika berkemungkinan datanglah.” Ucap kaisar Chang sambil menjabat tangan kaisar Jian.


“ dengan senang hati kami akan pergi dalam waktu dekat. Saat kami ingin pergi akan kami kabari.” Balas Jian Po.


“ baiklah jika begitu aku pamit. Semoga kekaisaran ini akan semakin berjaya dan makmur, dan untuk Jendral Xhi Wen semoga dirimu mendapatkan cepat pasangan yang sangat dingin.” Ucap kaisar Chang yang sudah tertawa karena ucapannya sukses membuat Xhi Wen cemberut.


“ tenang kaisar Chang aku hanya mencintai diriku sendiri, jangan khawatirkan itu.”balas Xhi Wen dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


“ haha baiklah sampai jumpa..” ucap Chang Li, lalu menaiki kudanya.


Setelah kepergian Chang Li, semua orang pun kembali ke rutinitas masing-masing. Sedangkan Jian Chu bergegas pergi ke ruangan ayahnya.


“ ayahanda apa yang terjadi tadi, mengapa aku tidak tau apa-apa saat aku tersadar ayahanda sudah berjabat tangan dengan kaisar Chang dan Jendral Xhi Wen juga tersenyum. Padahal saat sebelum itu aku melihat bahwa Jendral Xhi Wen sangat marah besar sehingga aura pembunuhnya begitu pekat keluar. Dan dan Siapa namanya hemm siapa..” ucap Jian Chu yang teporong karena melupakan nama seseorang.


“Chang Jin..” sambung ayahnya.


“ ya benar wanita jin itu, mengapa dia sudah tak ada ayahanda, kemana dia? Apakah dia sudah di masukkan kedalam penjara bawah tanah?, mengapa tidak mengajakku” tanya Jian Chu beruntun yang membuat ayahnya kesusahan menjawab.


“ bukan begitu ayahanda tapii.. dia ingin memikatku, aku harus memastikan bahwa dia benar-benar di hukum.” Balas Jian Chu


“ hahaha baiklah-baiklah, kau tak perlu khawatir lagi tentang wanita itu, Jendral Xhi Wen sudah memusnahkannya.”

__ADS_1


“ ohh baguslah jika sudah dimus-.”


“ a-a-apaa dimusnahkan. Tunggu tunggu ayah tidak bercanda kan, yang aku lihat ayahanda berjabat tangan dengan kaisar Chang Li dan aku juga melihat senyum di wajahnya. Jika itu benar, mengapa dia tersenyum.”


“ kau takkan mengerti nak.. meskipun di wajah seorang ayah tersenyum di depan orang lain ketika anaknya tiada, percayalah bahwa hatinya sangat perihh dan menangis. MenJadi seorang ayah tidaklah mudah ditambah bahwa dia seorang kaisar sekaligus orang tua tunggal. Dia pasti sangat sedih, tetapi terlepas dari semua itu, dia harus ikhlas karena anaknya memang melakukan kesalahan yang sangat besar, apa lagi dia..” ucapa Jian Po pun terpotong lalu mendekatkan bibir nya ke telinga anaknya dan berbisik.


“ dia telah menyinggung orang yang tak seharusnya dia singgung.” Bisik Jian Po.


Disitulah Jian Chu mengerti maksud ayahnya jika semua yang dilihatnya saat sadar dapat dia bayangkan kejadian sebelumnya.


“ ayahanda aku penasaran bagaimana saat Jendral Xhi Wen jatuh cinta?” Ucap Jian Chu yang mengingat pesan kaisar Chang saat berangkat pagi tadi.


“ kau benar nak, ayah juga sama penasarannya dengan mu, entah bagaimana pasangan yang cocok untuknya. Ayah hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya beserta jodohnya kelak.” Balas Jian Po.

__ADS_1


“ yang pasti pria itu harus berkenalan dulu dengan ku sebelum mendapatkan adikku.” Ucap Jian Chu dengan senyum sinisnya. Dia benar-benar sayang kepada Xhi Wen yang kini dia anggap sebagai adiknya sendiri.


__ADS_2