
“ sudah tenanglah, dia tidak akan menyakiti kalian.” Ucap Yinfai meyakinkan.
Tetapi tetap saja mereka masih berkeringat dingin.
sampai-sampai tidak berani bergerak sedikitpun.
“ kalian istirahatlah, besok harus bangun pagi sekali untuk berlatih, ah ya karena tidak banyak bahaya lagi di hutan, jadi kita akan latihan disana.” Ucap Xhi Wen lagi.
“ apakah benar- benar tidak berbahya?” Tanya Li mei.
“ benar karena penghuninya bersama kita jadi tidak ada yang perlu di takutkan.” Ucap Yinfai.
Dan lagi lagi membuat Xing memutar matanya malas.
Mereka pun beristirahat dengan tenang. Kecuali Xhi wen, Ji nan, Xioubou, dan Tanli.
“ putri, apakah putri memiliki pikiran yang sama denganku?” Tanya Ji nan.
“ yaa aku tau, mungkin desa ini akan menjadi target pembantaian selanjutnya. Maka dari itulah kita harus melatih Tan Jin, Tan lang dan Li mei agar mereka bisa melindungi diri mereka sendiri.” Balas Xhi Wen.
__ADS_1
“ tapi putri bukankah mereka sangat kuat, kita bahkan menbutuhkan waktu untuk membunuhnya, meningkatkan kekuatan mereka dengan hanya beberapa minggu tidak akan cukup.” Balas Ji nan.
“ arghh benar, kenapa mereka sangat kuat begini, aku saja belum bertemu orang tuaku, tapi harus memberantas mereka semua. Padahal aku sangat merindukan mereka.” Xhi wen benar-benar merindukan keluarganya ditambah melihat kasih sayang Li mei terhadap anaknya menimbulkan rasa iri di hati kecil Xhi wen.
Melihat junjungannya membuat hati Ji nan, Xioubou dan Tangli ikut merasa sedih.
“ inikah Queen Mafia yang aku kenal dulu? Mengapa begitu cengeng sekarang?” Ucap seseorang di balik kegelapan.
Mendengar suara yang tidak asing membuat Xhi wen mengangkat kepalanya dengan lebih berbinar dan mencari sosok yang berbicara tadi.
“ Paman jeff? Ituu paman?” Pekik Xhi wen semangat.
“ wowowo ternyata kamu tidak melupakan aku.” Ucap Jeffry atau kini bernama Xhi fang. Dia berjalan dengan santainya sambil tersenyum sarkas.
Ia langsung meloncat memeluk paman kesayangannya itu.
“ pamann kenapa kau lama sekali datang, apa kau tau? aku benar-benar merindukanmu.” Ucap Xhi wen dalam pelukan dada kekar Xhi Fang
“ hahahaha paman juga sangat merindukanmu, ayo kita cari tempat lain, paman akan menceritakan sesuatu kepadamu.” Balas Xhi Fang yang mengelus pucuk kepala Xhi wen lembut.
__ADS_1
Dengan senyuman yang mengambang. mereka pun berjalan masuk kedalam hutan. tak lama mereka telah sampai di bukit dengan pemandangan desa yang mereka jumpai tadi.
Dengan sangat tidak sabaran Xhi wen bertanya dengan pertanyaan bertubi-tubi ke Xhi fang yang membuat Xhi fang menggeleng.
“ paman, mengapa paman langsung meninggalkanku bersama Ji nan saat itu?.”
“ terus dimana ayah dan ibu serta keluarga lainnya? Mengapa tidak mengajakku?”
“ lalu selama ini pasti paman memperhatikan ku, mengapa tidak menunjukan diri?”
“ apakah paman tidak menyayangiku lagi?”
“ apa paman tidak kasian dengan aku yang harus berlatih keras dan menyelesaikan banyak masalah yang padahal aku baru datang disini.”
“ hahaha kamu ini sama sekali tidak berubah, padahal kamu tau sendiri kamu ini keras, tapi saat bersama paman kamu sangat manja dan bergantung pada paman saja, sampai permasalahan sekecil lobang semutpun kamu ingin paman yang menyelesaikannya. Paman mana bisa tinggal bersamamu jika kamu belum kiat di dunia ini.”
“ ingatlah wen'er kita sekarang bukan lagi di dunia dimana kamu besar dulu, disini pembunuhan sudah menjadi hal yang lumrah bahkan banyak sekali sekumpulan rakyat terbunuh di depan pemerintahan itu sendiri.”
“ seperti saat ini, di setiap kekaisaran sedang terjadi pemberontakan yang membantai setiap desa, jika paman di dekatmu maka kamu tidak akan berusaha keras untuk menjaga diriku sendiri. Apalagi paman tau sangat betul kepribadianmu, yang jika sudah bertemu dengan masalah apapun dan diminta ataupun tidak, kamu akan selalu membantu menyelesaikannya.”
__ADS_1
“ jadi seharusnya kamu mengerti tentang itu.” Penjelasan Jelas Xhi fang membuat Xhi wen menatap perdesaan yang ada di depan mereka.
“ kita sekarang di dunia kultivator sayang, membunuh secara terang-terangan seperti ini sangat berbeda di dunia kita dulu yang hanya membunuh secara diam diam. peperangan adalah hal yang tidak bisa dihindari lagi, mau tak mau kita harus menjadi kuat untuk bertahan hidup.”