
“ Ming'er juga tidak tau ayah, tapi mereka sepertinya berasal dari aliansi bulan merah.” Balas Jian Ming.
“ bulan merah?” Tanya Kaisar Jian .
“ ya ayah, Ming'er juga tidak tau mereka berasal dari mana, tetapi yang Ming'er tau mereka benar benar kejam ayah. Sepertinya mereka juga bukan orang biasa, ahh yaahh cepat minta pasukan inti kita untuk membantu Wen'er, aku takut dia juga.. hiks” Ming'er kembali menangis tersedu dan meminta ayahnya untuk membantu Xhi Wen.
“ panglima..” pekik sang kaisar.
“ menghadap yang mulia.”
“ Zhen menugaskan mu untuk membawa pasukan inti membantu jendral kita.” Ucapnya tegas.
“ baik yang mulia.” Ucap panglima dan langsung berlari mengumpulkan pasukan inti.
...
Sedangkan di desa lujian masih bertarung, anggota aliansi bulan darah benar-benar kuat, bahkan Pasukan Xhi Wen saja hanya bisa membunuh beberapa dari mereka dan itupun bisa di hitung dengan jari.
Tangli sudah di perintahkan oleh Xhi Wen masuk keruang dimensi. Karena Tangli sudah terluka parah. Xioubou yang mengambil alih posisinya.
Melihat sekitar, Xhi Wen menyadari betapa kuatnya musuhnya kali ini, dia juga sadar semakin lama maka akan kalah. Kalah dalam kekuatan dan terutama jumlah.
__ADS_1
Tentu saja Xhi Wen tidak akan membiarkan itu terjadi, dia terus mencari cara agar dapat mengalahkan mereka. Jika itu tidak di lakukan maka orang yang tidak salah dan lemah akan terbunuh seperti desa-desa yang telah di lewatinya sendiri.
“ sial mereka ini apa, mengapa begitu kuat.” Umpatnya lagi sambil menangkis dan menyerang lawan.
Xhi Wen sudah di katakan sangat kuat, melawan 200 orang yang kuat bukan lah hal yang mudah.
Dia yang kini tengah berpikir betapa kuat nya musuh, sekilas kejadian dimana Jiang Chu di tebas muncul dalam ingatannya.
“ heh kalian pikir kalian bisa pergi hidup hidup dari sini hahhh!!” Pekiknya di dalam kerumunan musuh.
Membuat semua orang yang ada disana sempat berhenti melihat siapa yang tengah berteriak dengan penuh amarah.
Sedetik para anggota bergidik ngeri, tetapi setelahnya mereka meremehkan Xhi Wen yang dari tampilannya dan dari tubuhnya yang kecil, tidak akan membuat mereka terancam.
Xhi Wen terpejam, Ji Nan dan Xioubou juga terdiam melihat tuanya. Mereka belum pernah melihat kemarahan sang junjungan yang begitu mengerikan ini.
Perlahan-lahan udara menyusut, anggota aliansi sedikit merasa sesak. Tapi mereka fikir ini karena banyak orang di sini sehingga menjadi hal yang wajar.
Yang tidak mereka ketahui adalah udara dan kekuatan alam tengah berkumpul di sekitar Xhi Wen secara perlahan dantian emas milik Xhi Wen menyerap kekuatan itu.
Xhi Wen pun melayang sedikit demi sedikit, bersinar dengan sinarnya yang berawarna emas di tiap ujung cahaya terdapat warna merah pekat.
__ADS_1
Rambut Xhi Wen berubah menjadi keemasan, matanya juga berubah warna menjadi keemasan.
Semua yang ada disana di buat tercengang, termasuk para bawahannya sendiri.
Awan awan bergemuruh, sedikit mengeluarkan kilatan seperti ingin menyambar siapapun yang ada di bawah.
“ Ji Nan! Xioubou cepat masuk keruang dimensi, segera!” Pekik Xhi Wen.
Dan langsung saja mereka berdua masuk keruang dimensi.
Xhi Wen tersenyum sinis, sambil menatap setiap mata di bawahnya.
“ kalin yang mencari mati jangan salahkan aku lagi jika mengabulkannya.”
Hai guys janji author up 10 chapter nanti malam yahhh
Jangan lupa kasih like dan vote nya ya teman teman. Dan author minta maaf kalo kata katanya masih ada yang salah dan ada juga yang ga nyambung. Author bakal lebih berusaha lagi..
Terima kasihhh jugaa yaa buat kalian yang selalu dukung author dan selalu ngerti keadaan author.
Ily guys❤️🔥
__ADS_1