
Mendengar percakapan mereka li hongyi terkekeh pelan membuat semua yang ada disana menoleh padanya.
“Apa yang kau tertawakan pendekar Li Hongyi? Apakah ada yang salah dengan ucapan kami?” Tanya pendekar jiang houyue.
“ ah tidak ada aku hanya memikirkan hal lucu saja kalian lanjutkan lah percakapan kalian. Seperti biasa aku tidak ingin kalian menampakkan bayangan kalian jika menyakiti gadis tengik itu. Ah ya aku jadi sedikit penasaran dengan gadis tengik itu, seperti apa dia sehingga menbuat tetua Zhao ketakutan.
“ itu apakah aku boleh memberi tahu bagaimana rupa gadis itu tetua dan pendekar. Ucap mata-mata mereka yang baru masuk karena emang ingin memberitahukan informasi mendalam dari Xhi Wen.
“ ya tentu saja. Katakan lah aku menjadi lebih penasaran.” Ucap Ling Hongyi.
“ wajah Jendral Xhi Wen sangat lah cantik pendekar, putih bersih, natural, bulu mata lenting serta alis yang tegas, meskipun masih gadis tapi tubuhnya sudah seperti wanita dewasa, sangat menggoda, bibirnya sexy, semerah cerry, ahh aku tidak bisa membayangkan betapa cantiknya dia.” Ucap mata mata tersebut.
“ tunggu.. dari mana kau mendapatkan informasi itu?” Tanya pendekar Lin Yi.
__ADS_1
“ aku dengar dari prajurit yang berada di dalam istana sewaktu aku menyamar menjadi pelayan disana. Aku berul betul penasaran sehingga mencarinya, tetapi saat menemukan keberadaan jendral itu, dia baru keluar dari ruangan kaisar Xio sayangnya aku hanya melihat tubuh jendral dari belakang saja.” Ucap mata mata tersebut kecewa.
“ siapa yang tau. Mana tau wajahnya jelek, kau tidak bisa langsung percaya rumor di sana.” Ucap Lin Yi.
“ pendekar Lin Yi rumor itu benar, dari belakang saja aura cantiknya tidak dapat di pungkiri, aku sangat yakin kecantikannya lebih cantik dari cerita prajurit disana.” Balas mata-mata tersebut.
Sedangkan Lin Yi hanya memutar matanya malas, karena tidak percaya ada yang secantik itu, ada tetapi hanya para dewi bukan gadis di dunia bawah ini.
Padahal dia sendiri yang tidak mengetahui bahwa Xhi Wen adalah seorang dewi.
Di dalam ruang dimensi
“ putri apakah kau sudah menyiapkan segala jenis pill yang di butuhkan?” Ucap Ji Nan seperti seorang ibu yang bertanya akan persiapan anaknya.
__ADS_1
“ Ji Nan apakah aku harus membawa pill, aku bisa saja langsung mengambilnya.” Balas Xhi Wen.
“ putri aku ingin memintamu membuatkan dua pill racun sebelum keberangkatanmu pagi ini.” Ucap Ji Nan. Karena saat ini sudah tengah malam sehingga pagi ini Xhi Wen sudah harus berangkat.
“ apa itu?.”
“ racun si de dan racun xili qi.”
“ hah aku sepertinya tau nama racun itu tapi apa?” Tanya Xhi Wen yang tidak asing dengan nama racun itu.
“ putri ini sudah waktunya kau melihat perpustakaan di lantai 8, umur putri sudah mencapai 15 tahun. Apa putri ingat bahwa saat putri sudah menghabiskan buku di lantai 7 putri ingin memasuki lantai 8 tapi tidak bisa dan di sana sudah tertera bahwa hanya pada saat putri berumur 15 tahunlah baru putri bisa memasuki perpustakaan itu.” Ucap Ji Nan dan di angguki oleh Xhi Wen tanda mengerti.
“ ini lah saat nya putri, bacalah habis satu lantai saja untuk bekal putri sebelum esok pagi.”
__ADS_1
“ baiklah Ji Nan aku akan menuruti perkataan mu. Kau bisa temani aku.”
“ maaf putri bukan maksud hamba menolak tetapi hanya putrilah yang bisa masuk disana. Hamba hanya bisa mengingatkan bahwa disana ada perangkap atau pengetesan bahwa putri layak untuk masuk ke lantai 8. Jika putri berhasil maka putri bisa naik sampai lantai 10 tampa ada tantangan lagi.” Ucap Ji Nan.