
“ baiklah putri jika seperti itu, hamba tidak berani untuk mengekang putri, hamba juga tidak ada hak untuk itu, hanya saja hamba khawatir kepada putri.”
Mendengar balasan Ji Nan membuat Xhi Wen menjadi tak enak hati.
“ terima kasih atas perhatian mu kepadaku, tetapi Ji Nan aku harus ikut serta dalam peperangan ini, aku harus menguji kekuatan ku bukan, selama aku disini selalu ada kalian yang menjagaku, bahkan aku pun tak di beri kesempatan untuk mencoba kekuatanku, jadi Ji Nan biarkan lah aku ikut serta kali ini yahh..” ucap Xhi Wen sedikit memelas dia tak lagi bersuara tegas tetapi bersuara seperti anak kecil yang meminta sesuatu kepada sang kakak.
“ seperti kehendak anda putri, kami akan selalu ada di dekatmu.” Balas Ji Nan dan di angguki oleh Xioubou .
“ kalian memang sahabat sekaligus keluarga ku yang sangat aku sayangi.” Ucap Xhi Wen dan tiba tiba saja langsung memeluk dua pria di depannya.
Seketika kedua pria yang tengah di peluk menjadi merona dan merasa hangat serta sangat terharu, di zaman itu dimana semua orang yang gila harta dan ketenaran yang sudah minim sekali kehangatan keluarga yang ada hanya ambisi untuk merebut warisan.
Xhi Wen pun melepaskan pelukannya dan kini tersenyum manis kepada kedua pria di depannya seperti gadis kecil yang imut seperti layaknya anak kecil di umur 10 tahun.
__ADS_1
“ sekarang kita harus menolong kekaisaran Jian dan menyelesaikan masalah yang ada baru kita akan pergi.” Ucap Xhi Wen yang kembali menjadi semula.
Dan ucapan Xhi Wen tentu di angguki dengan sangat antusias oleh kedua pria di depannya.
Kini mereka bertiga dengan anggunnya berjalan menuju gerbang istana untuk menyambut kedatangan pemberontak dari pasukan tuan To nhi.
Sedangkan dari arah selatan hutan istana sudah banyak sekali pertumpahan darah yang itu entah berasal dari pemberontak ataupun berasal dari para prajurit.
“ panglima kita berhasilll...” ucap salah satu prajurit yang selamat.
“ ya kau benar prajurit, tetapi kita tidak bisa mengabaikan prajurit yang sudah kehilangan nyawa dan prajurit yang tengah terluka, berikan pill ini kepada mereka yang terluka, dan bawa mayat prajurit untuk di kremasikan, mereka akan di kremasi secara hormat.” Ucap Shi Rui sambil memberi sisa pill yang di berikan oleh Xhi Wen.
“ baik panglima..” ucap prajurit dan berlalu pergi.
__ADS_1
“ sekarang apa yang kita lakukan?” Tanya kasim Luei.
“ kita istirahat terlebih dahulu dan memastikan para prajurit sudah mulai pulih dan baru kita akan kembali ke istana, tidak baik jika kita membawa prajurit yang tengah terluka di perjalanan yang cukup jauh ini.” Balas Shi Rui dan di setujui oleh Luei.
Sedangkan di istana semua pasukan telah siap menunggu kedatangan pemberontak.
Salah satu prajurit yang bertugas memantau dimana arah pemberontak itu akan menyerang pun melihat dari arah barat. Di kejauhan Terlihat disana ada banyak sekali pasukan pemberontak menuju istana.
Melihat hal itu prajurit langsung memberitahukan kepada kaisar Jian Po.
Dan kaisar Jian Po memberi kode kepada Xhi Wen dengan cara menganggukan kepalanya dan matanya yang mengatakan bahwa pemberontak sudah dekat.
‘ ini akan sedikit mengeluarkan tenaga, tapi tak apa aku bisa mengumpulkan aura pembunuh dari banyak nya manusia yang aku bunuh.’ Batin Xhi Wen dengan senyum yang sangat tipis hingga nyaris tak terlihat, namun mampu dilihat Xioubou yang peka akan hal yang ada di sekitarnya.
__ADS_1