
Sesampainya di gubuk Ji nan langsung melemparkan pertanyaan.
“ putri apakah yang mulia pangeran ketiga Xhi fang telah pergi?”
“ ya sudah..”
melihat apa yang tengah junjungannya itu genggam mengejutkan Xioubou.
“ putri apakah di tanganmu itu adalah seruling kematian?”
“ hah seruling kematian, apakah ini seruling yang kau katakan itu.” Tanya Xhi Wen sambil mengangkat seruling tersebut.
“ benar putri itu seruling kematian, ini kali pertama aku melihatnya. Sungguh seperti kata legenda yang mengatakan bahwa seruling kematian ini meski tampak cantik tetap saja auranya sangat menakutkan.” Balas Xioubou merinding.
“ aku memang merasakan aura yang cukup kuat di seruling ini.” Ucapnya sambil membolak balikkan seruling tersebut.
“ heiii kau berenti disana.... dasar bocah sialan kembalikan ayamku...” pekik seseorang yang sepertinya tengah mengejar seseorang.
Mendengar itu Xhi wen langsung mengikuti sumber suara.
__ADS_1
Ada seorang bocah tengah berlari sekuat tenanga, tidak memakai baju dan terlihat banyak bekas lebam di akibatkan luka luar maupun luka dalam dengan seekor ayam di pelukannya.
“ hei kau... aku bilang berhentiii...” ucap seseorang tersebut terengah-engah memegangi dadanya.
“ benar-benar, jika kau tertangkap akan aku kuliti kau bocah sialan.” Ucapnya yang langkahnya mulai pelan.
Bughh
Bocah tersebut menabrak seseorang yang tak lain adalah Xhi wen.
Tepat saat bocah itu mendongak ke atas guna melihat siapa yang telah ia tabrak, bersamaan dengan kedatangan rombongan Xhi wen dan seseorang yang mengejarnya tadi.
“ hei kau.. sini kau, takkan ku biarkan kau lolos lagi kali kni.” Ucapnya yang ingin menggapai tubuh bocah tersebut.
“ kesini kau...” geram seseorang tersebut.
Melihat anak itu bersembunyi membuat seseorang itu semakin menggeram marah. Tapi saat melihat siapa wanita yang di depan anak tersebut membuat seseorang itu sedikit terpesona.
“ ehm nona cantik bisakah kau memberikan anak yang di belakang itu kepadaku. Anak itu sangat nakal, dia telah mencuri ayam peliharaanku.” dengan wajah yang dibuat berwibawa ia dengan sedikit angkuh.
__ADS_1
Xhi wen mengabaikan pria di depannya dan membalikkan badannyaa langsung menyetarakan tubuhnya dengan anak kecil tersebut.
“ hai adik kecil, boleh kakak tau siapa namamu?” Ucap Xhi wen lembut sembari tersenyuk manis.
Melihat senyuman Xhi wen yang begitu manisnya membuat pria tersebut semakin terpukau, dia bahkan tidak mempermasalahkan jika wanita di depannya itu tidak menghiraukan pertanyaannya tadi.
Dan malah di dalam hatinya sedikit merasa terima kasih kepada anak kecil tersebut karena sudah mendatangkan seorang bidadari yang sangat cantik.
Anak kecil tersebut menunduk tak menjawab, dia malah menitikkan air matanya namun tak berani bersuara.
Melihat itu Xhi wen tampa ragu langsung memeluk anak kecil itu.
“ tak apa... kau akan aman bersama kakak, siapa yang akan mencelakaimu akan berhadapan dengan kakak.” Setelah mengatakan itu mata Xhi wen langsung tertuju pada pria di belakangnya.
Sedangkan pria yang tampak dari pakaiannya adalah seorang bangsawan seketika jantungnya berhenti sedetik saat Xhi wen menatapnya tajam.
“ ehm wanita cantik, ehm ma-makusdku hei kau kenapa kau menatapku seperti itu, anak itulah yang bersalah karena mencuri ayam peliharaan kesayanganku.” Ucapnya yang berusaha berbicara tenang agar tidak kelihatan gugup dengan tatapan mematikan Xhi wen.
“ lihat luka anak ini, apakah hanya karena seekor binatang peliharaan kau sanggup melukai seorang manusia? Bahkan umurnya saja masih kecil, di mana letak rasa kemanusiaanmu.” Xhi wen berkata pelan namun kata katanya terdengar sangat kencang di telinga pemuda itu.
__ADS_1
Namun tampaknya pemuda itu tidak senang dengan perkataan Xhi wen.
“ aku sudah katakan, ayam itu adalah ayam peliharaan kesayanganku jelas aku lebih mementingkan ayamku itu dari pada anak sampah sepertinya.” Balas pria itu yang kini mulai menunjukan wajah angkuhnya.