
Melihat kepergian ketua sekaligus orang yang ia sayangi membuat Angga sangat marah. Kemarahannya membuat dia menulikan telinga dengan ucapan Surti. Dia hanya sedikit tekejut dengan Amelia yang begitu lihai menembak leher sasaran.
But dia tidak memikirkan jauh, karena mungkin saja Amelia begitu Syok dan marah. Jadi kemarahannya membuat Amelia seperti itu.
Sedangkan amelia sudah kembali memainkan drama
menangis histeris bersama tergeletaknya Anggun.
“ Angguuuun mengapa kau tega meninggalkan aku sendiri hiks hiks hiks, bukan kah kita sahabat aku akan mati bersama mu, Angga bunuh aku juga.” Pekik Amelia dengan air mata buayanya.
“ mengapa pasukannya ada disini sial!, untung saja mereka datang di waktu yang tepat.” Batinnya.
“ tenang Amelia aku tau ini sangat berat, tapi jika kau seperti ini dan ingin mengakhiri nyawamu akan membuat ketua lebih tidak senang. jangan khawatir dan jangan bersedih, bos pasti akan kembali dia sudah berjanji, jadi tenanglah.”
semua telah musnah, Surti sebelum dibunuh sempat menjelaskan bahwa Amelia lah yang membunuh anggun, tampa melihat langsung siapa yang akan percaya, melihat Amelia selama ini sangat menyayangi Anggun. Sungguh Amelia sangat mahir dalam hal itu. Hingga pada akhirnya dia mengatakan kata kata terakhir sebelum di tembak Amelia.
Setelah kematian bosnya Angga benar-benar menjaga aset Anggun, dia juga tidak berani membiarkan siapapun untuk mengambil alih karena Anggun berjanji akan kembali.
Sudah berapa kali Amelia menawarkan diri untuk merawat dan menjaga aset Anggun dengan alasan dia tidak ingin usaha Anggun terbengkalai, tapi dia harus mendengarkan ucapan bosnya, meskipun dia sendiri tidak tau pasti bosnya akan kembali atau tidak.
....
di suatu ruangan pria tampan menatap wajah keponakannya yang baru.
dan sebenarnya wajah asli dari anak tersebut tetapi usia dari tubuh anak itu hanya 2 tahun saja tapi jiwanya sudah berumur 22 tahun.
__ADS_1
“wen'er cepatlah bangun jangan terlalu lama kau tidur aku sudah tidak sabar lagi memberitahu kan semuanya kepadamu”ucap seorang pria itu sambil menggoyangkan tubuh Mungil anak itu dan sesekali mencubit pipi Cuby dan hidung mancung keponakanya itu
“auuu sakit sekali” ucap anak tersebut
“bangun lah apa kau ingin terus bermalas malasan hah” ucap pria itu dengan tegas .
“paman aku masih sangat mengantuk tolong jangan bangun kan aku dulu aku letih” jawabnya yang masih bergulat dengan selimut tebalnya itu.
byur
byur
“paman apa yang kau lakukan kau mau memandiin aku disini” ucap anak itu yang telah basah kuyup akibat cipratan air dari pamannya dengan elemen air yang ia miliki.
“paman apa itu kau dapat air dari mana kenapa kau mengeluarkan nya Tampa kau menyentuh dan disini juga gada ember” tanya anak itu kebingungan.
“wen'er siapa paman aku anggun” tanya anak itu.
ya anak itu adalah Anggun dari dunia modern. rohnya memasuki tubuh anak mungil yang kini berusia 2 tahun.
“nama aslimu adalah Xhi Wen sayang. dan tubuhmu yang asli emanglah seperti ini. karena ada suatu hal yang mendesak jiwamu aku bawa kedunia modern untuk hidup dan berlatih Disana” ucapnya sambil mengambil nafas.
“tubuhmu aku simpan di dimensi ini . dimensi Ini adalah hadiah nenek buyut sebelum kau lahir dan tepatnya itu adalah kalung miliknya yang ia hadiah kan untuk mu” sambungnya sambil menatap Xhi Wen.
dari tatapan Jeff sudah terlihat ada sedikit air di pelupuk matanya.
__ADS_1
“paman maaf aku masih belum mengerti dan tunggu..” ucap xhi Wen sambil melihat sekelilingnya.
“tempat apa ini paman kenapa sangat indah terlihat mix modern dan kuno sangat menyatu dengan indah.” sambungnya lagi yang kini sedikit merasa senang.
“apakah ini surga paman. inikah surga yang di katakan dalam kitab kitab” sambungnya lagi.
“bukan sayang ini bukan surga ini adalah ruang dimensi milikmu” jawab Jeffry lembut.
“paman Jeff jangan bercanda dan apa itu.. apa tadi.. hemm apaa ruang apaa?” tanya Xhi Wen dengan polosnya.
“ruang dimensi sayang” jawab Jeffry dan tersenyum.
“hah apa itu aku sama sekali tidak mengerti” tanya nya sambil menggaruk kepalanya nya tanda tak mengerti.
“Wen'er ruang dimensi adalah ruang penyimpanan yang luas, lebih tepatnya dunia kecil yang bisa menampung apapun termasuk makhluk hidup bahkan tampa batas. tidak banyak yang memilikinya bahkan bisa dihitung dengan jari " jawab Jefri sambil melihat ekspresi keponakannya yang imut itu.
“punya paman pun juga ada namun berbeda jauh dengan milikmu. milikmu ini di berikan langsung kepadamu oleh leluhur karna hanya kau lah yang pantas dan hanya kau berhak memilikinya” lanjutnya yang sengaja berhenti untuk melihat ekspresi Xhi Wen.
terlihat Xhi Wen ingin memprotes Jeffry sudah mendahului nya sengaja.
“kau adalah keturunan Dewi kematian maka dari itu kau yang selanjutnya akan menjadi Dewi kematian. Dan untuk itulah kau memiliki ruang dimensi ini.” sambungnya.
“tapi paman aku sama sekali tidak mengerti bukan kah hal itu hanya ada di novel novel saja” tanya nya lagi.
“kau ini sangat bodoh percuma aku mengajar, melatih, mendidikmu tapi kau seperti ini..” bukanya jawaban yang di dapat malah cemoohan yang di terima oleh Xhi Wen
__ADS_1
“paman aku benar-benar tak mengerti kau jangan membuly ku”. jawabnya yang sedikit cemberut karena ulah pamannya itu.
“baiklah aku akan mengajarimu minum pil ini biar kau bisa cepat menyerap apa yang aku ajarkan” ucap Jeffry sambil memberikan pill penjernih pikiran kepada Xhi Wen.