Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Berlatih(revisi)


__ADS_3

Pelayan pun datang membawa air hangat serta handuk bersih yang diminta oleh Jin Huo.


Dengan telaten Jin Huo mengompres pipi Xhi Wen dengan lembut.


“ astagaa bagaimana ini mengapa dia lebih cantik lagi jika dilihat dari sedekat ini, mengapa kulitnya sangat halus dari mana dia mendapatkan perawatan kulit ini. Apakah dia utusan dewi? Tidak tidak utusan dewi sekalipun tidak akan mau menjadi jendral apalagi di dunia bawah ini.” Ucap Jin Huo yang melamun memandang wajah Xhi Wen.


Xhi Wen yang mendengar ucapan Jin Huo merasa puas.


“ heh apakah kau tau aku bahkan seorang dewi, heh baru sadar kau wajahku yang sangat perfect ini.” Batin Xhi Wen dengan bangga nya.


Karena merasa risih Xhi Wen pun menyudahi pingsan cantiknya.


Dengan manjanya mata Xhi Wen terbuka perlahan dengan ekspresi sakit.


“ aww” pekiknya pelan.


“ heh bagaimana kau bisa menghadapi bandit sedangkan menghadapi pelayan saja kau sudah pingsan begini.” Ucap Jin Huo yang sengaja memancing kekesal Xhi Wen dan tentu saja berhasil.


“ kau apakah kau tak bisa sedikit saja berbicara lembut padaku hah.” Balas Xhi Wen.

__ADS_1


“Baru saja ku dengar kau memujiku dasar orang yang tinggi gengsi.” Batin Xhi Wen dengan senyum licik nya.


“Mengapa kau tersenyum hah, apakah tamparan pelayan tadi membuatmu jadi gila.” Ucap Jin Huo.


“ diam lah. Mengapa kau bisa disini.” Ucap Xhi Wen yang masih memainkan drama.


“ aku melihat orang yang sangat lemah di tampar oleh pelayan, dengan satu tamparan orang lemah itu pingsan. Aku yang sebagai laki laki yang berwibawa membawamu keruanganmu.” Balas Jin Huo dengan bangga nya.


“ begitukah Panglima Jin Huo yang berwibawa, aku sangat berterima kasih jika begitu, dan sekarang bisakah kau keluar dari kamarku. Orang lemah ini ingin istirahat.” Ucap Xhi Wen yang langsung membuang muka.


“ baiklah tampaknya orang lemah ini membutuhkan waktu istirahat lebih lama.” Balas Jin Huo.


“ yayaya pergilah, jangan lupa menutup pintu.” Balas Xhi Wen yang mulai rebahan.


Saat Jin huo sudah tak terlihat Xhi Wen pun masuk kedalam ruang dimensi.


“Salam kami putri” ucap Nan dan Xiou bersanaan.


“ dimana Tangli?”

__ADS_1


“Dia sedang berlatih di arena sambil menunggu putri.” Ucap Ji Nan.


“ ternyata dia sangat bersemangat ya, baiklah ayo kita kesana.” Balas Xhi Wen yang ikut semangat.


Yang sebenarnya Tangli harus berlatih giat agar dapat melindungi Xhi Wen. Dari Xhi Wen turun dia tak henti hentinya berlatih tenaga dalam nya karna itu sangat penting, dia terus melatih elemennya.


Ji Nan dan Xioubou masih merasa khawatir mereka tak henti hentinya merasa khawatir, semakin dekat hari dimana Xhi Wen akan melawan para bandit. Rasa khawatir merika semakin meningkat.


“ putri bawalah kami berdua juga putri.” Bujun Xioubou saat mereka masih berjalan menuju arena.


“ aku minta maaf untuk kalian berdua aku tidak bisa, karena kita harus menghargai kekaisaran ini.” Ucap Xhi Wen.


Mereka berdua pun menunduk karena merasa sedih.


Xhi Wen juga sebenarnya juga sedih dan tak enak hati, tapi apa boleh buat mereka harus menghargai kekaisaran yang posisi mereka adalah tamu. Jadi tak boleh seenaknya.


“ tenanglah jika terjadi sesuatu maka aku akan memanggil kalian.” Ucap Xhi Wen.


“ tentu saja putri.” Ucap keduanya yang tak lagi menunduk sedih.

__ADS_1


__ADS_2