Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Firasat Ji Nan(revisi)


__ADS_3

Paginya Xhi Wen masuk ke ruang dimensi untuk melihat apakah adik nya sudah selesai dari betapanya.


“ salam kami putri..” ucap mereka bertiga serempak.


“ apakah yinfai sudah menyelesaikan semedinya?” Tanya Xhi Wen langsung.


“ belum putri, padahal dia sudah tertutup oleh bunga teratai yang besar apalagi bunga teratai tersebut berwarna hitam.” Ucap Xiobou.


“Warna hitam keunguan atau hitam kehijauan?”


“Warna hitam kehijauan putri” jawab Ji Nan.


“ sepertinya butuh 3 tahun lagi untuk dia menyelesaikan betapanya.”balas Xhi Wen dan di anggukan oleh ketiganya.


“ Tangli bisakah aku mengetes kekuatanmu?.”


Ucapan Xhi Wen tentu membuat hati Tangli menggebu, dia sangat excited sekali karena di tantang oleh Xhi Wen.


“ tentu putri, kehormatan bagi saya untuk berlatih dengn putri.” Ucap tangli.

__ADS_1


“ baiklah siang nanti kita akan bertemu di arena, aku kembali kebawah untuk pergi keruangan kaisar untuk membawamu bersamaku saat memusnahkan bandit.”


Dan sekali lagi ucapan Xhi Wen membuat tangli sangat senang.


“ dengan senang hati putri....” balasnya.


“ putri apakah aku tidak di ajak?” Tanya Xioubou.


“ benar putri apakah kami tak di ajak, aku khawatir bila nanti putri terluka, apalagi kami tidak bisa lagi merajalela keluar dari ruang dimensi ini.” Ucap Ji Nan.


“ apa yang perlu di takutkan, aku sendiri saja mampu untuk memusnahkan mereka.” Balas Xhi Wen.


“ putri kita tidak bisa merendahkan lawan sebelum kita mencoba melawan mereka. Kita tidak tau kekuatan mereka sebesar apa, lagi pula putri ucapan mematikan putri hanya berlaku jika kekuatan lawan lemah, tetapi jika kekuatan lawan kuat ucapan putri tidak akan berfungsi. Ya memang putri kini sudah menjadi seorang dewi karena sudah berusia 15 tahun tapi tetap saja hukumnya seperti itu.” Ucap Ji Nan.


“ aku tau kau mengkhawatirkan diriku, tetapi jika aku membawa kalian semua. Aku rasa kaisar tidak akan setuju, mendapatkan kepercayaan nya tidak lah mudah.” Ucap Xhi Wen.


Kedua ekspresi dari bawahannya sudah sangat mengharukan. Entah mengapa Ji Nan merasakan bahwa lawan Xhi Wen akan berat.


“ baiklah saat keadaan terdesak aku akan memanggil kalian, kalian jangan bersedih seperti itu.” Ucap Xhi Wen yang tak tega dengan ekspresi dari keduanya.

__ADS_1


Seketika wajah mereka mulai terangkat lagi dan kini mengembangkan senyum serta mengangguk dengan antusias.


“ Tangli persiapkan dirimu, aku akan turun sekarang.” Ucap Xhi Wen dan mereka bertiga tertunduk tanda memberi hormat.


**


“ entah mengapa aku sangat khawatir kepada putri.” Ucap Ji Nan saat mereka berada di gazebo.


“ aku sedikit merasa khawatir tapi aku percaya putri.” Ucap Xioubou.


Ucapan Xioubou di anggukan oleh Tangli tanda dia setuju.


“ aku rasa lawan putri nanti memiliki kekuatan yang kuat, entah mengapa aku merasa seperti itu.” Ucap Ji Nan.


“ aku juga seperti merasa lawan putri nanti memiliki kekuatan elemen es, aku sedikit lupa nama kekuatan itu, yang jelas kekuatan es yang dimiliki oleh lawan sangat lah kuat.” Lanjutnya.


“ benarkah? Jika begitu kita harus menolong putri.” Ucap Xioubou dan di angguki lagi oleh Tangli.


“ yaa kau benar, tetapi putri belum bisa membawa kita. Aku tau mengapa putri seperti itu, dia bukan tidak ingin membawa kita berdua bersama nya tetapi dia masih menghargai tempat dimana ia tinggali saat ini.” Ucap Ji Nan.

__ADS_1


**


“ salam hamba yang mulia.” Salam Xhi Wen kepada kaisar Xio


__ADS_2