
Berbagai acara pun di laksanakan
seperti acara pedang, bertanding sesuai dengan tingkat kultivasi masing-masing.
..
Besoknya semua orang telah berkumpul untuk melihat siapa yang menjadi pemenang acara tersebut.
Dan yang menjadi pemenang pertama adalah Jian Chu, yang kedua adalah Huang Shi, dan yang ketiga adalah Zhang Huo.
Peserta yang memenangkan lomba tersebut langsung di berikan hadiah oleh kaisar Xio sendiri.
Pemenang pertama mendapatkan 100 koin berlian, 10 akar spritual ( yang berfungsi meningkatkan tingkat kultivasi ,akar spritual sangat susah untuk di dapatkan, biasanya hanya terdapat di dasar danau.), 10 pill mawar ( yang berfungsi memulihkan tenaga dalam) dan 10 pill anggrek ( berfungsi menetralkan racun di dalam tubuh.).
Pemenang kedua mendapatkan 100 koin berlian, 7 akar spritual, 7 pill mawar,dan 7 pill anggrek.
__ADS_1
Pemenang ketiga mendapatkan 10 koin berlian, 4 akar spritual, 4 pill mawar, dan 4 pill anggrek.
Yang tidak memenangkan acara ini tentu tidak akn mendapatkan apapun, ada pula hadiah yang di berikan bagi yang tidak menang yaitu mendapatkan 1000 koin emas, dan berbagai macam pill tingkat menengah.
huang Shi yang mendapatkan pemenang kedua tentu sangat senang dan sombong, tetapi seberusaha mungkin di tutupi dengan sikap lembut, dia tentu semakin merasa bahwa Jian Chu akan mengaguminya.
Tetapi sebaliknya justru Jian Chu tidak perduli dengan perasaan Huang Shi, pria itu tentu tau bahwa putri mahkota tersebut berusah mencari muka dengannya. Dia hanya pernah sempat menyukai 1 wanita dan itu Xhi Wen di masa lampau namun kini dia berhasil merubah rasa cinta menjadi sayang sebagai adik.
Namun kini tidak satu pun wanita yang dapat mengunggah hatinya.
Pada malam harinya Xhi Wen duduk di tepi danau, dia ingin menikmati susana malam di istana kekaisaran Xio. Karena dalam 3 hari lagi dia akan kenbali kekaisaran Jian.
Tampak suasana pada malam itu sangat indah, kunang kunang berterbangan, angin sepoy sepoy, pemandangannya sendiri sangat elok di pandang.
Saking asyiknya Xhi Wen menikmati suasana di danau tersebut membuatnya menutup mata sejenak, dan tampa ia sadari ada seseorang telah duduk di sampingnya yang juga menatap pemandangan danau.
__ADS_1
Saat Xhi Wen membuka matanya, alangkah terkejutnya Xhi Wen saat melihat sosok pemuda yang sangat tampan tengah duduk di sampingnya.
“ hmm apa yang kau lakukan disini?” Ucap Xhi Wen sambil menautkan sebelah alisnya.
Tak ada jawaban dari pemuda tersebut, pemuda tersebut masih memandang ke arah danau.
Xhi Wen yang tidak mendapatkan jawaban pun menepuk jidatnya dan merutuki kebodohannya, jelas dia masih mengira bahwa pemuda tersebut bisu dan tuli sehingga dia tidak dapat mendengar maupun berbicara.
“ ah aku lupa kau tidak bisa mendengar ataupun berbicara yah, sungguh kasihan sekali.” Ucapnya sambil mengalihkan pandangannya ke danau kembali.
“ apakah aku bisa mengobatinya, tapi aku tidak tau bagaimana caranya.” Ucapnya lagi kebingungan, pemuda tersebut masih terdiam dengan pandangan lurus kedepan.
“ hemm sebaiknya aku menanyakan hal ini kepada Ji Nan dan Xioubou, mungkin saja mereka tau caranya, dan jika difikirkan aku bisa mengobatinya, mengingat masih ada waktu 3 hari untuk menyembuhkannya. Tetapi pemuda ini, kapan dia akan kembali. Dan berasal dari mana dia.” Ucapnya lagi dan lagi.
Pemuda tersebut masih terdiam dan memandang danau serta terkadang kunang kunang tersebut mendekatinya dan di sambut hangat olehnya. Meski pemuda tersebut tidak berekspresi tetapi batinnya sedang tertawa, dia merasa sangat puas mengerjai wanita di sampingnya.
__ADS_1