Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Jauh dari istana (revisi)


__ADS_3

Melihat ekspresi junjungannya ntah mengapa membuat Xioubou bergidik ngeri sekaligus penasaran akan rencana junjungannya itu.


Sedangkan ada sepasang mata yang tak bisa berpaling dari saat Xhi Wen berada di gerbang istana, terus menatapnya, entah itu rasa kagum ataupun rasa yang wajar antara pria dan wanita, yang jelas perasaan itu menimbulkan rasa ingin memiliki yang besar. Siapa lagi kalo bukan putra mahkota Jian Chu yang dari tadi asik memandang wajah ayu dari Xhi Wen.


Xhi Wen tentu saja tau, tetapi dia tidak peduli, dia adalah termasuk orang yang tidak peduli akan hal-hal semacam itu bahkan dia tidak percaya akan adanya cinta, yang dia ketahui adalah pria hanya punya rasa nafsu, wanita bagi mereka hanyalah pelampiasan nafsu.


Yang Xhi Wen percayai adalah rasa kasih sayang yang begitu tulus yang hanya ada di kehangatan keluarga, tapi sayangnya dia belum merasakannya, karena dari lahir dia di bawa oleh pamannya, sejak saat dia masuk kedunia ini pamannya hanya bertemu padanya sekali, dan belum muncul lagi sampai sekarang.


Xhi Wen juga tidak membenci keluarganya yang mengasingkan dirinya, dia tau bahwa apa yang di lakukan oleh keluarganya adalah demi kebaikan dirinya, oleh karena itu Xhi Wen sedikit menyimpan rasa untuk segera bertemu keluarganya secara diam.


Namun dia telah merencanakan akan menemui keluarganya. Entah itu dalam waktu dekat ataupun dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


Balik ke cerita....


“ kaisar kita harus keluar dan menemui mereka jauh dari gerbang ini, agar tidak merusak istana. Dan kau tenang saja masalah siapa yang menjaga istana kau bisa percaya kan kepadaku, aku telah memasang perisai pelindung, untuk melindungi mereka dari serangan atau pun masuknya penyusup.” Pekik Xhi Wen.


“ jika begitu ayo kita pergi sekaranggggg...” balas Jian dan semua pasukan pun bergegas maju dengan menggunakan kuda kerajaan dengan semangat.


Saat mereka sudah berada di jauh dari istana tepat pada saat para pemberontak juga telah sampai di depan mereka.


Tuan To nhi pun tertawa dengan kerasnya melihat pasukan yang lebih sedikit dibandingkan dengan pasukan yang ia punya, jika dilihat secara normal pasukan istana akan sangat beresiko mengalami kekalahan.


“ apakah kau sedang bermimpi pak tua, kau seharusnya tau umur, lihat lah kulit mu yang sudah keriput dan sudah berbau tanah, masih tak malu bersikap tidak baik di depan anak kecil seperti ku!”

__ADS_1


Bukannya kaisar Jian Po yang menjawab, tetapi Xhi Wen lah yang menjawab sambil keluar di antara prajurit di barisan kedepan.


Melihat Xhi Wen membuat tuan To nhi menjadi lebih tertawa, dan membuatnya yakin bahwa dia akan menang, dia juga tambah meremehkan kaisar Jian yang membawa seorang gadis kecil berperang, apalagi perang bersama dirinya.


“ hahahaha kaisar Jian Po.. sebesar apakah rasa keputus asaan mu sampai kau mengikut sertakan gadis kecil untuk berperang melawanku. Apakah kau sudah gila atau kau sudah tak berakal sehat?, apakah kau fikir gadis kecil ini bisa mengalahkan diriku? Hahahaha yang benar saja.” Pekik tuan To nhi semakin meremehkan semua pasukan yang ia bawa ikut tertawa dengan perkataan To Nhi.


“ ohh paman,, kau sangat baik hati, kau memperhatikan diriku yang masih kecil ini, apakah kau tega untuk menyerang gadis kecil seperti aku?”


“ ohh gadis kecil kau seharusnya bermain dengan teman seusia mu, maka kau akan selamat, maafkan diriku ini karena saat sudah berada di peperangan aku tidak akan memandang bulu.”


Mendengar ucapan tuan To nhi, Xhi Wen pun turun dari kudanya dan maju.

__ADS_1


Melihat Xhi Wen yang sangat berani maju membuat pasukan pemberontak bersiap dan juga mencemo’oh Xhi Wen dengan bodohnya berani maju terlebih dahulu.


Dan saat pasukan bersiap ingin menyerang tuan To nhi menghentikan pasukan dengan mengangkat telapak tangannya.


__ADS_2