
“ pembicaraan apa yang kau maksud tabib?” Tanya Xhi Wen .
“ pembicaraan mentri Xue Bon dan putrinya Xue Chai.” Balas tabib.
Jlebbbb..
Suara benda tajam yang melukai seseorang. Benda tajam itu ingin menusuk badan sang tabib namun berhasil di halau oleh tangan xhi Wen yang mungil.
“ wahhh ada apa nona Xue Chai kenapa kau ingin membunuh tabib ini?.” Tanya Xhi Wen yang masih memegang pedang yang di pandu oleh Xue Chai.
Xhi Wen pun dengan kerennya mengambil pedang yang ada di tangan Xue Chai lalu melemparnya ke samping.
“Kenapa kau selalu ikut campur urusan ku haaa, sejak saat bertemu denganmu hidupku menjadi sial, kau harus matiiii!!” Teriak Xue chai yang ingin mencekik leher Xhi wen.
Tentu saja dengan lihainya Xhi wen melintirkan tangan Xue chai sehingga suara retakkan tulang sedikit terdengar.
“Aaaghhhhhhh”
__ADS_1
“ penjaga tangkap wanita itu!” Pekik putra mahkota.
“ putra mahkota apa yang kau lakukan? Aku adalah calon permaisuri mu kenapa kau malah menangkapku, kau seharusnya membantuku untuk membunuh jal*ng ini!” Pekik Xue chai sedangkan putra mahkota bersikap tak acuh malah membuang mukanya menbuat Xue chai semakin membenci Xhi wen.
“ tabib apa yang mereka bicarakan?” Meskipub tangannya terluka dia masih bertanya kepada tabib.
“ mereka ingin menguasai kekaisaran Jian dan menjanjikan diriku akan menjadi seorang panglima di kekaisaran ini. Aku sebenarnya bukanlah seorang tabib melainkan seorang prajurit bayaran.” Balas tabib.
Penjelasan dari tabib tentu membuat kaisar dan seluruh anggota kekaisaran jian marah.
“ kau dan keluarga mu serta prajurit ini akan dieskusi besok pagi kalian siapkan mental kalian.” Ucap kaisar Jian lantang.
Prajurit pun membawa mereka bertiga ke penjara bawah tanah.
Sedangkan Jian ming sangat terpuruk, bagaimana tidak ibunya yang sangat dia sayangi di racuni dan lagi teman masa kecilnya ternyata pengkhianat.
Tiba-tiba tangan yang lembut dan sedikit ada keriputan pun membelai pucuk kepala putri Jian ming.
__ADS_1
“Sayang tak apa.. kau tak boleh bersedih, ibunda baik-baik saja. Kau tak perlu bersedih seharusnya kau senang karena mengetahui sifat asli dari teman masa kecilmu.” Ucap seoarang ibu yang tak lain adalah permaisuri .
“Ibunda maafkan aku..” ucap putra mahkota yang merasa gagal menjadi anak yang baik.
“Sudah sayang ibunda sangat bahagia kalian kini telah bebas dari hal buruk.” Balas permaisuri.
“Nona Xhi wen terima kasih sudah menyembuhkan istri zhen dan mengungkapkan keburukan mereka.” Ucap kaisar Jian.
“Sudah menjadi tugas saya untuk saling membantu yang mulia.” Balas Xhi wen.
Tidak ada yang tidak terkejut saat melihat kejadian ini, ini benar-benar di luar dugaan. Xhi wen sangat mengerikan, yang padahal tidak sesuai dengan usianya yang sangat muda. Yang mengetahui kejadian ini mereka langsung menyeganu Xhi wen karena takut mereka akan langsung di musnahkan.
“ ohh iya kaisar jangan lupa kita masih punya 3 masalah yang harus diselesaikan. Pertama membuat sungai, yang kedua menyelesaikan masalah yang di buat oleh bandit di wilayah barat yang saya dengar panglima Shi rui belum berhasil menyelesaikannya di karenakan itu dipinpin oleh organisasi tuan To nhi, yang kedua jangan lupa selalu berwaspada akan serangan oleh utusan Tuan To Nhi, saya merasa dia akan bisa menghancurkan kekaisaran ini jika kita tidak berwaspada yang mulia.” Ucap Xhi wen lagi dan di anggukan oleh kaisar.
“ alangkah lebih baik jika saya dan prajurit lainnya bergerak mulai dari siang ini yang mulia.” Lanjutnya lagi.
“ baiklah nona Xhi wen. Sesuai dengan rencanamu, kau dan prajurit lainnya akan berangkat siang ini.” Balas kaisar
__ADS_1